Xena

Xena
116. Cincin tunangan



Ray mengerutkan keningnya saat ia melihat Vano datang ke apartemennya bersama dengan Arsy dan Olive. Sedangkan Vano yang merasakan tatapan tajam Ray hanya diam saja cuek.


ia tidak berniat menggoda Xena, ia sudah mencoba menghilangkan perasaannya terhadap cinta pertamanya itu. Ia justru merasa sangat bersalah karena sudah menyakiti Xena begitu dalam di masa lalu, dan ia tidak ingin menambahkan luka itu di masa sekarang.


Apalagi kini ia sudah mulai tertarik dengan gadis lain dan gadis itu adalah Arsy. Gadis tomboy tapi tidak menghilangkan pesona cantiknya, yang berani mencuri perhatiannya saat ini.


Vano bingung dengan dirinya sendiri, padahal ia sangat menyukai gadis dewasa, feminim, berambut panjang dan anggun. Tapi ia justru jatuh cinta dengan dua orang wanita cantik berambut pendek. Bahkan rambut Arsy lebih pendek dari Rambut Xena, tapi yang namanya cinta. Tidak ada yang tahu kapan datangnya dan pada siapa.


"Ayo duduk dulu! Aku buatkan minuman sebentar" ucap Xena tersenyum


Ia lalu membuatkan orange juice untuk mereka berlima dan juga membawa camilan cookies yang ia buat beberapa saat lalu.


"Makasih Xe" ucap Arsy dan Vano bersamaan


"Sama-sama. Ekhm, kompak bener, jangan-jangan kalian jodoh" ucap Xena terkekeh, karena membuat dua orang di depannya itu bersemburat merah karena malu mendengar ucapannya.


Ray mengangkat sebelah alisnya, sudut bibirnya juga berkedut saat mendengar ucapan kekasihnya dan respon kedua orang di depannya itu.


Ia mengerti kalau ternyata saingan cintanya sudah mulai menyerah. Tentu saja Ray sangat menyambut hal itu dengan senang hati.


"Kak Ray bagaimana keadaanmu?" tanya Arsy.


"Tangan kiri kakakmu cedera, jadi dia masih sakit untuk bergerak" bukan Ray yang menjawab, tapi Xena.


"Apa itu serius?" tanga Arsy


"Tidak, kau tidak usah khawatir. Kau tahu jika kakakmu ini sangat kuat" ucap Ray menyenderkan kepalanya ke bahu kiri kekasihnya.


"Aduhhh, kuat sih kuat, tapi jangan pamer kemesraan dong, yang ada aku yang nggak kuat" ucap Arsy memutarkan matanya jengah.


"Ya cari dong, jangan yang jauh-jauh kalau yang dekat ada" ucap Ray.


"Aku mana punya temen deket laki-laki kak, kan dari kecil aku mainnya sama kakak, Tiger dan Gilbert aja. Jangan bilang aku suruh sama Tiger atau Gilbert. Ogah ya" ucap Arsy


Vano terlihat terkejut saat mendengar kalau Ray adalah kakak Arsy. Entah mengapa ia merasa gelisah, bagaimana pun ia ingin mendekati adiknya. Yang berarti dia harus memiliki hubungan yang baik dengan Ray lebih dulu.


Apalagi ia mendengar kalau Arsy dekat dengan dua laki-laki lain selain Ray. Ia takut ia kembali di tikung tanpa ia sadari.


Mereka mengobrol dengan riang, bahkan Olive yang awalnya canggung sudah rileks kembali saat ia melihat Ray tidak menyinggung soal teleponnya tadi.


Karena berhubung hari sudah sore, Xena meminta ketiganya jangan pulang dulu. Ia Mulai menyiapkan makan malam untuk semuanya. Tentu saja hal itu di sambut baik oleh semuanya yang merindukan masakan Xena yang lezat itu.


.....


Beberapa hari setelahnya, Ray mengajak Xena ke toko perhiasan untuk membeli cincin tunangan mereka. Meskipun Ray masih belum pulih, tapi ia tetap kekeh pertunangannya di laksanakan sesuai waktu yang sudah di sepakati.


Ia bahkan merengek seperti anak kecil hingga membuat Kakek Reksa menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucu satu-satunya itu.


Ray akan merasa khawatir jika pertunangannya di undur, kalau bisa ia ingin langsung menikah saja saat ini. Ia menyadari jika pesona kekasihnya itu sangat kuat, ia tidak mau mengambil resiko kekasihnya di ambil orang lain.


"Perlihatkan cincin tunangan terbaik di toko ini" ucap Ray pada pramuniaga yang melayani keduanya.


Pramuniaga itu tidak tahu jika di depannya adalah Ray dan Xena, karena keduanya menggunakan masker. Tapi ia masih melayaninya dengan ramah.


"Ini kak, cincin ini adalah cincin terbaik yang kami punya. Batuan yang menghiasi cincin ini merupakan berlian sebesar tujuh karat" ucap pramuniaga itu.


"Bagaimana sayang? Apa kamu suka?" tanya Ray pada Xena


Xena mencoba cincin itu sangat pas dengannya, begitu pun dengan cincin yang di coba Ray juga ukurannya pas. Xena mengangguk puas dengan pilihan cincin ini.


