Xena

Xena
128. Zico dan mama-nya



Di tempat lain, Zico tengah marah-marah saat anak buahnya sama sekali tidak bisa membobol sedikitpun data informasi tentang Xena. Bahkan sudah banyak komputer dan laptop yang terkena Virus, karena memaksa untuk masuk pertahanan data.


"Siapa sebenarnya orang yang sudah menutupi data kamu, Xena. Apa itu orang suruhan Ray?" ucap Zico menghela nafasnya.


"Tuan muda, bagaimana ini? Semuanya sudah menyerah dan semua komputer terkena virus" ucap Dicky


"Sudahlah, tidak perlu di lanjutkan lagi!" ucap Zico dengan giginya yang gemertak dan menyerah.


Ia menyuruh orang-orang keluar dari ruangannya, ia menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Kamu sangat misterius Xena, Kau membuatku semakin tertarik dan penasaran" gumam Zico.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang merangsek masuk kedalam ruangannya, di sertai kebisingan di belakangnya.


"Nyonya, anda tidak boleh masuk!!!" ucap Dicky.


Wanita paruh baya dengan dandanan mencolok dan pakaian kurang bahan itu tetap memaksa masuk. Zico yang melihatnya pun menatap dingin wanita itu.


"Tuan muda, maaf. Nyonya memaksa masuk" ucap Dicky.


"Aku sudah bilang panggil wanita ini dengan benar, Dicky" ucap Zico


"Ah maafkan saya tuan muda, saya lupa" ucap Dicky.


"Ada urusan apa anda datang kemari?" tanya Zico dengan dingin dan datar.


"Zico, mereka melarangku datang! Aku ini mama-mu, pecat mereka semua!" ucap wanita yang tak lain ibu kandung Zico, bernama Nelly Richard


"Mereka kerja dengan bagus, sekarang anda Keluar! Saya tidak ingin melihat wajah busukmu itu!" ucap Zico dengan pedasnya.


"Tidak mau! Aku ini mama-mu, aku berhak berada ada di sini!" ucap Nelly


"Apa sebenarnya maumu?" tanya Zico


Mendengar pertanyaan itu mata Nelly langsung berbinar, dia tersenyum sangat manis di depan putranya itu, sedangkan Zico menatapnya dengan jijik dan muak.


"Putraku sayang, mama kalah bertaruh kemarin dan berhutang satu Milyar pada bandar. Kamu kasih mama uang ya buat bayar hutang, sekalian buat jajan mama bulan ini. Lima milyar saja cukup kom" ucap Nelly dengan lembut, ia sangat antusias dan wajah yang di buat semanis mungkin.


Dicky Menggelengkan kepalanya melihat ibu dari bos-nya yang tidak tahu malu itu. Ia merasa kasihan dengan kehidupan bos-nya, yang mempunyai ibu mata duitan.


Yang meninggalkan anak dan suami demi laki-laki lain yang lebih kaya. Sekarang sudah tahu anaknya sukses, ia kembali untuk mendekatinya dan mengakuinya sebagai anak lagi.


"Lima milyar?" tanya Zico lagi mengerutkan keningnya


"Ya, lima milyar saja, itu tidak banyak untukmu kan Zico sayang" ucap Nelly dengan senyum yang masih bertahan di wajahnya.


"Oohh, Bahkan satu Sen pun, aku tidak Sudi memberikannya padamu. Enyah kau!" ucap Zico dengan keras dan sudah muak.


"Apa-apaan kau ini, kau mengusir mama-mu sendiri? Tidak! aku tidak akan pergi sebelum kamu memberikan uangnya!" ucap Nelly bersikeras.


"Minta saja pada suami kaya-mu itu" ucap Zico


"Aku sudah bercerai dengannya, lagian dia sudah miskin dan tidak berguna" ucap Nelly


"Zico jangan keterlaluan, mama bisa di penjara jika tidak membayar hutang mama. Aku ini ibu kandung kamu, kamu harus memberikan mama uang. Anggap saja itu sebagai ganti kamu lahir di dunia ini" uca Nelly.


