Xena

Xena
119. Kesempatan & Pertunangan Ray-Xena



Setelah menunggu 15 menit, terlihat sepasang pria dan wanita datang dengan terburu-buru. Mereka terlihat sangat cemas, dan dapat di tebak jika keduanya adalah orang tua Lily, karena wajah wanita itu mirip dengan Lily. Di belakang keduanya ada seorang wanita yang kemungkinan adalah pengasuh Lily.


"Lily, sayang!!" teriak wanita yang tak lain adalah mama-nya itu.


"Mama..." teriak Lily langsung berlari dan memeluk mama-nya.


"Ya Tuhan, sayang. Syukurlah kamu tidak apa-apa?" ucap mama Lily dengan meneteskan air matanya.


Kedua orang tua Lily di beritahu oleh pihak keamanan apartment jika anaknya sudah di temukan. Mereka juga mengatakan jika ada sepasang kekasih yang mengantar Lily ke sana.


Saat mengetahui jika yang membawa pulang anaknya adalah Vano, papa Lily yang tak lain adalah direktur pemasaran di Dirgantara Group. Jadi sudah pasti ia mengenali Vano.


"Terimakasih sudah menolong anak saya, tuan Vano dan nona" ucap papa Lily dengan tulus.


"Jadi Lily adalah anakmu, pak Egi?" tanya Vano yang juga terkejut melihat direktur pemasaran di perusahaannya.


"Benar Tuan" ucap Egi.


"Lain kali kalian harus menjaga Lily dan kalian harus lebih teliti lagi mencari pengasuh anak. Jaman sekarang banyak modus penculikan anak yang di lakukan oleh orang-orang terdekat" ucap Vano melirik ke arah wanita yang tengah berdiri gemetar di sana.


"Maksud anda Tuan?" tanya Egi


"Periksa CCTV yang ada di taman sebelah, Lily mengatakan ia di bawa orang-orang itu saat ia bermain di sana saat ia bersama dengan ncusnya. Pasti anda mengetahui sesuatu jika di selidiki lebih dalam" ucap Vano


BRUK!!!


Tiba-tiba saja pengasuh Lily berlutut dan memohon ampun, karena ia tahu niatnya sudah terbaca oleh Vano jadi ia tidak bisa mengelak.


Jelas Vano sangat paham dengan gerak gerik pengasuh Lily. Bukan perkara mudah menjadi CEO dan juga mengelola perusahaan besar seperti Dirgantara Group.


Ia harus bisa menganalis setiap gerak gerik mencurigakan dan bertindak cepat. Kalau tidak, perusahaan bisa hancur di tangannya, karena di gunakan oleh bawahannya secara semena-mena. Karena itu, jelas ia melihat ada yang salah dengan pengasuh Lily dalam sekali lihat.


"Maafkan saya tuan, nyonya. Saya khilaf, tolong jangan laporkan saya ke polisi" ucapnya.


Egi dan istrinya langsung menyadari semuanya, ternyata itu skema dari pengasuhnya putrinya sendiri.


PLAK!!!


Tamparan mendarat di pipi pengasuh Lily.


"Aku tidak menyangka kamu akan berbuat hal seperti ini Duni!" teriak mamah Lily.


"Kenapa kau melakukan ini pada putriku?" tanya Egi menahan amarahnya, dapat terlihat dari giginya yang gemertak dan juga telapak tangannya yang mengepal.


"Maaf tuan, sa-saya hanya merasa kesal karena nona Lily tidak bisa diam. Ja-jadi saya ingin membuatnya sedikit takut" ucap Duniati, pengasuh Lily dengan menunduk.


Memang Lily merupakan anak yang sangat hiperaktif, dia tidak bisa diam kecuali ia tidur. Bahkan di sekolah ia sangat aktif bertanya pada gurunya, hal itu yang membuatnya cepat menyerap apapun yang ia lihat. Termasuk adegan percintaan di sinetron yang sering di lihat pengasuhnya saat di rumah.


"Sungguh alasan yang tidak masuk akal!! Apapun itu, kamu tetap mempertanggungjawabkan semua tindakan kamu. Mah, kamu hubungi polisi, biar polisi yang menyelidiki dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku" teriak Egi marah


"Iya pah" ucap mama Lily.


"Tidak! jangan! Maafkan aku tuan, nyonya" teriak pengasuh Lily. Ia berusaha untuk kabur, namun penjaga keamanan di sana dengan sigap menahannya.


