Xena

Xena
41. Jadian?



Menyusuri taman, Ray terus menggandeng tangan kekasihnya tak ingin lepas. Ia merasa sangat bahagia karena akhirnya Xena memberikan kesempatan membuka hati untuknya.


Sedangkan Xena hanya terdiam dan menahan senyum di wajahnya, entah keputusannya benar atau tidak. Tapi ia menikmati hari ini, bergandengan tangan seperti ini memberikan perasaan baru. Perasaan membuatnya nyaman dan tidak sanggup untuk menahan senyum.


Beruntung taman cukup sepi, jadi tidak ada yang menyadari jika aktor papan atas tengah berkencan di taman ini. Kalau tidak, mungkin berita di luaran sana akan heboh.


Tak terasa mereka berjalan sudah sampai di depan rumah Xena. Meskipun enggan berpisah, namun Ray harus pulang karena hari sudah larut malam.


"Hari ini terasa sangat cepat berlalu, aku masih sangat ingin bersamamu" ucap Ray


Mendengar itu Xena hanya terkekeh, tapi sebenarnya ia juga merasakan hal sama.


"Masih ada hari esok, Ray" ucap Xena


"Aku tahu, tapi aku masih enggan rasanya" ucap Ray lesu.


"Pulanglah, bukannya besok kau masih memiliki jadwal syuting" ucap Xena.


"Ya kau benar dan aku akan sibuk selama dua hari kedepan" ucap Ray cemberut mengingat jadwalnya yang penuh dua hari.


"Bukankah ini sudah resiko terhadap keputusan mu untuk masuk ke dunia hiburan? Maka lakukanlah sampai selesai, jangan berhenti di tengah jalan" ucap Xena


Ray tidak menjawab, ia hanya menarik Xena masuk ke mobilnya. Xena menatap bingung Ray yang menutup pintu dan masuk dari pintu kemudi.


Grep!!!


Ray memeluk Xena setelah di dalam mobil. Ia menghirup wangi shampo di rambut Xena yang menenangkan. Xena awalnya terkejut, namun ia kemudian memberikan pelukan balasan pada pria yang sudah resmi menjadi pacarnya itu.


"Aku tidak bisa memelukmu di luar, bagaimana jika papa dan mama mu tahu" ucap Ray, masih dengan memeluk Xena.


Xena hanya tertawa pelan mendengarnya


"Jadi peluklah aku sepuasmu dan lekaslah pulang. Kau harus istirahat yang cukup agar besok bisa bekerja dengan lancar dan dalam keadaan bugar" ucap Xena menepuk punggung Ray pelan.


"Baiklah, kamu juga istirahat. Aku pulang dulu, aku mencintaimu Xe" ucap Ray mencium kening Xena dalam.


"Aku tahu, kamu juga hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebutan" ucap Xena


"Iya sayang" ucap Ray yang membuat wajah Xena makin merah karena panggilan barunya itu. Ray merasa gemas sendiri melihatnya.


Setelahnya Ray ikut keluar dari mobil. Ia pun pamit dengan orang tua Xena lalu ia pulang dengan hati yang bahagia.


....


Di saat yang sama di tempat lain, seorang wanita yang terlihat sangat kesal dan marah karena kencan buta yang di janjikan oleh kakeknya gagal.


Ia pun menjadi nekad mengirimi pesan untuk wanita lain yang ia tebak sebagai kekasih dari pria yang ia sukai. Karena berita tentang hubungan pria itu tengah Viral di medsos.


"Sial! Padahal sedikit lagi aku bisa mendapatkannya. Memang apa kurangku dari pada wanita yang viral di sosmed itu?" teriaknya di dalam mobil.


"Kita lihat, apa kau berani mengabaikan ancamanku wanita j*Lang??!! Bagaimana pun Ray adalah milikku, Dia di takdirkan hanya menjadi pasanganku. Jadi tidak akan ku biarkan orang lain mendapatkan nya" ucap nya menyeringai setelah mengirim sebuah pesan.


Ia kemudian melajukan mobilnya menuju sebuah club' malam di daerah pusat kota. Setidaknya ia ingin mencari hiburan yang menyenangkan, untuk meredam amarah di hatinya.


....


