
"Ohh... jadi selama ini kamu mengawasi Audrey lewat burung ini?." Tanya Aiden, seraya menunjukkan tangannya pada Strobi. "Kau lihat kan Xena, seekor burung saja bisa sangat tunduk dan patuh kepadamu, apalagi aku." Ujar Aiden merayu Xena, membuat Xena sedikit tersipu.
"Apa yang kau katakan?." Ucap Xena tersipu. Aiden terkekeh
"Apa kau sangat menyayangi kakakmu?." Tanya Aiden.
"Tentu saja. Dia saudaraku, sudah pasti aku menyayanginya." Jawab Xena.
"Tapi kenapa dia sepertinya tidak menyayangimu?. Kau begitu peduli padanya, tapi dia sepertinya tidak peduli padamu." Ujar Aiden.
"Jangan sembarangan bicara, dia tentu saja menyayangiku." Balas Xena tak terima.
"Oh ya, ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak tinggal di istana bersama kakakmu?. Dengan begitu, kau bisa menjaga dan mengawasinya secara langsung." Tanya Aiden. Xena diam, tapi dalam hati dia memikirkan ucapan Aiden barusan. Mereka lalu menunggangi kudanya masing-masing, meninggalkan kerajaan itu dan kembali ke desa.
🍃🍃🍃🍃🍃
Di istana.
Sejak Conrad membawa Audrey waktu Xena ingin bertemu dengannya, muncul gosip tentang kedekatan Conrad dan Audrey yang ramai diperbincangkan oleh para pelayan. Audrey sendiri yang mengarang cerita kalau dirinya dan Conrad memang memilki hubungan khusus, dengan tujuan supaya para pelayan disana tidak lagi mengganggunya, karena mereka pasti takut Audrey akan mengadukan mereka pada Conrad. Itulah yang ada dipikiran Audrey. Tapi sayangnya dia keliru, satu orang pun tidak ada yang percaya padanya. Mereka malah semakin tidak suka dan lebih berani membulynya.
"Dasar wanita pembohong. Dasar tukang menghayal. Kau pikir kami percaya dengan semua ucapanmu itu. Kalau benar kau ada ada hubungan dengan Jendral Conrad, Kenapa dia tidak membelamu dan tidak membawa kami ke penjara?." Ujar salah satu pelayan. Mereka lalu beramai-ramai menyiramkan air pada Audrey, membuat Audrey sangat kesal dan emosi. Rambut dan seluruh wajahnya basah. Tak hanya rambut dan tubuhnya bahkan tempat tidurnya pun basah karena ulah para pelayan seniornya itu.
...
Di sisi lain, Conrad tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan pangerannya. Dia benar-benar nekat melakukan hal-hal yang menurutnya sangat diluar akal sehat. Kalau saja raja tahu tentang hal ini, dia yakin raja pasti akan marah besar.
Conrad tidak tahu sampai kapan pangeran Alaric akan terus menyamar menjadi Aiden, dia takut raja ataupun orang lain mengetahui kalau pangeran Alaric yang ada di istana bukalah pangeran yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Conrad diam-diam menulis sebuah pesan untuk pangeran Alaric yang asli.
Kembalilah pangeran. Hamba sangat takut raja akan mengetahui semuanya. Tabib istana sudah mengetahui keanehan yang terjadi pada pangeran palsu yang ada di istana. Hamba takut berita ini akan menyebar dan sampai ke telinga raja.
Itulah isi sebagian pesan yang ditulis Conrad.
Aiden nampak berpikir, dan menurutnya apa yang dikatakan Conrad memang benar. Dia harus secepatnya kembali ke istana, tapi dia juga tidak mau meninggalkan Xena.
***
Dua hari kemudian.
Aiden datang ke rumah Xena, karena ingin mengatakan kalau dia akan pergi dari desa itu.
"Kebetulan sekali kau datang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu." Ujar Xena.
"Apa itu?." Tanya Aiden.
"Aku ingin minta bantuanmu lagi. Aku sudah memikirkannya, aku ingin masuk dan tinggal di istana. Aku ingin menjaga kakakku secara langsung." Ujar Xena
"Benarkah?." Tanya Aiden.
"Benar Aiden. Kau bisa membantuku kan?." Tanya Xena.
"Tentu saja Xena. Aku pasti bisa membantumu." Sahut Aiden senang. "Tapi, apa kau benar-benar sudah benar-benar memikirkannya Xena?." Tanya Aiden memastikan.
"Tentu saja aku sudah memikirkannya dengan matang " Jawab Xena.
"Kalau kau tinggal di istana, kau tidak akan bisa keluar dengan mudah. Apalagi kalau kau sampai menjadi pelayan khusus istana pangeran, kau akan semakin terikat. Dan...."