Tak lama kemudian polisi datang membawa pengasuh itu pergi, ia memberontak meminta maaf, namun ia tidak di gubris sama sekali.


Vano dan Arsy juga pulang saat masalah itu sudah selesai. Egi dan keluarga mengucapkan terimakasih berkali-kali pada mereka.


....


Di dalam mobil keduanya diam saja, namun Vano menghela nafas dan berinisiatif untuk memulai percakapan.


Arsy terkejut mendengarnya, namun ia berusaha tetap tenang meskipun ia sedikit senang karena Vano tidak sedingin saat pertama kali mereka bertemu sapa di restoran.


"Hmm, aku juga minta maaf sudah mengabaikan kak Vano belakangan ini. Karena aku pikir kakak tidak ingin dekat denganku" ucap Arsy jujur.


"Ah ya, itu...." ucap Vano merasa tidak enak


Suasana kembali hening lagi, mereka bingung mau membicarakan tentang apa. Setidaknya keheningan itu berlangsung cukup lama.


"Ar..." ucap Vano


"Ya" jawab Arsy


"Aku ingin mengejarmu, apa kamu keberatan?" ucap Vano dengan serius.


Ucapan Vano jelas membuat Arsy terkejut, ia sangat ingat beberapa waktu lalu Vano masih bersikap dingin padanya dan masih mencintai Xena. Kenapa sekarang Vano ingin mengejarnya?


"Aku tahu kamu kaget, aku tidak main-main dengan ucapanku. Jujur saja, aku belum tahu perasaanku padamu ini cinta tau hanya sekedar tertarik. Tapi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengenal kamu lebih dalam" ucap Vano lagi.


Arsy bingung harus menjawab apa, jadi dia diam saja. Ia sendiri tidak tahu kenapa kupu-kupu di perutnya kembali berterbangan menggelitiknya sangat menyenangkan.


Ia ingin percaya namun ia juga takut untuk memulai suatu hubungan. Karena ia juga belum tahu apakah perasaannya ke Vano masih tersisa di hatinya.


"Kamu tidak mau ya? Hah, sepertinya aku akan mengalami patah hati yang kedua kalinya" ucap Vano menghela nafas.


"Apa aku harus menjawab? Bukankah jika ada pria yang ingin mengejar wanita harus berjuang lebih dulu? Apa tidak bisa membuktikan ucapannya dengan tindakan? Atau hanya seperti itu saja dan langsung menyerah sebelum berjuang?" ucap Arsy


Mendengar itu Vano menoleh ke arah Arsy, ia tersenyum, ternyata kesempatan itu masih ada. Ia hanya butuh waktu untuk membuktikan perasaannya.


"Aku akan melakukannya dengan baik, aku harap kamu tidak menjauhiku setelah ini. Aku harap kita berdua di takdirkan menjadi pasangan di masa depan" ucap Vano tersenyum.


.....


Ballroom Hotel Okta


Suasana di Hotel Okta sangat ramai, malam ini pertunangan Ray dan Xena di gelar. Meskipun hanya mengundang keluarga terdekat saja, tapi tetap saja banyak.


Tamu undangan yang datang sekitar seratus orang. Mereka adalah keluarga besar Octavio dan keluarga Yaksa. Selain itu juga para sahabat datang untuk menyaksikan momen Ray mengikat Xena dalam ikatan pertunangan.


Mereka semua belum termasuk lima puluh anak yatim piatu yang di undang juga untuk datang.


Acara itu tertutup, tidak ada yang tahu, bahkan media pun tidak di undang.


Ray sangat antusias menatap Xena dengan penuh cinta, ia terpesona melihat betapa cantiknya Xena dengan balutan Gaun yang ia pilih. Kalau bisa ingin sekali ia menarik Xena untuk menikah sekarang juga.


"Kamu sangat cantik" ucap Ray berbisik saat keduanya duduk beriringan.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Xena memerah malu.


"Tentu, aku sangat menyukainya sayang. Kau membuat ku jatuh cinta setiap harinya dan semakin besar cinta yang bertumpuk di hatiku" ucap Ray


"Ekhhmmm.... Jangan bermesraan, inget banyak orang" ucap Kakek Reksa


Semua orang terkekeh mendengar itu.


Akhirnya proses pemasangan cincin di mulai. Ray memakaikan cincin itu pada jari manis Xena, begitu pun sebaliknya. Tepuk tangan segera menggema di seluruh penjuru Ballroom.


...••••••...