
Keesokan harinya Xena bangun meskipun hari masih gelap, ia mendapati ponselnya masih menyala dengan wajah Ray yang masih terlelap di sana. Ia tersenyum saat melihat kekasihnya itu tidak mematikan panggilan video nya sejak semalam mereka video call.
"Si bucin itu dasar" gumam Xena tertawa pelan.
Xena kemudian beranjak bangun untuk mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, ia mengambil ponselnya yang ia biarkan tergeletak di kasur.
Ia melihat Ray yang sudah terbangun dan menatap ponselnya tanpa mematikan panggilan Videonya.
"Kamu udah bangun?" ucap Xena.
"Hmm, pagi sayang. Kamu habis mandi ya? Cantik" ucap Ray tersenyum dengan suara serak khas bangun tidur.
"Pagi juga Ray. Iya, kamu nggak siap-siap ke lokasi?" tanya Xena.
"Aku ada take adegan siang nanti, jadi aku malas beranjak sekarang. Aku ingin melihat wajahmu, aku merindukanmu sayang, sungguh!" ucap Ray dengan tatapan penuh cinta.
Xena terkekeh, karena Ray mengatakan hal itu setiap kali mereka melakukan panggilan telepon.
"Kapan syutingmu selesai?" tanya Xena
"Mungkin sekitar 10 hari lagi. Sangat lama, aku tidak bisa membendung rasa rinduku padamu yang" ucap Ray memelas, ia menghela nafas berat.
"Sabar, hanya sepuluh hari. Setelahnya kamu libur kan sampai kita bertunangan. Hanya sebentar, bersabarlah" ucap Xena membujuk bayi besarnya itu
"Sepuluh hari itu lama sayang. Apa kau tidak merindukanku?" ucap Ray dengan raut wajah sedih.
"Omong kosong apa itu? Siapa bilang aku tidak merindukanmu?" ucap Xena.
"Habisnya kamu tidak pernah mengatakannya" ucap Ray
"Apa harus? Hah, aku merindukanmu Ray, tapi aku terlalu malu mengatakannya. Apa kamu puas sekarang" ucap Xena
"Katakan lagi" ucap Ray dengan senyum merekah di wajahnya.
"Aku merindukanmu" ucap Xena dengan wajah memerah, Ray yang melihatnya terkekeh gemas.
"Kenapa kau menggemaskan sayang, pengen rasanya aku segera halalin hari ini juga" ucap Ray terkekeh. Xena hanya membalasnya dengan senyuman.
"Kamu sudah rapih, mau kemana?" tanya Ray
"Mau sarapan, nanti aku mau ke Dealer mobil" ucap Xena
"Mau beli mobil? Kenapa nggak pakai mobilku aja, di mansionku banyak mobil, atau biar aku belikan yang baru nanti" ucap Ray.
"Nggak perlu Ray, aku bisa beli sendiri. Aku nggak mau repotin kamu" ucap Xena
"Repotin gimana sih yang, nggak lah. Aku minta Tiger beliin ya, kamu mau mobil yang seperti apa?" tanya Ray.
"Nggak Ray, aku pengen beli mobil dengan uangku sendiri. Jangan paksa aku ya, nanti kalau aku sudah jadi istri kamu, aku akan memakai uangmu dan aku akan menghabiskan uang yang kamu punya" ucap Xena.
Mendengar kata istri, Ray menahan senyum malu, ia memikirkan jika Xena juga sangat ingin menjadi istrinya.
"Ya sudah, kamu boleh beli sendiri. Nanti setelah kita nikah, pokoknya kamu harus pakai uang aku untuk apapun, jangan sungkan, Oke" ucap Ray tersenyum lebar.
Xena terkejut sebentar, ia tidak menyangka membujuk Ray akan semudah ini. Lalu tiba-tiba Xena ingat kalau kekasihnya ini level bucinnya sudah tidak bisa di ukur lagi.
.....
Untungnya pramuniaga di sana cukup ramah saat melayaninya, jadi ia cukup nyaman membeli di sana. Harga mobil itu cukup menguras kantong, Xena harus merogoh kocek 1,3 milyar untuk membeli itu.
