Xena

Xena
XENA @BAB 35



Xena sudah di tiba di istana ratu. Dia menatap takjub dengan keindahan bangunan juga dekorasi di istana tersebut. Dan yang paling mencuri perhatian Xena adalah taman bunga yang indah, juga bunga-bunga mawar cantik yang menghiasi seluruh penjuru istana. yang dikatakan Aiden ternyata benar, Ratu menyukai bunga mawar.


Pengawal membukakan pintu, Xena langsung masuk. Dia menunduk penuh hormat pada ratu. Hannah memberi kode agar Xena mendekat dan berdiri disampingnya.


"Yang mulia, ini Xena tukang masak yang saya maksud." jelas Hannah


Ratu memperhatikan Xena dari atas sampai ke bawah dengan seksama.


"Jadi kau yang bernama Xena?." Tanya ratu.


"Iya yang mulia." Jawab Xena sambil menundukkan kepalanya.


"Apa benar kau yang memasak makan siang kami?." Tanya Ratu.


"Benar yang mulia?." Jawab Xena.


"Hmmm....apa kau tahu kenapa aku memanggilmu, Xena?." Tanya ratu.


"Tidak yang mulia, hamba tidak tahu. Apakah hamba sudah melakukan kesalahan?." Xena balik bertanya.


Ratu terkekeh."Tidak! Kau sama sekali tidak melakukan kesalahan. justru sebaliknya, aku sangat senang dan menyukai masakanmu. Bahkan raja dan pangeran juga sangat menyukainya. Aku tidak percaya kalau yang memasak masakan tadi adalah gadis muda sepertimu. Kau pantas diberi hadiah. Katakan hadiah apa yang kau inginkan?. Tanya ratu.


"Terima kasih yang mulia!! Tapi itu tidak perlu. Hamba hanya melaksanakan tugas hamba sebagai seorang tukang masak. Mengetahui yang mulia menyukai masakan saya, bagi saya itu adalah suatu kehormatan. Saya sangat senang. Saya tahu niat yang mulia ratu sangat baik, tapi yang mulia tidak perlu memberi saya hadiah."Jawab Xena.


"Apa kau yakin dengan yang kau katakan tadi?. Kau tidak mau aku beri hadiah?." Tanya ratu.


"Saya yakin yang mulia. Maafkan saya!! Saya tidak bermaksud menyinggung, dengan menolak niat baik yang mulia." Jawab Xena.


Hemm.......sopan sekali gadis ini. Batin ratu.


"Baiklah kalau kamu tidak mau aku memberimu hadiah, aku akan memberimu pekerjaan lain. Apa kamu bersedia?." Tanya ratu.


"Tentu yang mulia." Jawab Xena.


"Bagus. Kalau begitu buatkan aku makanan untuk acara jamuan teh nanti sore. Kau tahu kan makanan apa saja yang harus kau buat untuk acara itu?." Tanya ratu


"Iya. Baik yang mulia." Jawab Xena lalu keluar dari istana ratu bersama Hannah.


Hannah sangat lega dan senang karena ratu menyukai masakan Xena. Saat Kalla menyarankan Xena menggantikan Charlota yang sakit, dalam hatinya dia meragukan kemampuan Xena, tapi siapa sangka ratu sangat menyukai dan memuji masakan Xena.


"Kau hebat Xena." Ucap Hannah memuji Xena


"Apanya yang hebat nyonya?." Tanya Xena.


"Ratu menyukai dan memuji masakanmu. Itu artinya kau ini tukang masak yang hebat." Ujar Hannah. Xena hanya membalas dengan senyum yang dipaksakan.


Ratu ternyata sangat baik dan sangat menghargai orang, sekalipun pada pelayan. Wajahnya sangat cantik dan keibuan. Batin Xena.


....


Xena sudah bersiap-siap memasak untuk acara jamuan teh yang akan diadakan nanti sore, atau kurang lebih tiga jam lagi. Setelah melihat daftar makanan apa saja yang disukai ataupun tidak di sukai ratu, Xena memutuskan akan membuat bolu madu, kue jahe, dan kue buah, yang cocok disajikan dengan teh.


Xena mengerjakan semuanya seorang diri, hingga tak terasa waktu jamuan teh pun telah tiba. Xena menghela nafas lega karena semua makanan itu sudah siap disajikan.


"Katakan padaku, makanan apa saja yang kau buat untuk kami?." Tanya ratu.


"Saya membuat bolu madu, kue jahe, dan kue buah." Jawab Xena.


"Lalu apa ini?." Tanya ratu.


