Xena

Xena
97. Berita penangkapan Yani



Pagi harinya, Danu bergegas keluar rumah beserta asisten nya. Ia keluar untuk melaporkan Yani ke kantor polisi. Ia datang dengan membawa bukti lengkap jika Yani adalah pelaku tabrak lari yang di sengaja atau sudah di rencanakan sebelumnya.


Karena bukti sudah di depan mata dan sudah di nyatakan jika bukti itu asli, polisi segera beranjak ke rumah sakit tempat Yani di rawat untuk menangkapnya setelah mendapatkan surat penangkapan untuk Yani.


"Tidak!!! Lepaskan gue brengsek! Harusnya kalian tangkap yang sudah nabrak gue, kenapa gue yang di tangkap! Gue korban disini!!!" teriak Yani memberontak.


"Lepas! Gue nggak salah! Kalian salah nangkap orang!" teriak Yani lagi


Polisi tidak merespon, mereka langsung membawa Yani dan mendudukannya di kursi roda, tangannya sudah di borgol.


"Jangan bawa putri saya Pak, Putri saya tidak bersalah! Kalian tidak bisa menangkapnya tanpa bukti" teriak Melati menghentikan langkah polisi.


"Maaf Bu kami sudah membawa surat penangkapan tersangka, dan kami juga memiliki bukti yang kuat. Lebih baik ibu ikut ke kantor polisi atau menelepon pengacara untuk masalah yang terkait putri ibu" ucap polisi


"Tidak jangan bawa putri saya! jangan!" ucap Melati histeris.


Ferry yang di sana hanya menatap nanar sepupunya yang di giring ke kantor polisi dan terus memberontak. Ia ingin sekali marah dengan Vano dan keluarganya yang telah menyeret Yani ke kantor polisi. Namun ia juga tidak bisa menyalahkan Vano sepenuh, jika memang benar Yani yang sudah menabrak Olive, maka Yani pantas di hukum.


"Fer, halangi mereka! Yani tidak boleh di bawa pergi!" ucap Melati menangis dengan histeris.


"Tan, Tante tenang dulu. Lebih baik kita ikut mereka ke kantor polisi dan memberi tahu Om Teguh" ucap Ferry mencoba menenangkan.


"Benar, mas Teguh harus tahu" ucap Melati langsung menghubungi suaminya.


Ia menelepon suaminya dan menceritakan jika putrinya di bawa ke kantor polisi atas tuduhan pembunuhan. Mendengar itu Teguh sangat terkejut dan marah. Ia mencoba menenangkan istrinya dan mengatakan kalau ia akan segera pulang saat itu juga dan di perkirakan nanti malam sampai di ibukota.


Teguh juga menelepon pengacara handal untuk menangani masalah putrinya, karena ia akan segera berangkat ke ibukota.


.....


Berbeda dengan Yani dan keluarganya, Tiger sangat tenang saat ia bertemu dengan kepala kepolisian. Ia menyerahkan beberapa bukti lain tentang kejahatan Yani sebagai jaringan pemakai, pengedar narkoba kelas internasional dan juga kasus prostitusi.


Ia juga mengatas namakan keluarga Octavio yang memintanya untuk datang menemui kepala polisi. Tiger mengatakan kepolisian harus menghukum Yani tanpa melihat latar belakang keluarganya.


Tentu saja kepala polisi sangat paham dengan itu, ia tahu jika keluarga Octavio adalah orang berkuasa di negara ini. Dan lagi Yani memang benar-benar bersalah dan layak untuk di hukum.


Dengan bukti yang ada saja, Yani bisa di tuntut 40 sampai 50 tahun penjara atas perbuatannya. Baik itu pasal pembunuhan berencana, Pemakai atau pecandu narkoba, sebagai pengedar narkoba kelas berat dan juga sebagai orang yang terlihat dalam kasus prostitusi.


"Ini semua buktinya, anda tahu apa yang harus di lakukan bukan? Tuan muda tidak meminta anda berbuat sesuatu yang menyimpang. Justru ini adalah tindakan yang sangat benar untuk menghukum tersangka sesuai dengan hukum yang berlaku" ucap Tiger.