Ray masuk ke dalam apartemennya dengan bersiul. Suasana hatinya dalam mood yang sangat baik. Galang yang melihat bosnya pulang dengan senyum di wajahnya mengerutkan keningnya heran.


Ia tahu jika Ray pulang dari lokasi langsung ke mansion. Jadi ia pikir, Ray senang karena sesuatu hal yang terjadi di mansion.


"Si*lan! Ogah banget kesurupan Mbah Kunti mansion" ucap Ray bergidik.


"Lah itu buktinya kenapa senyum-senyum sendiri? Jangan-jangan tuan besar buat kencan buta lagi ya buat kamu. Terus kamu malah kesengsem sama tuh cewe? Waaahhh parah kamu Ray, nggak inget sama Xena?? Kemarin aja bilang cinta dan serius sama Xena. Eh sekarang kapal oleng lagi lihat cewe yang bening. Aku aduin ke Xena nih, biar jangan mau kepincut sama buaya darat macam ka.... Aduuhh" oceh Galang. Ia teriak kerena kepalanya di timpuk pakai tas yang di bawa Ray.


"Sakit woy...!!!" teriak Galang mengelus kepalanya.


"Suruh siap itu mulut lemes kaya perempuan!" ucap Ray kesal.


Mood nya yang baik malah di buat kesal sama asistennya itu.


"Kan yang aku bilang kenyataan" ucap Galang.


"Kenyataan pala lu!!!" ucap Ray ngegas.


"Emangnya ada alasan lain yang bisa buat kamu senyum-senyum nggak jelas gitu. Ngeri Ray, cowo kulkas macam kamu tiba-tiba senyum-senyum gitu, kan takut saya liatnya" ucap Galang blak-blakan.


"Berisik ah..." ucap Ray kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Aku penasaran, siapa cewe yang di kenalin kakek kamu sampai-sampai bisa geser Xena yang cantik itu dari hati kamu. Kalau nggak Xena buat aku aja ya Ray, udah cantik, baik, pinter masak. Istri idaman banget pengen aku..." ucap Galang terhenti saat melihat tatapan tajam penuh dengan aura membunuh Ray.


GLEK!!!


Galang menelan salivanya susah payah.


"Berani kamu hah?? Jangan sekali-kali dekati atau membayangkan kekasihku Lang!!! Atau, Kraakkk, adikmu itu aku potong menjadi beberapa bagian!" ucap Ray memperagakan memotong sesuatu.


Mendengar itu Galang otomatis merapatkan kakinya, bagian bawahnya terasa nyilu membayangkan adiknya di potong kayaknya sosis potong.


"He-he, becanda Ray. Kamu itu terlalu serius ih, lagian kan Xena itu bukan milik siapa-siapa, udah di cap hak milik aja" ucap Galang.


"Kita sudah jadian" ucap Ray


"Tuh kan apa lagi kamu bilang baru jadian sama si Xe... WHAT??? Jadian??? Kamu sama Xena, pacaran gitu???" ucap Galang terkejut saat menyadari kata-kata Ray.


"Ya" ucap Ray singkat


"Kok bisa??? Kapan jadiannya?" tanya Galang setengah tidak percaya


"Ya bisa lah. Baru sejam yang lalu!" ucap Ray


"Sejam yang lalu? Bukannya kamu pergi ke mansion? Kok malah jadian sama Xena, gimana ceritanya?" tanya Galang.


"Aku cuma mampir sebentar di mansion, terus pergi lagi buat ketemu sama Xena dan makan malam sama keluarganya. Jadi, hilangin tuh pikiran ngawurmu soal Kunti mansion atau Kunti manapun. Karena seumur hidupku, hanya Xena wanita satu-satunya" ucap Ray


"Iya deh, kan tadi cuma bercanda. Dasar kulkas bucin" ucap Galang berdecih.


"Aku ke kamar dulu mau mandi, Gerah. Kalau Gilbert sudah datang suruh dia masuk dan tunggu sebentar" ucap Ray kemudian beranjak ke kamarnya.


Mendengar nama Gilbert, Galang menelan salivanya kasar. Tiba-tiba saja bulu kuduknya berdiri.


"Wah-wah, siapa yang berani mengusik singa jantan yang sedang tertidur. Sepertinya ada yang tidak sabar bertemu malaikat kematian" gumam Galang bergidik.


...•••••...