
Xena berkutat di dapur restoran, ia memasak sup daging sapi untuk Olive. Setelahnya matang ia menaruh sup itu di sebuah rantang yang ada di dapur. Ia kemudian pergi ke rumah sakit menggunakan taksi, karena motor miliknya masih berada di parkiran rumah sakit.
Begitu ia sampai di rumah sakit, ia langsung turun dan berjalan menuju lift agar ia bisa naik ke lantai 5 tempat Olive di rawat.
Saat di ingin masuk dan pintu lift terbuka, Xena terkejut saat melihat Vano keluar dari sana. Ia sudah mengenakan kemeja dan jas rapih.
"Xena..." panggil Vano tekejut melihat Xena ada di depannya.
Xena hanya mengangguk saat ia di sapa. Meskipun ia sudah tidak takut lagi saat ia berdekatan dengan Vano. Tapi ia masih enggan dekat dengan laki-laki yang dulu sempat merajai hatinya itu danjuga menyiksa fisik dan batinnya itu.
"Aku kira kamu nggak kesini lagi, saat di bawa laki-laki itu" ucap Vano.
Ia mengira Xena kabur dari tempat Ray dan memutuskan untuk kembali ke rumah sakit, dan memilih adiknya di banding pengkhianat Ray.
Vano belum sempat lihat berita tentang klarifikasi Ray tentang gosip mengenai dirinya. Jika ia sudah melihatnya, ia tidak akan berani memikirkan hal itu.
Melihat Xena membawa rantang, Vano tersenyum tipis. Ia melihat jika Xena sangat perhatian pada adiknya, bukan tidak mungkin jika makanan itu juga ada bagian yang akan di bagi untuk dirinya. pikirnya.
Sayang ia ada meeting yang tidak bisa ia tinggal hari ini, jadi ia tidak bisa ikut menikmati makanan lezat buatan Xena. Vano harap, akan ada waktu lain agar dia bisa menikmati makanan buatan Xena lagi.
Yang Vano tidak tahu, Xena membuat makanan itu hanya satu porsi dan itu untuk Olive saja, Vano pasti akan malu jika tahu hal ini.
"Ya, aku datang untuk menemani Olive" ucap Xena dengan nada biasa saja.
"Ah, kalau begitu aku akan merepotkan kamu, tolong jaga Olive sebentar. Aku ada meeting yang tidak bisa aku tinggal hari ini, jadi mohon bantuannya untuk menjaga Olive, Xe" ucap Vano dengan lembut.
"Tentu" balas Xena seadanya, ia saat ini malas untuk berbicara.
"Ya sudah, aku berangkat dulu kalau gitu, sampai jumpa lagi Xe" ucap Vano tersenyum manis.
"Hmm" balas Xena hanya dehaman saja.
Ia langsung masuk ke dalam lift, sedangkan Vano sempat melihat Xena sebentar sampai Xena masuk dan pintu lift tertutup. Ia melangkah keluar rumah sakit setelahnya.
....
Di mobil Ray, perjalanan ke kota B
Baik itu Galang ataupun Reno terus menanyakan bagaimana ceritanya Ray mendapati semua bukti yang segitu banyaknya.
Mereka begitu penasaran, karena keduanya tahu jika sejak semalam mereka menemui jalan buntu untuk solusi masalah itu. Tapi tiba-tiba Ray mendapatkan bukti itu dengan cepat, jadi mereka tentu saja bertanya-tanya.
Meskipun Reno sudah tahu garis besarnya, tapi ia tidak tahu secara rinci bagaimana mendapatkan bukti itu.
"Katakan padaku semuanya, sejelas-jelasnya!" ucap Galang.