"Tentu tuan Tiger, saya akan menindak semua kejahatan yang di lakukan tersangka. Jangan khawatir, saya akan memastikan dia menerima hukuman yang seharusnya dan menderita di dalam penjara" ucop Kepala polisi.


"Bagus, saya akan menyampaikan hal ini pada tuan muda" ucap Tiger tersenyum.


Tugasnya sudah selesai, kini tinggal tugas Xena yang tengah mengotak-atik layar komputernya.


KLIK!!!


'Putri seorang pengusaha, di tangkap polisi atas tuduhan pembunuhan tabrak lari. Dari bukti yang di temukan, tersangka memang sengaja melenyapkan korban dengan cara menabraknya dengan mobil. Keluarga korban kini melaporkannya ke kantor polisi'


"Astaga siapa itu? Aku tidak tahu pengusaha yang mana yang memiliki putri seorang pembunuh"


"Cih, siapa pun tersangkanya, semoga polisi bertindak dan menghukumnya dengan adil. Jangan mentang-mentang dia seorang putri kaya raya, dia jadi seenaknya melenyapkan nyawa orang lain.


Setelah satu jam beruta lain muncul.


'Selain kasus pembunuhan yang di laporkan keluarga korban O pada Tersangka Y. Seiring investigasi Tim kepolisian yang menemukan bukti lain. Tersangka Y ternyata terbukti positif sebagai pengguna narkoba dan dirinya di temukan sebagai salah satu dari jaringan pengedar narkoba kelas internasional'


"Oh ya Tuhan, tidak cukup dengan membunuh orang, tersangka ternyata juga seorang kruminal kelas berat"


"Penjahat seperti ini harus di hukum seberat mungkin, kalau perlu hukum mati sekalian"


"Aku baru mendapatkan bocoran jika tersangka itu adalah putri satu-satunya dari keluarga Halim yang bernama Yani. Di ketahui Tersangka Y juga mengalami kecelakaan tabrak lari beberapa hari yang lalu dan kedua kakinya di amputasi"


"Ha-ha-ha ternyata karma berjalan dengan sangat baik. Sukurin!!!! Ia dengan membunuh orang lain dengan menabrak orang lain, ternyata Tuhan membalasnya ratusan kali lipat. Tuhan memang tidak pernah tidur"


Cuit warganet di media sosial.


Tak lama sekitar 30 menit setelah berita terakhir muncul. Berita terbaru muncul dan kembali menjadi booming dan trending!.


'Putri keluarga Halim di tangkap karena kasus pembunuhan dan narkoba. Tertangkap beberapa kamera sering menjajakan tubuhnya pada puluhan orang pria hidung belang dan juga gigolo. Di duga Tersangka Y juga terlibat kasus prostitusi. Lampiran video dan foto tersangka'


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, wanita ini benar-benar sudah rusak moralnya!"


"Benar-benar perusak moral generasi muda. Pak polisi tolong hukum dengan berat wanita murahan ini, jika tidak kami akan berdemo menuntut keadilan dan hukum yang berlaku"


"Aku setuju, hukum dia seberat-beratnya"


.....


Melihat berita yang beredar dan melihat reaksi publik, Xena tersenyum senang. Rencananya berhasil karena menggiring opini publik untuk menekan kekuasaan keluarga Halim.


Di tambah dengan kekuasaan keluarga Octavio, Keluarga Halim hanya bisa pasrah melihat putri satu-satunya mereka di hukum dengan berat.


Sedangkan dari pihak keluarga Halim juga sama menuntut Teguh untuk mundur dari posisinya sebagai ketua, karena kasus yang menimpa putrinya. Mereka sangat malu saat keluarga besar mereka menjadi bulan-bulanan publik.


Namun mereka hanya bisa berkoar, pasalnya 60 persen saham di Group Halim adalah milik Teguh, dan sulit melengserkannya dari posisi ketua saat ini.


Xena juga tidak peduli dengan masalah keluarga Halim seperti apa, karena ia hanya berfokus pada kasus Yani dan ingin Yani segera di adili.


...•••••...