"Cih! Jika aku bisa memilih, aku juga tidak mau lahir dari rahim busukmu itu! Dicky seret dia dengan paksa, lempar dia keluar! Jangan biarkan dia masuk ke perusahaan satu langkah pun! Kalau tidak, kau aku pecat!!!" teriak Zico.


"Baik tuan muda!" ucap Dicky.


Ia langsung menyeret Nelly tanpa rasa kasihan dan segan kali ini. Nelly terus memberontak dan berteriak.


"Tidak, Zico! Kamu tidak bisa melakukan ini! Tidak, lepaskan aku! Zico aku ini mama-mu!" teriak Nelly dengan keras.


"Haaahhh" ucap Zico menghela napas dan memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Dia sangat membenci ibu seperti Nelly, untungnya papanya tidak ingin kembali berhubungan dengan mamanya itu.


Dicky terus menyeret Nelly keluar meskipun ia meneriakinya sepanjang jalan, namun Dicky tidak bergeming. Karena ia akan kehilangan pekerjaan jika ia sampai melanggar ucapan bos-nya.


"Pergi! Jangan berani menginjakan kaki di sini lagi!!!" teriak Dicky dengan lantang, setelah menghempaskan Nelly di luar pintu Perusahaan.


"Kau, berani sekali dengan majikanmu sendiri!" teriak Nelly


"Tentu saya berani Nelly Richard! Anda bukan siapa-siapa di sini" ucap Dicky tegas.


"Kamu...." ucap Nelly merasa kesal karena bawahan anaknya itu memanggilnya nama tanpa embel-embel nyonya di depannya dan di depan orang lain.


"Kalian, awasi wanita ini. Jangan sampai dia berani masuk ke perusahaan! Kalau tidak, kalian tidak usah kembali bekerja lagi di sini dan istirahat di rumah selamanya!" ucap Dicky memberikan ultimatum pada semua Karyawan di sana


"Baik, sekretaris Dicky!" ucap Security di sana dengan kompak.


.....


keesokan harinya, Xena berangkat menuju cabang baru XR Restaurant di Utara Ibukota. Di sana sudah ramai dengan banyaknya orang dan juga karangan bunga yang berjejer memberikan selamat atas di bukanya cabang Restoran itu.


Xena melihat keluarga dan sahabatnya sudah ada di sana, termasuk Kakek Reksa.


"Terimakasih sudah datang" ucap Dara dengan lembut dan tersenyum kepada semuanya.


Setelah potong pita, para tamu mulai menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan menikmati nuansa baru di restoran cabang.


Di cabang Utara ibukota lebih berpusat dengan hidangan laut yang segar dan nikmat. Semuanya nya di ambil dari nelayan lokal dan juga meningkatkan pendapatan warga sekitar.


Jadi saat XR Restaurant launcing, mereka memiliki dukungan dari asosiasi nelayan lokal yang ada di sana.


Bangunan di sana juga lebih terkesan lebih modern dan memiliki nuansa romantis. Karena posisinya di pinggir laut dan di dekorasi sangat fotogenik, yang akan menarik orang-orang datang.


Keesokan harinya Xena berangkat ke kota B bersama dengan Citra. Ia meninjau langsung persiapan pembukaan cabang di sana.


Xena menginginkan suasana di sana di bangun dengan kesan klasik dengan ornamen kayu dan tumbuhan yang membuatnya terlihat sejuk dengan pemandangan perbukitan dan kebun teh. Yang dapat di nikmati saat berada di lantai dua, tiga ataupun Rooftop. sedangkan di lantai pertama akan di suguhi taman bunga yang sangat cantik.


Menu di sana lebih banyak hidangan sayur mayur dan minuman hangat seperti wedang dan lain-lain. Namun tetap ada menu lainnya juga yang membuat lidah semua pelanggan di goyang dan tidak akan kecewa dengan rasanya yang sangat lezat dan menu yang beragam.


...••••••...