
Melihat Xena yang diam saja tanpa mengucapkan satu kata pun. Di tambah suasana di sana menjadi sangat hening, Tiger menoleh ke yang lain. Ia heran mengapa Reno dan Galang mukanya tegang semua.
Gluk!
Tiger menelan salivanya saat melihat tatapan membunuh dari seorang Ray yang mengarah padanya.
Apa salahku? pikirnya heran
"TI-GER..." teriak Ray membuat semua orang menegang, sedangkan Xena terlihat terkejut melihat sisi Ray yang seperti itu, yang baru ia lihat.
"Siap Bos!" ucap Tiger spontan menjawab dengan keringat dingin di dahinya.
Selama ia bersama Ray, belum pernah ia lihat Bos nya semarah ini. Ia tidak tahu kenapa Ray seperti marah padanya.
"Astaga Tuhan, sebenarnya apa salahku?" gumam Tiger dalam hati.
"Beraninya kau menggoda pacarku, dan sekarang kau menggodanya tepat di depan matakuku. Kau pikir aku apa, kau ingin mati, Hah?" Bentak Ray marah kekasih nya di goda di depan matanya.
"Pacar Bos? Jadi si cantik itu ceweknya Bos?Mati aku...." gumam Tiger
"Ma-maaf Bos, aku nggak tahu kalau Nona ini pacar Bos" ucap Tiger meminta maaf.
Xena yang sedari tadi diam juga akhirnya mengerti kalau orang yang di banting ya di depan dan yang menggoda nya tadi adalah anak buah Ray.
"Kau menjanjikan cowo ini perempuan? Tadi dia bilang aku pesanan untuk dia? maksudnya apa Ray?" tanya Xena penuh selidik
Mendengar ucapan Xena, Ray langsung menurunkan emosinya. Ia menatap lembut kekasihnya, ia langsung menjelaskannya agar Xena tidak salah paham.
Hal itu sukses membuat Tiger melongo, tidak habis pikir dengan tingkah bosnya yang berubah 180⁰ di depan pacarnya.
"Jangan dengerin dia yang, dia memang biasa ngomong asal nyeplak. Aku nggak pernah janjiin dia. Dia ini playboy cap kadal, suka godain cewek cantik, jadi jangan percaya mulut manisnya itu" ucap Ray dengan lembut menjelaskannya pada Xena.
"Ya Tuhan, bos ternyata bisa bucin" gumam Tiger pelan, namun Xena masih bisa mendengar itu.
TAK!!!
"Awwwwsss...." ringis Tiger sambil mengusap kepalanya.
Pelakunya adalah Xena yang menjitak Tiger dengan sendok. Tiger yang merasakan sakit langsung mendongak dan menatap tajam ke arah Xena.
"Apa? Mau marah? Apa tadi bantingan ku kurang keras? Mau aku banting lagi? Atau sekali-kali mau aku kasih tendangan mautku ke wajah andalan mu dan juga adik kecilmu itu? Kalau mau coba, pasti rasanya enak coba sini!!" ucap Xena datar dan dingin, ia masih kesal dengan Tiger yang sudah berani menggodanya.
Mendengar tendangan maut ke adik kecilnya sontak membuat Tiger menutupi selang*angan nya yang tiba-tiba terasa ngilu karena sugesti yang di ucapkan Xena.
Bukan hanya Tiger, tapi yang lain juga merasakan ngilu di bagian bawahnya. Ia takut mereka kena juga.
"Astaga, Xena-ku ganas dan sadis ternyata, seram sih kalau marah" ucap Ray merasakan nyilu juga
"Nggak berani nona bos! Nggak berani!Maafkan saya soal tadi dan saat di depan tadi" ucap Tiger.
"Aku maafin, tapi kalau aku denger kamu goda cewe dan memanfaatkan gadis-gadis di luar sana apalagi main celap-celup. Percaya atau nggak aku potong milikmu menjadi daging cincang lalu aku buat jadi ham dan aku kasih makan buat kamu" ucap Xena lagi.
"Aduh nona bos, saya nggak sampe celap celup sumpah deh" ucap Tiger bergidik ngeri.
Ternyata nona Bos lebih ganas!
Xena hanya diam, ia kemudian menatap Ray yang ikut tegang dan memegang bagian bawahnya.
