Xena

Xena
42. Baru menyadarinya



Di dalam kamar, Xena menyenderkan kepalanya di ujung tempat tidur. Ia memeluk Boneka pemberian Ray, ia tersenyum sendiri mengingat dirinya kini telah memiliki kekasih.


Bukan Vano, tapi orang lain yang sangat sering memenuhi pikirannya belakangan ini, Raymond Octavio. Pria yang sudah mencuri ciuman pertama dan juga hatinya setelah ia di lahirkan kembali.


Ia menatap ponselnya yang baru saja berbunyi, terdapat pesan dari Ray jika ia sudah sampai di apartemennya, dan ingin mandi karena cuaca sedang sangat panas saat ini.


Xena kemudian membuka Galeri ponselnya, ia mengingat jika ponsel Ray memasang foto mereka untuk di jadikan wallpaper. Jadi Xena menggantinya juga, ia terkekeh mengingat dirinya seperti remaja yang baru merasakan sedang jatuh cinta.


Kemudian ia melihat akun IG nya, di sana banyak sekali yang memfollow dirinya. Kini ia memiliki 4 juta pengikut. Photo yang ia upload juga Baru sedikit, jadi ia memposting satu foto lagi dengan Foto yang baru saja ia ambil.



Xena_Yaksha : The Day's, thank you♥️


Setelah memposting foto terbarunya, Xena tidak sengaja membuka pesan DM lagi. Ia mengerutkan keningnya saat melihat pesan itu lagi.


Pesan yang membuat hatinya panas, namun karena pesan itu juga yang membuat dirinya kini berani mengambil keputusan untuk bersama dengan Ray. Ia mencoba membangun kepercayaan lagi untuk pria yang tengah mengisi hatinya saat ini.


"Sebenarnya siapa orang ini? Kenapa ia begitu yakin berkata jika ia tunangan Ray. Terlebih ia sangat berani mengancam ku. Namun aku yakin jika Ray tidak berbohong, matanya sangat jujur. Kenapa pula aku langsung marah saat melihat pesan itu, padahal aku sudah melihat data Ray yang memang tidak memiliki kekasih. Apa benar aku cemburu? Kita lihat nanti jika Ray memang berbohong tentang ini dan data yang aku retas sebelumnya tidak valid, aku tidak akan ragu meninggalkannya" gumam Xena.


Xena kemudian beranjak menuju meja belajarnya, ia membuka laptopnya. Jemari lentiknya dengan piawai mengotak-atik keyboard di depannya.


Hanya butuh waktu kurang dari Lima menit, data seseorang yang memiliki akun yang mengirimi ia pesan terpampang di layar laptop.


"Oh, jadi ini orang yang mengatakan tunangan Ray dan berani mengancam ku? Yuri? Nama yang cantik! Tapi sayangnya ia tidak bisa bermain cantik. Orang bodoh mana yang mengancam orang lain melalui akun pribadi, bukan dengan akun palsu. Kita lihat, siapa yang akan menderita pada akhirnya" ucap Xena menyeringai, saat tahu dari data yang ia cari.


Bahwa orang itu hanya membual tentang Ray, jadi Xena yakin jika yang di katakan Ray benar adanya. Ia akhirnya menghela nafas lega.


Xena mengerutkan keningnya saat melihat ke layar komputernya, dia kemudian tertawa.


"Ha-ha-ha, Ternyata Ray juga bergerak ya? Kau akan habis kali ini, kau memilih lawan yang salah Yuri." ucap Xena menyeringai


"Aku harap kau tidak mengecewakan aku Ray, jika kau memang orang yang di kirim Tuhan untukku. Aku akan menjaga dan tidak akan menyerah dengan hubungan kita, terimakasih sudah memilihku, Ray" ucap Xena tersenyum lembut.


Yang di lihat Xena adalah, ada orang lain yang mencoba menembus data pribadi akun milik Yuri. Xena tahu jika yang mencoba meretas itu adalah akun dari anak buah Ray.


Xena pernah mencari tahu semua tentang Ray, jadi ia tahu semua tentang Ray termasuk akun yang mencoba meretas akun Yuri.


....


"Selamat malam Tuan muda" sapa Gilbert saat Ray keluar dari kamarnya.