Setelah mengurus dokumen pembelian, Xena meminta pihak Dealer untuk mobilnya di antar ke rumahnya. Sedangkan dirinya pergi ke restoran untuk mengecek keadaan di sana menggunakan taksi lagi.
"Nona" sapa Citra saat Xena baru sampai di sana.
"Ya, Citra ada apa?" tanya Xena
"Ada yang ingin saya bicarakan nona" ucap Citra.
"Kalau begitu ke ruangan ku saja" ucap Xena, ia melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja dan Citra mengikutinya dari belakang.
"Duduk dulu! Apa yang ingin di bicarakan?" tanya Xena.
"Begini nona, saya mendapat telepon dari pihak Hotel Amartha. Mereka ingin mengajukan kerja sama dengan restoran hotel mereka. Mereka juga mengatakan berniat untuk membeli saham XR Restaurant" ucap Citra
Xena mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Citra. Ia sama sekali tidak ingin bekerja sama dengan perusahaan lain, apalagi menjual saham restoran miliknya.
"Kenapa bisa pihak Hotel Amartha ingin mengakuisisi resto, aku tidak pernah berkata ingin menjual Restoran milikku" ucap Xena
"Saya juga tidak tahu nona, tapi jika tebakan saya benar. Kemungkinan pihak hotel merasa di rugikan, sejak Restoran kita buka telah merebut pelanggan potensial mereka. Apalagi restoran di selatan ibukota letaknya tidak jauh dari hotel Amartha di sana. Jadi mereka mengajukan ingin membeli saham restoran, dan mengakuisisi Resto kita" ucap Citra.
"Persaingan bisnis yang tidak masuk akal. Tolak permintaan mereka! Katakan padanya jika aku menolak menjual sahamku ataupun bekerja sama dengan restoran miliknya" ucap Xena serius.
"Baik nona, tapi bagaimana kalau mereka menggunakan trik kotor untuk membuat kita kesulitan?" tanya Citra khawatir.
"Tidak perlu takut, aku akan mengurus semuanya" ucap Xena tenang.
"Baik nona, saya permisi kalau begitu" ucap Citra kemudian keluar.
Setelah Citra keluar, Xena menyunggingkan senyumnya. Jika ada yang melihatnya pasti orang itu akan di buat merinding olehnya.
"Ada yang ingin bermain-main denganku rupanya" ucap Xena terkekeh
Ia kemudian membuka laptop miliknya yang ada di atas meja. Jemari lentiknya mencari informasi yang ingin ia ketahui, hanya butuh 5 menit saja, ia sudah mengetahui alasan mengapa Hotel Amartha ingin mengakui sisi Restoran miliknya.
Xena meretas semua data petinggi di hotel Amartha, ia mendapati banyak kelemahan di hotel itu bahkan catatan kotor di sana. Ini sangat mudah baginya untuk menjatuhkan Hotel Amartha dengan mudah, bahkan ia bisa melakukan nya dengan menutup matanya.
Namun ia tidak akan bertindak sebelum pihak dari sana bergerak duluan. Ia meretas semua alat komunikasi petinggi di sana, ia juga diam-diam meretas semua data dan alat komunikasi pekerja yang bekerja padanya termasuk Citra.
Bukannya tidak percaya, tapi dia mengantisipasi hal buruk apapun yang akan terjadi. Jadi dia bisa mencegahnya sedini mungkin, karena ia tahu berbisnis sangat sulit. Tapi ia akan menunjukan jika dia mampu sukses tanpa mengandalkan orang lain yang membantunya.
...••••••...
Untuk pembaca setia, Novel Xena akan update setiap hari jam 12 siang mulai hari ini🙏
Itu di karenakan Author menulis dua novel sekaligus, jadi Author membagi waktu untuk menulis keduanya.
Terimakasih sudah membaca dan mendukung semua karya novel Author, Cinta kalian banyak-banyak😘🤗
Jangan lupa like, komen, favorit, vote dan rate juga ya.
...••••••...