"Ah, nggak apa-apa sayang" ucap Ray tersenyum kikuk.
"Kamu takut?" tanya Xena menahan tawanya
"Nggak sayang, aku kan nggak mungkin celap celup sama orang lain selain kamu nanti saat kita udah sah. Jadi aku nggak yakut" ucap Ray mencoba tersenyum.
"Kirain takut" ucap Xena mengendikkan bahunya, rasanya enak juga menggoda kekasihnya itu.
....
Di rumah sakit, Yuri tengah berdebat dengan ibunya. Ibunya baru mengetahui jika anaknya bermain api dengan suaminya, dari berita yang baru saja ia baca. Maduri menangis pilu di sana.
"Kenapa kamu melakukan hal itu dengan papa mu?" ucap Maduri dengan air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Kenapa mama menyalahkanku atas semuanya. Mama pikir kenapa aku melakukan itu semua? Tentu saja itu karena mama" ucap Yuri marah tidak terima di salahkan.
"Kau mengatakan itu karena kamu tidak merasakan rasa sakit hatinya mama, saat tahu kamu bermain api dengan suami mama, papa kamu sendiri" ucap Maduri.
"Cih mama sok suci, mama pikir kenapa aku mau melayani suami mama itu, hah? Itu karena mama!!! Karena suami mama dia tahun lalu tahu jika dirinya ternyata mandul, jadi dia curiga aku bukan anaknya. Setelah rest DNA kami keluar, di sana hasilnya jelas, aku bukan anak papa. Papa marah karena tahu mamah selingkuh di belakangnya dan melahirkan aku. Papa merasa di khianati dan di manfaatkan, dia merasa rugi membesarkan aku dengan penuh kasih sayang dan harta melimpah. Jadi ia menuntutku untuk menemaninya tidur sebagai gantinya. Jika ada orang yang harus di salahkan itu adalah mama!!! Kenapa mama selingkuhi papa dan membuat aku mengalami semuanya" teriak Yuri menyalahkan semuanya pada ibunya.
"Hiks, maafkan mama Yuru. Ini kesalahan mama dulu saat baru menikah dengan papamu" ucap Maduri.
"Cih Alasan, aku benci mama!!" teriak Yuri keluar dari kamar rawat inap Hariawan.
Ia memang menyalahkan mamanya atas kejadian yang menimpanya. Namun di dalam hatinya ia juga menyalahkan dirinya sendiri. Meskipun awalnya ia terpaksa melakukan hubungan terlarang itu dengan papa sambungnya itu, tapi setelah berjalannya waktu ia juga ikut menikmatinya.
Tapi egonya mengalahkan semuanya, jadi ia merasa tidak bersalah dan menyalahkan itu semua pada mamanya.
...
Di rumah sakit yang sama dengan tempat Hariawan di rawat, Olive juga di rawat di sana. Kamar mereka berbeda lantai dan kelas, jadi mereka tidak tahu.
Olive yang membaca berita yang tengah trending merasakan tubuhnya sedikit bergetar saat melihat Video itu. Sepertinya traumanya kambuh lagi.
Melihat mamanya tengah santai melihat ponsel, Dengan tangan gemetar Olive mengirim pesan pada Xena. Karena hanya Xena yang bisa ia mintai tolong.
^^^💬Xe, bisa kamu ke sini? Tolongin aku, sepertinya traumaku kambuh. Badan aku tidak bisa berhenti bergetar, di sini ada mama. Aku takut mamah tahu dan khawatir tentang kondisiku -Olive^^^
....
Di XR Restaurant, Xena yang berada di antara para cowo itu terkejut saat menerima pesan dan membacanya. Xena langsung berdiri dan hendak keluar namun Ray menahannya dan menanyakan apa yang terjadi.
"Sayang hey mau kemana? Apa terjadi sesuatu?" tanya Ray
"Aku harus ke Rumah sakit, Ray. Olive membutuhkan aku sekarang" ucap Xena
"Aku akan mengantarmu kalau begitu" ucap Ray
Xena hanya mengangguk membiarkan Ray mengantarnya ke rumah sakit, saat ini ia sangat khawatir dengan keadaan Olive.
Bahkan mereka tidak sempat pamit dengan Reno dan kawan-kawan.
...•••••...