
Mereka berempat menikmati sarapan yang mana adalah sarapan yang masak Xena secara khusus. Kakek Reksa dan Kepala pelayan Deni sangat terkejut saat mencicipinya, rasa masakan itu yang begitu lezat.
Itu menambah point plus untuk Xena sebagai calon cucu menantu idamannya. Tak sungkan Kakek Reksa memuji masakan Xena, Xena yang di puji hanya mengucapkan terimakasih. Ia bersyukur dan berterima kasih dengan ingatan Vierra dalam tubuhnya.
Setelah sarapan, mereka duduk di Sofa tamu berbicara satu sama lain. Xena masih saja tegang di hadapkan dengan kakek Reksa. Bagaimana pun, orang tua yang duduk depannya adalah orang paling kaya di negara ini, bagaimana ia tidak gugup?
"Xena, berapa umurmu sekarang?" tanya kakek Reksa.
"20 tahun, bulan depan baru 21 tahun kek" ucap Xena.
"Kamu masih muda, tapi hanya selisih dua tahun dengan Ray. Kakek lihat banyak gadis di usia yang sebaya denganmu sudah menikah. Apa kamu mencintai Ray, Xena?" tanya Kakek Reksa.
"Kenapa kakeknya Ray terus menerus mengatakan tentang menikah? Aku harus jawab apa?" gumam Xena dalam hati.
"Apa maksudmu kek, tentu saja Xena mencintaiku. Kita saling mencintai, jika tidak mengapa kita pacaran" ucap Ray
Ia takut Xena merasa terbebani karena ucapan kakeknya. Karena Ray juga tahu jika Xena belum sepenuhnya membuka hati untuk dirinya. Jadi ia takut Xena nantinya akan menjauhi nya.
"Lalu bagaimana dengan keseriusan hubungan kalian. Apa kamu tidak serius dengan Xena? Apa kamu tidak berencana menikahi Xena, Ray?" tanya Kakek Reksa
"Omong kosong! Aku sangat mencintai Xena, tentu saja aku akan menikahinya. Hanya dia satu-satunya gadis yang aku inginkan" ucap Ray terprovokasi ucapan kakeknya.
"Kalau begitu kakek akan melamarnya untukmu. Apa ada yang salah?" ucap Reksa
"Tapi kita masih muda kek, Xena juga belum siap menikah. Berilah kami waktu" ucap Ray yang menggenggam tangan Xena yang sudah keringat dingin.
"Heh bocah nakal, kamu nggak takut keduluan orang lain? Lihat pacarmu, dia cantik, pintar masak dan sangat lembut. Kau pikir cowok di luaran sana tidak tertarik dengannya. Kakek yakin, banyak cowok yang mengantri untuk melamar Xena dan menjadikannya istri masa depan. Kamu mau hal seperti itu terjadi hah?" ucap Kakek Reksa.
Mendengar itu, Ray teringat Vano ia merasa sangat kesal. Bukan tidak mungkin laki-laki itu merebut Xena dari dirinya. Bisa jadi juga banyak pria lain selain Vano yang menginginkan gadisnya.
Itu tidak boleh terjadi!
"Tentu saja tidak! aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil gadisku. Xena hanya milikku" ucap Ray
Xena yang mendengar obrolan kedua laki-laki beda usia ini, menghela nafasnya panjang. Namun di satu sisi, Xena meyakini jika keduanya saling menyayangi meskipun selalu beradu argumen.
"Kakek, Bukannya mau menolak atau tidak mencintai Ray. Aku memang belum siap menikah saat ini, aku masih ingin kuliah. Bisnis yang mulai aku rintis juga baru seumur jagung, aku takut aku tidak sepadan dengan keluarga kalian. Jadi biarkan aku berjuang sedikit lagi, agar aku merasa pantas bersanding dengan Ray suatu hari nanti" ucap Xena membuka mulutnya.
Mendengar itu Kakek Reksa dan Ray tertegun. Memang benar jika Xena masih kuliah saat ini, namun tidak ada masalah dengan itu. Saat mendengar kata-kata Xena yang ingin berjuang agar pantas bersanding dengan Ray.