"Dan apa?." Tanya Xena
"Bagaimana jika nanti pangeran melihatmu dan jatuh cinta kepadamu. Mau tidak mau kau akan jadi miliknya. Karena semua pelayan yang ada di istana pangeran, atau istana raja adalah milik mereka." Ujar Aiden.
"Itu tidak akan terjadi." Sahut Xena.
"Aku tidak yakin. Kau sangat cantik Xena. Aku yakin siapapun laki-laki yang melihatmu akan jatuh cinta kepadamu, tak terkecuali pangeran." Sahut Aiden
"Tapi bagaimana jika dia melihatmu?." Tanya Aiden.
"Kalau sampai dia melihatku, akan ku congkel bola matanya." Jawab Xena sambil terkekeh.
"Kau tahu Xena, pangeran itu adalah laki-laki yang sangat tampan. Banyak sekali wanita yang jatuh cinta dan berusaha mendekatinya. Aku takut nanti, kau juga akan..."
"Itu tidak akan terjadi. Pangeran atau lelaki manapun tidak akan bisa membuatku jatuh cinta, karena aku sudah mencintai lelaki lain. Hatiku sudah jadi milikinya." Ujar Xena.
"Oh ya? Siapakah lelaki beruntung itu, yang bisa mendapatkan hati wanita cantik sepertimu?." Tanya Aiden sambil tersenyum
"Aku tidak mau memberi tahukannya." Jawab Xena dengan senyumnya. Aiden lalu menggenggam tangan Xena. Dia sangat bahagia mendengar ucapan Xena barusan. Dia tahu lelaki yang dimaksud Xena adalah dirinya. Tapi disisi lain dia juga merasa tidak tenang, karena yang Xena cintai adalah Aiden, bukan pangeran Alaric, dan dia tidak mungkin selamanya akan menjadi Aiden.
"Kau melamun?." Tanya Xena membuat Aiden sedikit tersentak.
"Tidak. Aku tidak melamun." Jawab Aiden
"Jadi bagaimana?. Kau mau kan membantuku?." Tanya Xena.
"Tentu saja Xena." Jawab Aiden.
"Terima kasih banyak Aiden." Ucap Xena.
"Kau tidak perlu berterima kasih. Aku sangat senang bisa membantumu. Aku datang kesini tadinya juga ingin berpamitan. Jenderal Conrad rmemintaku datang ke istana kebetulan kamu ingin pergi ke istana jadi kita bisa berangkat bersama-sama." Ujar Aiden.
...
Singkat cerita, Aiden dan Xena sudah tiba di gerbang istana, dan mereka disambut langsung oleh Conrad. Jenderal Conrad membawa Xena ke istana wanita dan mempertemukannya dengan Kalla dan Ellie.
Kalla menatap Xena dari atas sampai bawah, berkali-kali untuk memastikan sesuatu.
"Ada apa Kalla?. Kenapa kau menatap gadis ini seperti itu?. Apa kau pikir gadis yang ku bawa ini tidak akan bisa bekerja dengan baik?." Tanya Conrad.
"Maafkan saya jenderal, saya tidak bermaksud meragukan anda. Saya hanya heran, kenapa wajah gadis ini mirip dengan Audrey?." Ujar Kalla.
"Kenapa kalau mereka mirip?. Apa kau keberatan?." Tanya Conrad.
"Tidak Jenderal, sama sekali tidak." Jawab Kalla.
"Baguslah kalau begitu. Sekarang kalian ajari dia dengan baik." Titah Conrad, lalu keluar dari sana, Mlmeninggalkan Ellie, Kalla dan Xena.
Kedua wanita itu masih menatap Xena, membuat Xena sedikit gugup. Dia langsung menundukkan kepalanya.
"Siapa namamu?." Tanya Ellie.
"Xena nyonya." Jawab Xena se sopan mungkin tanpa mengangkat kepalanya.
"Beritahu kami, pekerjaan apa saja yang bisa kau lakukan?." Kali ini Kalla yang bertanya.
"Saya bisa melakukan semua pekerjaan rumah dan pekerjaan lainnya seperti berkebun dan menangkap ikan." Jawab Xena.
"Benarkah itu?. Kau bisa berkebun dan menangkap ikan?."
" Benar nyonya." Jawab Xena.
Setelah puas bertanya tentang kemampuan dan keterampilan yang dimiliki Xena, waktunya Ellie dan Kalla memeriksa tubuh Xena. Sama seperti Audrey dan pelayan lainya, Xena diminta untuk menanggalkan seluruh pakaiannya. Walau malu, Xena menurutinya. Dia mengerti ini adalah salah satu peraturan kerajaan yang harus dipatuhi oleh semua calon pelayan yang ingin tinggal di istana. Setelah diperiksa Xena kembali memakai pakaiannya.
"Sekarang kau ikut aku." Perintah Kalla, dan Xena mengikutinya.
.
. Bersambung 🍁🍁🍁