
Mendengar Galang menjawab ponselnya Xena menghela nafas lega, ia tidak sabar menghujaninya dengan pertanyaan-pertanyaan yang terngiang di kepalanya karena panik dan cemas tentang keadaan kekasihnya itu.
"Hallo Galang, bagaimana keadaanmu, Ray dan kak Reno? Aku lihat di berita kalau kalian mengalami kecelakaan beruntun, apa itu benar? Apa Ray tidak apa-apa? Apa kalian terluka?" ucap Xena
"Xe tenang dulu oke, berita itu benar kami memang mengalami kecelakan...." ucap Galang terpotong.
"Astaga, bagaimana keadaan Ray, apa dia baik-baik saja?" ucap Xena sudah ingin menangis saat mengkonfirmasi jika kecelakaan itu benar adanya.
"Ray baik-baik saja, kami bertiga hanya mendapat luka ringan. Tapi tangan kiri Ray sendinya sedikit bergeser, jadi saat ini sedang dalam perawatan Dokter sekarang" ucap Galang.
"Ya Tuhan, aku akan ke sana kalau begitu. Kalian di rumah sakit mana? Kirim alamatnya padaku" tanya Xena
"Tidak perlu datang ke sini Xe, kami besok pagi akan pulang ke ibukota. Kalian bisa bertemu di ibukota besok" ucap Galang.
"Apa syutingnya sudah selesai?" tanya Xena
"Belum, hanya ada beberapa adegan lagi, tapi karena kecelakaan ini mungkin syuting akan di undur sampai Ray pulih. Ah iya, kamu menghubungiku karena tidak bisa menghubungi Ray bukan? Jangan khawatir, nanti aku akan meneleponmu saat Ray sudah bangun nanti, dokter bilang itu efek obat yang di suntikkan" ucap Galang.
"Memang di mana ponselnya, kenapa tidak aktif? Kenapa dia tidak memberitahuku?" tanya Xena.
"Teleponnya rusak saat membawa Ray ke rumah sakit ponselnya terjatuh dan keinjak orang banyak dan layarnya pecah. Sebenarnya Ray tidak ingin memberi tahumu jika ia mengalami kecelakaan, ia tidak ingin membuatmu khawatir" ucap Ray
"Dia itu ya, apa dia lupa kalau dia selebriti? Tentu saja berita kecelakaannya cepat naik ke media. Aku pasti tahu beritanya" ucap Xena
"Kamu kaya nggak tahu Ray Xe, ia takut kamu khawatir" ucap Galang.
"Hmm, bagaimana bisa terjadi kecelakaan?" tanya Xena.
"Itu karena ada mobil bermuatan Oli tergelincir dan terguling karena mengalami pecah ban, mobil di belakang tidak bisa menghindar karena kejadiannya sangat cepat. Mobil kita adalah mobil ke lima yang menabrak karena terkejut. Ray sedang tiduran di kursi belakang, karena terjadi benturan di depan dan di belakang. Ia terguling terjatuh ke sela bangku dan tangan kirinya terbentur dengan keras. Untungnya Ray kuat dan langsung bangkit meskipun merasakan tangannya sakit" ucap Galang
"Kamu dan kak Reno gimana?" tanya Xena
"Aku dan kak Reno baik-baik saja, cuma luka ringan kok" ucap Galang
"Syukurlah kalau begitu. Ya sudah kalau begitu biarkan Ray istirahat, tolong jaga dia ya Lang" ucap Xena lagi.
"Tentu, kau tidak usah khawatir" ucap Galang.
Setelah telepon terputus, Xena merebahkan dirinya di tempat tidur. Namun ia sama sekali tidak bisa tidur karenanya. Ia terus kepikiran dengan Ray meskipun Galang mengatakan Ray tidak apa-apa.
Xena ingin sekali berada di dekat Ray dan memantau keadaannya, tapi jarak mereka jauh saat ini dan Ray akan kembali ke ibukota besok, jadi dia mengurungkan diri datang ke sana.
Terlebih ia kepikiran dengan karyawannya yang ingin melakukan sabotase di restoran. Ia juga harus mengurusi hal penting itu, kalau tidak nama baik restorannya akan tercemar.
Untuk jalannya sidang Yani, Xena bisa menanyakannya ke Olive. Karena Olive datang sebagai korban di sana dan juga saksi di persidangan.
Sampai tengah malam Xena belum juga tidur, ia tidak bisa tidur karena memikirkan Ray. Ia tidak bisa tenang sampai ia melihat kondisi Ray dengan mata kepalanya sendiri.
Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, itu dari Galang. Xena langsung mengangkatnya, ia takut terjadi hal buruk dengan kekasihnya, terlebih ini sudah dini hari.