"Aku suka" ucap Cena.


Ray senang melihat Xena menyukainya, namun saat Ray mengatakan ingin membelinya, seorang wanita di belakangnya menyerobot dan menginginkan cincin pasangan itu juga.


"Sayang, aku ingin beli cincin itu!" teriaknya.


"Mbak, tolong bungkus cincin itu untuk kami. aku akan membayarnya sekarang" ucap pria di sebelah wanita itu.


Wanita itu tampak sangat senang, senyum mengembang di wajahnya sangat lebar dan puas.


Ray mengerutkan keningnya karena ada orang yang berani mengambil barang miliknya. Apa orang ini ingin mencari kematian?


"Aku tidak peduli, aku menginginkan cincin itu. Sayang, pokoknya aku ingin cincin itu, aku tidak ingin cincin yang lain. Kalau kamu tidak membelikan itu, lebih baik kita batal bertunangan saja" ucap Wanita itu merajuk.


Mendengar wanitanya ingin membatalkan pertunangan dengannya, pria itu terlihat takut kehilangan. Karena ia sangat mencintai wanita itu, ia segera menatap tajam pramuniaga itu.


"Kamu tidak dengar apa yang tunanganku bilang! Bungkus ini untukku sekarang!" ucap pria itu.


"Tapi tuan..." ucap pramuniaga itu ragu.


"Tidak ada tapi-tapian. Asal kau tahu, aku ini putra pemilik PT. Sedayu. Aku bisa membuatmu di pecat kapan saja karena sudah menyinggungku" ucap pria itu sombong.


Pramuniaga itu sedikit ragu dan takut, ia tahu jika PT. Sedayu adalah salah satu perusahan besar di ibukota. Jadi ia takut menyinggung tokoh penting.


"Tolong bantu aku bungkus ini" ucap Xena memecah kebimbangan pramuniaga itu


"Kamu...." ucap pria itu marah.


"Kami datang terlebih dahulu, jika kau menginginkannya kamu bisa membelinya jika kami tidak jadi membelinya" ucap Xena


"Dasar wanita murahan, kalaupun kamu ingin beli, kamu tidak akan sanggup membelinya" teriak wanita itu


"Kamu berani jal*ng kecil! Percaya atau tidak, dengan mudah aku bisa memblacklist kamu dari semua industri bisnis di ibukota!" ucap pria itu menunjuk ke arah Xena.


PLAK!!!


"Berani sekali kau menggertak tunanganku!!!" bentak Ray dan menampar keras pria itu.


"Brengsek!! Kau berani sekali, Aku pastikan kamu juga akan aku boikot dari seluruh industri bisnis" ucapnya lagi dengan marah.


"Oh benarkah? Lakukan jika kamu mampu!" ucap Ray.


"Katakan siapa namamu kalau kamu berani!" ucapnya lagi.


Ray tidak menggubris ucapan pria itu, dia menyodorkan Black Card miliknya ke pramuniaga itu.


"Bungkus sekarang!" ucap Ray


Pramuniaga yang melihat black card tertegun sejenak dan mengangguk.


"Tuan, semuanya menjadi 8 milyar" ucap Pramuniaga itu


"Tidak masalah, gesek saja" ucap Ray lagi


Pramuniaga pun dengan cepat menggesek kartu pelanggan VVIP itu. Ia tidak peduli dengan wanita dan pria yang terlihat tercengang juga.


Meskipun ia putra dari pemilik Perusahaan besar, ia tidak memiliki Kartu hitam itu.


Ray juga mengambil ponselnya dan menelepon Tiger. Ia akan memberikan pelajaran balasan untuk pria dan wanita yang sudah menghina kekasihnya.


"Apa perusahaan punya kerja sama dengan PT. Sedayu?" tanya Ray.


"Setahu ku memang ada kerja sama, ada apa?" tanya Tiger.


"Katakan pada kakek, jika ia ingin aku mengambil alih perusahaan. Putuskan kerja sama Octavio Group dengan PT Sedayu. Beritahu semua mitra bisnis untuk memblacklist perusahaan itu. Jika mereka menentang, berarti siap-siap berurusan denganku. Ah dan juga, berikan pelajaran untuk putra pemilik perusahaan itu beserta tunangannya!!!" ucap Ray lalu menutup teleponnya.


Ray menggenggam tangan Xena, ia juga mengambil cincin dan juga black card miliknya.


Pria itu masih tertegun, namun ia tersadar saat ia menerima telepon dari ayahnya. Ia langsung duduk lemas saat ia mendapat kabar jika perusahaannya terancam gulung tikar.


"Habis sudah...." gumamnya, sedangkan wanita yang menjadi calon tunangannya juga ikut terduduk lemas karena ia juga kehilangan pria kaya yang mencintainya dan juga takut ancaman Ray akan segera menimpanya.


...••••••...


Hai semua, maaf Author up hanya 1 BAB 🙏


Hari ini ada kunjungan kerja dari pagi sampai sore, ini aja diam-diam nulis🤭


Besok kalau sempat author up 3 BAB🙏


terimakasih sudah membaca😉