"Kau sudah datang" ucap Ray


"Ray, aku pergi ke kamar, kamu lanjutkan saja urusanmu. Tapi jangan terlalu larut malam, jam lima pagi kita harus berangkat ke lokasi syuting" ucap Galang pamit sekaligus mengingatkan jadwal Ray.


"Hmm..." ucap Ray.


"Bagaimana?" tanya Ray.


"Akun itu milik cucu perempuan dari komisaris Brahma Group, tuan muda. Namanya Yuri" ucap Gilbert


Kening Ray mengerut mencoba mengingat, lalu ia berdecih saat ingat nama itu adalah wanita yang terakhir kali datang ke mansion.


Ray tahu jika pemilik Brahma Group yaitu Hariawan adalah salah seorang kawan lama dari kakeknya. Bahkan memiliki kerja sama di salah satu bidang di perusahaan.


"Jadi j*Lang itu yang berani membuat hubunganku dengan kekasihku renggang? Punya nyawa berapa dia begitu berani, bahkan mengancam nyawa orang yang aku cintai" ucap Ray menggertakkan giginya.


Gilbert yang mendengar itu menelan salivanya, merinding. Ia juga terkejut saat tahu bos besarnya itu sudah memiliki kekasih. Seketika mata Gilbert melihat foto yang ada di ruang tamu, yang tak lain Foto Ray bersama dengan Xena. Gilbert langsung tahu siapa kekasih yang di maksud bosnya itu.


"Jadi itu nyonya Muda? Aku harus mengingatnya, di masa depan aku tidak akan berani mengusik nyonya, aku masih sayang dengan nyawaku. Sepertinya Tuan muda sangat menghargai dan mencintainya" ucap Gilbert dalam hati.


"Selidiki j*Lang itu!!! Ambil bukti sebanyak apapun hal kotor yang ia lakukan. Aku akan memberikan pelajaran untuknya saat waktunya tepat. Kau awasi juga pergerakannya, Jangan sampai ia berani macam-macam dengan gadis-ku" ucap Ray


"Baik tuan muda" ucap Gilbert.


Setelahnya Gilbert pun pamit, Ray juga langsung masuk ke kamar. Ia melihat ponselnya ada notifikasi dari IG. Karena dirinya hanya mengikuti Xena, jadi saat Xena memposting sesuatu Ray juga tahu.


Ray melihat postingan Xena, ia melihat foto Xena dan seketika itu juga hatinya tertembak ribuan panah cinta dalam sekejap.


"Ahh, imutnya.... Kau sangat menggemaskan sayang, rasanya aku tidak rela membiarkan orang lain melihat wajah cantikmu itu" ucap Ray.


Saat Ray ingin menelepon, ia melihat Xena mengiriminya pesan jika ia akan tidur. Jadi Ray mengurungkan niatnya untuk menelepon. Ia mengetik pesan saja sebagai gantinya.


^^^💬Selamat tidur sayang, semoga kita bertemu dalam mimpi. Aku mencintaimu -Ray^^^


....


Di kamar lain, Vano tengah gelisah saat ia mengetahui jika saat ini Xena tengah Viral di media sosial.


Ia terkejut saat melihat iklan yang mana Xena menjadi model perempuannya. Yang lebih mengejutkan adalah saat ia tahu model laki-lakinya adalah Ray. Ia merasa panas dan cemburu menyelimuti hatinya.


Terutama saat ia melihat komentar netizen, bukannya menentang idolanya dekat dengan wanita. Justru mereka berbondong-bondong mendukung dan memberikan restunya, bahkan membuat group couple ship untuk Xena dan Ray agar menjadi kenyataan.


"Sial, kenapa orang-orang justru mendukung mereka. Lagian aku yakin, Xena hanya bermaksud membantu cowok itu aja" gumam Vano geram.


Ia kemudian mencoba menelepon Xena, namun sayangnya ia lupa jika nomornya sudah di blokir.


"Aakkhhh, Xenaaaa. Kenapa kau masih memblokir nomor ku, apa kau masih marah padaku Xe. Aku bisa gila karena kamu terus menghindariku" ucap Vano mengusap kasar wajahnya.


...•••••...