"Ya, itu karena pacarku terlalu hebat untuk mengatasi masalah sepele seperti ini. Tapi orang-orang ku gagal mendapatkan satu bukti saja. Sepertinya aku harus meng-upgrade ulang anak buahku, aku harus mencari bakat baru dan merekrutnya. Aku tidak mungkin selalu mengandalkan Xena, justru aku ingin melindunginya di masa depan" ucap Ray
"Jadi beneran Xena yang dapatkan bukti itu? Waaahh dia sangat luar biasa" ucap Galang kagum
"Ya tentu saja, kekasihku sangat luar biasa dan aku sangat bangga padanya. Tapi bukankah dia pernah mengatakan padamu, kalau ia dan mendiang kakak kamu membuat prestasi besar dengan menjual perangkat lunak dan anti virus? Hingga ia memiliki kekayaan fantastis sekarang" ucap Ray pada Galang
"Ah, iya kau benar Ray, aku hampir saja melupakan kenyataan itu. Aku sampai sekarang masih tidak menyangka Xena se ahli itu. Mungkin kakaku juga sama, aku terkejut karena dulu aku tidak tahu kakaku sehebat itu" ucap Galang, Ray hanya merespon anggukan kepala saja.
"Lalu kamu ingin mengganti Gilbert dan kawan-kawannya?" tanya Reno.
"Nggak, aku nggak akan menganti Gilbert. Bagaimana pun dia sudah lama mengikutiku. Tapi aku akan memintanya untuk fokus meningkatkan kemampuannya agar lebih baik. Dan untuk waktu ini aku akan membentuk tim lain yang lebih berbakat untuk keadaan darurat. Mungkin saat nya Tiger keluar dari kandangnya" ucap Ray kemudian
"Ya, aku akan menghubungi Tiger untuk datang ke sini dan menjadi kepala tim baru" ucap Ray
"Hah, terserah kamu. Tapi kau harus banyak bersabar setelah ini, jika kau membawanya kembali" ucap Reno
"Tentu" ucap Ray kecut.
Galang hanya menyimak saja karena tidak mengerti pembicaraan keduanya.
Tiger merupakan tangan kanan Ray selain Gilbert. Ia sangat kejam dan juga sulit di atur, bahkan Ray sendiri kewalahan di buatnya. Selama beberapa tahun ini, Tiger berada di negara A.
Namun meskipun Tiger sulit di atur, ia memiliki kinerja lebih baik daripada Gilbert. Dan dia memiliki rasa persaudaraan yang kuat, jadi dia jelas tidak akan membahayakan Ray.
....
Di ruang rawat inap Olive.
Olive sangat senang mendapati Xena menjenguk dan membawakannya makanan yang pastinya sangat lezat. Karena masakan itu di buat oleh Xena.
"Wah Xe, makasih banget. Tahu banget aku lagi mau makan" ucap Olive
"Ya tahu lah, kan sahabatku satu ini nggak bisa jauh-jauh dari makanan" ucap Xena terkekeh
"He-he kau benar" ucap Olive menyetujui nya dan tertawa
"Sudah, ayo makan. Biar aku suapin, tangan kanan kamu di infus jadi susah gerak" ucap Xena
"Baik mom" ucap Olive dengan nada sok imut seperti bayi.
"iiihh jijay, nggak pantes Liv jadi bocah kamu Liv" ucap Xena.
"Xena jahat ih" ucap Olive cemberut.
Xena hanya tertawa pelan sambil sesekali menyuapi Olive dengan telaten. Rasa masakan Xena mendapatkan dua jempol dari Olive, ia begitu bersemangat menghabiskan semua nya.
"Om dan Tante mana Liv?" tanya Xena.
"Kakak bilang masih di luar kota, nanti siang mereka datang" ucap Olive, hena hanya menganggukan kepalanya mengerti.
"Liv kamu ingat bagaimana kamu di tabrak?" tanya Xena
"Aku nggak tahu, kejadian sangat cepat Xe. Yang aku ingat mobil itu warna silver dan sangat cepat melaju ke arahku" ucap Olive, Ia sedikit takut saat mengingat kejadian itu.
"Aku ingin mengatakan sesuatu Liv, dan aku nggak akan tutupi semuanya dari kamu. Aku sudah menyelidikinya, dan aku sudah mengetahui siapa pelaku yang menabrak kamu" ucap Xena
"Siapa?" tanya Olive
"Kamu jelas bisa menebak siapa orangnya" ucap Xena
"Yani?" ucap Olive langsung terlintas nama itu.
"That's Right, 100 buat kamu" ucap Xena langsung
Ucapan Xena membuat Olive terkejut dan seseorang yang berada di balik pintu, yang tidak sengaja mendengarnya juga.
...•••••...