Xena

Xena
80. Kehancuran Keluarga Brahma



Xena menatap layar ponselnya yang baru saja di nyalakan, setelah seharian tidak ia buka ponselnya itu dan sibuk dengan kelasnya Samapi siang tadi.


Baru saja ponselnya di aktifkan, ratusan panggilan tidak terjawab terlihat di sana. Siapa lagi orangnya kalau bukan kekasih tercintanya yang menelepon seperti orang gila.


Xena terkekeh melihatnya, ia membayangkan bagaimana uring-uringannya Ray saat ia tidak bisa di hubungi.


Xena tidak langsung menghubungi Ray setelah tahu itu, tapi ia melihat berita yang baru beberapa menit lalu di post dan booming. Berita itu muncul di notifikasi jadi Xena tahu dan ternyata berita itu tentang runtuhnya keluarga Brahma.


Xena membuka berita pertama yang mana itu sebuah artikel yang melampirkan Video. Fakta tentang Yuri yang sebenarnya bukan putri kandung keluarga Brahma juga terkuak.


Di sebuah artikel di tuliskan jika James Brahma, yang di ketahui sebagai ayahnya Yuri ternyata bukan ayah biologis nya. Di sana di lampirkan hasil cek kesehatan dan James di nyatakan mandul dan tidak mungkin memiliki anak. Yang berarti fakta ibu Yuri berselingkuh juga terkuak.


Yang lebih mengejutkan, di Video yang beredar ada tiga Video. Yang pertama adalah Video Yuri yang pecah per*wan dengan James, itu terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. Video kedua Yuri bersama James di tempat dan waktu berbeda lainnya yakni dua bulan yang lalu. Dan yang ketiga Video Yuri saat di gang bang 8 orang oleh orang suruhannya yang harusnya mengerjai Xena.


Tentu saja hal itu mengejutkan semua orang, tentang betama murahnya Yuri.


Berita lainnya muncul kasus pencucian uang yang di lakukan oleh James dan kakak James yaitu Irwan. Kedua kakak beradik itu menggelapkan uang perusahaan milik ayah mereka.Hingga terlibatnya perusahan Brahma Group dengan sindikat perdagangan manusia selama di pimpin oleh Irwan sebagai CEO dan James yang sebagai Direktur keuangan.


Tim investigasi menangkap seluruh anggota keluarga Brahma yang terlibat penggelapan dan kasus Human trafficking Kecuali Hariawan, Yuri dan Maduri ibu dari Yuri.


Saham perusahaan pun anjlok hingga Failed dan bangkrut dalam hitungan menit, Hariawan yang menyaksikan keluarganya hancur dadanya terasa sakit. Ia mengalami serangan jantung dan saat ini terbaring koma di rumah sakit.


Yuri juga di buli habis-habisan, oleh tetangga, teman-teman dan juga netizen di internet. Bahkan kini Yuri dan Maduri ikut ke rumah sakit menemani Hariawan. Karena mereka di usir oleh orang-orang di kompleknya dan lagi rumah Hariawan akan di lelang karena berhutang pada Bank.


"Wah, Ray lumayan gerak cepat juga. Ia memilih ku ternyata dan tidak sungkan menghancurkan keluarga Harian tanpa tersisa" ucap Xena tersenyum


ia tidak mempedulikan Yuri yang tidak terluka, karena luka mental lebih dahsyat di banding luka secara fisik. Ia akan lihat bagaimana Yuri menghadapi gunjingan semua orang, pastinya ia dalam keadaan tertekan karena di buli banyak orang.


....


Tok! Tok!


Pintu ruangan kerja Xena di ketuk, ia melihat Citra masuk dan memberi tahu jika Ray ada di sini.


"Ray di sini?" ucap Xena terkejut.


"Ya nona, tuan muda dan teman-temannya ada di VIP nomor 2" ucap Citra.


"Hmm, biarkan saja kalau begitu, lalu apa lagi?" tanya Xena.


"Saya membawa laporan restoran Minggu ini nona. Kalau begitu saya permisi ke depan dulu karena banyak pelanggan, nona" ucap Citra.