"Hallo Lang? Ada apa? Tidak terjadi sesuatu pada Ray kan? Ray baik-baik saja kan?" ucap Xena dengan khawatir.
"Sayang..." ucap seseorang yang Xena hafal sekali itu suara kekasihnya.
"Ray..." ucap Xena terkejut, namun ia tidak bisa menghela nafas lega saat mendengar suara Ray.
"Ini kamu kan Ray? Kamu tidak apa-apa? Apa yang sakit hiks... kau membuatku takut" ucap Xena tidak kuasa menahan tangisnya.
"Sayang aku tidak apa-apa, jangan nangis okay" ucap Ray dengan lembut.
Xena tidak menjawab, ia mengalihkan panggilan itu menjadi panggilan Video. Ia ingin melihat keadaan kekasihnya itu.
"Hiks..." Xena menangis lagi melihat kondisi Ray
"Sayang, aku nggak apa-apa jangan nangis. Aku akan sembuh dalam beberapa hari, maaf sudah membuatmu khawatir" ucap Ray dengan suara lembut dan juga senyum yang hangat.
"Apa itu sakit?" tanya Xena masih dengan sesenggukan.
"Sakit. Tapi tidak lagi setelah melihat mu" ucap Ray
"Keadaan seperti ini juga, kamu masih sempat menggombal" ucap Xena sedikit merasa lega mendengar gombalan Ray, itu artinya kondisi Ray tidak serius. Hanya persendian tangannya yang harus di lakukan perawatan yang ekstra.
"Aku mengatakan yang sebenarnya. Besok aku pulang" ucap Ray lagi
"Kamu akan pindah ke rumah sakit mana?" tanya Xena
"Kondisiku tidak harus di rawat inap sayang, hanya perlu kontrol setiap dua hari sekali" ucap Ray menjelaskan.
"Syukurlah, lalu kamu akan pulang ke mansion tua? Mansionmu atau apartemen?" tanya Xena.
"Aku akan pulang ke apartemen saja, tapi aku ingin kamu yang merawat ku" ucap Ray mengambil kesempatan.
"Baiklah, yang terpenting kamu harus sembuh. Nanti aku izin ke mama dan papa, biar aku mengurusmu nanti" ucap Xena.
"Tentu, terimakasih sayang" ucap Ray senang mendengar kekasihnya yang akan merawatnya di apartemen.
"Tidak perlu berterimakasih, kamu jam berapa pulang?" tanya Xena.
"Pesawat take off setengah 9 pagi, sampai airport ibukota jam setengah 10 pagi" ucap Ray
"Aku akan menjemputmu kalau begitu" ucap Xena
"Tentu, sayang kenapa kamu belum tidur?" tanya Ray
"Aku tidak bisa tidur" ucap Xena.
Ray merasa bersalah membuat kekasihnya khawatir, ia meneleponnya juga karena khawatir Xena tidak bisa tidur sebelum mendapatkan kabar darinya. Dan ternyata tebakannya benar.
Kalau ia menuruti ucapan Galang dan Reno mengabari Xena pagi, mungkin yang ada kekasihnya itu tidak akan tidur semalaman.
"Kalau begitu ayo tidur, istirahat sayang. Ini udah dini hari, jaga kesehatan kamu jangan sampai sakit dengan begadang" ucap Ray.
Xena mengangguk, sambungan teleponnya pun tidak di matikan karena Xena sudah terbiasa tidur dengan keadaan sambungan teleponnya menyala hingga pagi.
.....
Di sel tempat Yani di tahan, ia juga tidak bisa tidur, tubuhnya terasa sakit, ia juga tidak berani bersuara. Mengingat siang nanti adalah sidang perdana kasusnya, ia merasa tidak betah tinggal di sel.
Terlebih ia mengingat saat ia terus membuat ulah di lapas, ulahnya membuat semua orang di sana muak dan tidak peduli dengan keadaan dia yang berantakan sekarang atau cacat. Mereka memukulinya dengan keras di tempat yang tidak terlihat.
Mereka melakukan itu karena arahan dari polisi penjaga, yang sudah muak dengan tingkah Yani yang terus menerus membuat keributan di dalam sel.
Tidak ada cara lain untuk membuat Yani diam, jadi mereka memukulinya dengan keras.
Semua orang di sana heran dengan Yani, ia pikir wanita itu sudah tidak memiliki urat malu sama sekali. Ia berlagak berkuasa dengan kondisinya yang cacat, semuanya berpikir jika Yani memiliki tingkat halusinasi yang tinggi.
Dia menganggapnya sangat tinggi, bahkan dengan kondisinya yang seperti ini. Sungguh ironis.
...••••••...