"Ini roti lapis ( Sandwich) yang mulia. Didalamnya ada mentimun, salmon asap, mayones telur, dan mustard. Dan yang ini roti lapis dengan selai raspberry. Semua makanan ini cocok disajikan dengan teh." Jelas Xena.


"Hemmm....sepertinya ini sangat enak." Sahut putri Isabella.


Ratu dan semua yang ada dijamuan sore itu mulai mencicipi makanan yang dibuat oleh Xena. Semua yang ada disana tampak sangat menikmatinya. Dan lagi, ratu dan semua yang hadir disana memuji semua rasa makanan yang Xena buat sore itu.


"Kau pintar sekali Xena." Ucap ratu memuji Xena.


" Terimakasih yang mulia." Sahut Xena.


"Besok pagi aku ingin dibuatkan makanan seperti ini untuk sarapan. Kau mau kan membuatkannya untukku?." Tanya putri Isabella.


"Tentu tuan putri." Jawab Xena.


Sejak saat itu, ratu resmi menunjuk Xena menjadi tukang masak utama di dapur istana, menggantikan Charlota yang memang sudah sakit-sakittan. Charlota sangat senang dengan hal itu. Dia memang sudah lama ingin berhenti bekerja di dapur istana.


....


Kabar tentang Xena yang mendapat pujian dari ratu, jadi bahan perbincangan di antara pelayan istana. Ada yang suka mendengar kabar itu ada juga yang tidak menyukainya, termasuk Audrey. Dia terkejut dan tidak suka mendengar kabar tentang adiknya yang mendapat pujian dari ratu karena rasa masakan yang dibuatnya. Dan sejak saat itulah, Audrey mengetahui kalau Xena menjadi tukang masak di dapur istana.


"Jadi ratu menunjuk Xena menjadi tukang masak?. Hahh....cuma tukang masak, kenapa ratu harus memujinya seperti itu?. Memangnya masakan apa yang sudah Xena buat untuk mereka?. Kalau Xena bisa memenangkan hati ratu, aku akan memenangkan hati pangeran Alaric. Lihat saja." Gumam Audrey.


Selama bekerja di istana pangeran, Audrey selalu berusaha untuk mencuri perhatian sang pangeran, tapi sayangnya si pangeran tampan itu tidak pernah merespon. Audrey tahu pangeran muda yang sangat tampan itu, tidak memiliki kekasih ataupun pelayan kesayangan, jadi dia sangat berharap pangeran Alaric menjadikannya pelayan kesayangan yang mungkin nantinya bisa dijadikan istri.


๐Ÿ”…๐Ÿ”…๐Ÿ”…๐Ÿ”…


Xena sangat terkejut saat dirinya menerima perintah memasak makan malam khusus untuk pangeran. Tak hanya itu, pangeran juga meminta Xena sendiri yang menghidangkan makanan tersebut di meja makan pribadinya.


Sebenarnya Xena sangat malas melakukannya, namun tiba-tiba hatinya berkata" Apa ini kesempatan yang diberikan Tuhan padaku untuk membalas rasa sakit hatiku selama ini karena kehilangan ayah?. Mungkinkah ini jalannya?." Gumamnya dalam hati.


Xena mulai memasak beberapa menu masakan untuk makan malam orang yang dibencinya. Dia menatap satu persatu makanan itu, dan pikiran jahatnya kembali muncul saat itu. Xena mengeluarkan sesuatu dari dalam saku bajunya. Sebuah botol kecil yang berisi racun mematikan, yang akan dia gunakan untuk meracuni makanan itu.


Xena membuka tutup botol itu.Tangannya sudah bersiap menuangkan racun tersebut, namun tiba-tiba hatinya kembali berkata:Tidak Xena jangan lakukan itu. ini bukan cara yang benar. Kalau kau melakukannya kau sama saja dengan seorang pengecut yang berani menyerang musuh dari belakang. Masih banyak cara lain yang bisa kau lakukan.


Xena lalu menarik tangannya yang sudah bersiap menuangkan racun itu. Dia mengurungkan niatnya untuk meracuni pangeran Alaric, karena apa yang dikatakan hatinya itu benar. Ini bukan cara yang tepat untuk membalaskan dendamnya itu. Sekalipun pangeran Alaric mati karena racun itu, bisa-bisa dirinya juga akan langsung mati, karena pengawal kerajaan pasti akan menangkapnya. Sehebat apapun ilmu beladiri yang dikuasainya, Xena yakin tidak akan bisa melawan pasukan kerjaan Zephyra seorang diri. Oleh sebab itu dia tidak boleh gegabah dalam bertindak.


Aku yakin masih banyak kesempatan lain untuk membalaskan dendamku. Tunggu saja pangeran. Kata Xena dalam hati.


.


.


Besambungโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