Sedangkan Kakek Reksa, ia menambah point plus satu lagi untuk Xena. Ia sekarang benar-benar yakin jika Xena adalah pilihan yang cocok untuk cucunya. Jadi ia tidak mungkin melepaskan kandidat terbaik calon cucu menantu masa depannya.
"Ada sedikit salah paham di sini, mari kita luruskan dulu" ucap Kakek Reksa, yang sukses membuat kedua pasangan sejoli itu mengerutkan kening heran. Apa lagi yang akan di bicarakan kakeknya itu.
"Kakek tidak memaksa kamu untuk menikah saat ini Xena. Kakek hanya ingin mengikat kamu sebagai calon cucu menantu keluarga Octavio. Kakek ingin menemui orang tuamu sebagai tanda jika keluarga kami terbuka dan merestui hubungan kalian berdua. Bisa di katakan ini adalah pertunangan secara lisan dan hanya menunggu pesta pertunangan secara resmi saja untuk mengikat kalian" ucap Kakek Reksa.
"Tapi, keluargaku bukan dari keluarga orang terpandang Kek" ucap Xena lirih, ia merasa rendah diri karena status keluarga Octavio.
Meskipun ia lebih dari mampu untuk menghasilkan uang dari otak cerdasnya dan juga bakat yang di tinggalkan Vierra. Namun tetap saja keluarga Octavio adalah level puncak Piramida kekayaan di negara ini. Apa dia sanggup?
"Keluarga Octavio sudah sangat kaya, jadi kita tidak membutuhkan keluarga kaya lainnya untuk memperkuat keluarga kita" ucap Kakek Reksa dengan tegas dan jujur.
"Asal kamu tahu anak manis, Jujur saya sudah sering menjodohkan cucu nakal ku ini dengan anak orang kaya, model, anak kerabat atau lain sebagainya. Namun ia selalu berakhir di tolak mentah-mentah, sampai akhirnya ia mengatakan jika ia punya kekasih dan mengatakan ia sangat mencintainya dan wanita itu tidak lain adalah kamu" ucap Kakek Reksa lagi
Xena yang mendengar itu terkejut, sedangkan Ray hanya diam kesal karena kakeknya membeberkan semuanya pada kekasihnya. ia tidak ingin Xena salah paham, karena dirinya selalu di dekati wanita tidak jelas karena upah Kakek nya.
"Jadi hanya dua hal jika ingin masuk ke keluarga Octavio. Pertama mendapatkan Restuku, kedua mendapatkan cinta dari cucuku. Dan dua hal itu, kamu sudah mendapatkannya, jadi apa yang membuat kamu ragu dan tidak menerima ini?" ucap Kakek Reksa.
Xena terkejut mendengar Kakek Reksa memberikan restu padanya untuk berhubungan dengan Ray. Jadi apa ia akan menjadi tidak tahu diri dengan menolak niat baik darinya.
Ia tertunduk dan memejamkan mata sejenak, ia tidak tahu harus berbuat apa. Jujur ia senang sekali, ia amat bersyukur Tuhan memberikannya jalan yang mudah dan memberikan seorang laki-laki seperti Ray dan keluarganya. Yang menerima dirinya apa adanya.
"Bagaimana anak manis?" tanya Kakek Reksa.
"Apa ada alasan lagi untuk aku menolak kek? Aku menyerahkan semuanya pada kedua orang tuaku nantinya" ucap Xena membuat Ray terkejut.
Bukankah itu berarti Xena-nya setuju untuk di ikat? Apa dia mimpi?? Sungguh saat ini Ray ingin berteriak sekencang-kencangnya, dan mengatakan jika ia mencintai Xena dan akan membahagiakannya seumur hidupnya.
Ray menatap Xena yang tersenyum lembut padanya, Ray menggenggam tangan Xena. Dengan tatapan matanya saja, Xena yakin jika Ray sangat bahagia saat ini.
Semoga keputusannya tidak salah, lagian ini hanya mengikatnya secara lisan. Ini masih jauh dari pertunangan resmi apa lagi pernikahan jadi ia tidak masalah.
"Kalau begitu, Sabtu malam kakek akan datang ke rumahmu" ucap Kakek Reksa membuat Xena membulatkan matanya.
Sabtu malam, itu adalah lusa. Kenapa begitu cepat?
...•••••...