"Hmm silahkan, terimakasih" ucap Xena


"Sama-sama nona" jawab Citra laku keluar ruangan.


Xena membiarkan laporan itu di atas meja, ia mengalihkan tatapannya ke ponselnya. Ia memutuskan untuk menelepon Ray.


....


Tiger mengerutkan keningnya, pasalnya ia ingat jika bos nya itu tidak pernah membuat ponselnya berdering. Ia selalu membuat ponselnya itu Silent atau mode getar.


Mendengar bunyi ponselnya, Ray langsung meletakan sendok dan buru buru melihat ponselnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Hallo sayang" ucap Ray semangat, membuat Tiger yang mendengarnya tersedak.


Ray dan Galang hanya menahan tawa saat melihat Tiger tersedak karena kaget, melihat hal yang tidak terbiasa di lakukan oleh Ray.


"Minum!" ucap Reno menyodorkan minum ke arah Tiger.


Setelah minum Tiger menatap ke arah Reno meminta penjelasan, namun Reno hanya mengangkat bahunya tidak berkomentar apa-apa.


"Hallo, kamu ada di restoran?" ucap Xena yang hanya di dengar Ray dan yang lainnya tidak bisa mendengar suara Xena


"Hmm, aku baru sampai ibukota dan baru makan siang. Kamu sudah nggak marah lagi yang?" tanya Ray lembut, membuat Tiger lagi-lagi menjatuhkan rahangnya saking terkejut melihat perubahan Ray dan sejak kapan Ray berbicara dengan lembut?


Reno bagaimana pun sudah tidak bisa lagi menahan tawa melihat ekspresi si biang kerok Tiger, ia kemudian keluar dari ruangan dan tertawa sepuasnya di sana.


"Hmm, apa kamu mau aku marah lagi? Kalau gitu..." ucap Xena terpotong


"Jangan sayang, jangan marah lagi ya, kan aku udah selesain masalahnya. Aku minta maaf nggak menyadari masalah yang datang, kedepannya aku akan memperbaiki semuanya. Kamu nggak tahu kan aku jadi nggak bisa fokus dan betapa takutnya aku kalau kamu pergi, aku kepikiran yang" ucap Ray


"Hmm, ya sudah aku akan ke tempatmu sekarang kalau begitu. Aku matiin dulu, mau ke toilet dulu" ucap Xena lalu mematikan teleponnya


Mendengar itu Ray senang jika kekasihnya tidak lagi marah dan akan datang menemuinya.


Ray lalu menatap heran ke arah Galang yang menunduk menahan tawa, melihat Reno tidak ada di sana dan juga ekspresi aneh Tiger yang melihatnya.


"Lihat apa kamu?" ucap Ray datar dan menatap tajam Tiger.


Mendengar suara datar dan tatapan tajam itu Tiger sadar. Ia kemudian membenarkan posisi duduknya dan menggelengkan kepalanya.


Meskipun ia suka merepotkan Ray dengan tingkah absudnya, namun Tiger menghormati bosnya meskipun kadang ia berlaku semaunya dan sulit di atur.


Tak lama Reno datang dan kembali duduk, perutnya terasa sakit saat tertawa dengan puas tadi.


Mereka melanjutkan makan kecuali Ray yang menunggu Xena datang, 5 menit kemudian pintu ruangan di buka dari luar. Xena masuk dan mengerutkan kening saat melihat Tiger.


Tiger yang melihat Xena datang dan duduk di samping Ray tersenyum sumringah.


"Hei Cantik, kamu menyusulku kemari? Apa kamu menyesal sudah menolakku barusan? Ah atau kamu meminta maaf karena membanting ku, Ngomong-ngomong jangan duduk di sana, dari pada di usir nantinya. lebih baik duduk di sini di sampingku. Atau jangan-jangan kamu wanita yang di siapkan bos untukku ya" ucap Tiger tersenyum dan memainkan matanya ke arah Xena


Mendengar itu Reno dan Galang terkejut dan menegang. Sedangkan Tiger tidak menyadari akan datangnya bahaya yang berada tepat di depannya.


...•••••...