
Vano mengendarai mobilnya dengan santai, kini keduanya sudah sampai di kediaman Perdana. Arsy pun mengajak Vano untuk singgah dan keduanya kini berada di gajebo samping mansion Keluarga Perdana.
Arsy pun meminta ART di sana menyiapkan minuman dan juga camilan. Keduanya pun menikmati momen berdua, mengobrol tentang cinta mereka sembari menunggu kabar dari Tiger tentang orang-orang Dicky.
Berbeda dengan Vano dan Arsy yang tengah asik menikmati waktu berdua, Olive terlihat tegang saat melihat kekasihnya turun dari mobil dan menghajar seseorang yang tak lain adalah Dicky.
Sedangkan anak buah Dicky semuanya sudah tergeletak karena sudah di kalahkan oleh anak buah Tiger.
"Siapa kamu?" ucap Dicky menahan rasa sakit di wajah dan tubuhnya yang terkena pukulan keras.
Ia tidak mengenali Tiger kerena Tiger saat ini tengah menggunakan masker dan juga menggunakan softlens.
Kenapa ia menggunakan softlens? Itu karena warna bola mata Tiger sangat khas, ia memiliki bola mata amber yang tajam. Dan semua orang di dunia bisnis tahu Tiger yang merupakan orang kepercayaan putra mahkota keluarga Octavio.
Karena di sini Tiger bukan sebagai anak buah Ray, tapi sebagai orang dari Xena. Ya, Xena yang memintanya untuk menggunakan identitas dirinya untuk melawan Dicky saat ini.
"Kau tidak mengenalku, tapi kau mengenal bos ku" ucap Tiger dengan merubah suaranya.
"Siapa bos mu? Kenapa kalian menyerang ku? Aku tidak pernah berurusan dengan bosmu atau orang lain" tanya Dicky yang seolah tidak mengerti mengapa dirinya di seret dan di pukuli.
"Ah kau sungguh tidak pandai berbohong tuan Dicky, aku tahu mereka semua anak buah kamu. Kenapa aku memukulmu? Jelas karena kamu yang memulainya lebih dulu dengan mengirim mereka untuk menjebak nona Arsy. Kau mencari masalah dengan orang yang salah kali ini, jangan pernah menyentuh orang-orang terdekat bos ku jika kau tidak ingin terima akibatnya" ucap Tiger lagi
"Si*lan!!! Siapa memangnya bos mu? Jangan kira aku akan diam saja setelah aku di pukuli begini, aku akan membalasnya!" ucap Dicky yang sudah tidak lagi berpura-pura.
"Uuhh takuuutt, ha-ha-ha... Baiklah jika kau penasaran dengan bos ku, aku akan memberitahumu siapa dia. Kebetulan bosku memiliki beberapa kata yang ingin di sampaikan untuk bosmu tuan Dicky" ucap Tiger
"Bos ku bilang... Sampaikan pada tuan-mu Zico bilang padanya, jangan pernah mengejarku atau menemui ku lagi. Karena jujur aku tidak menyukai dia dan aku benci pria yang suka mempermainkan wanita termasuk kamu. Meskipun para wanita itu dengan suka rela naik ke ranjangmu, tapi itu mereka bukan aku, aku sama sekali tidak tertarik padamu.
Bukan kah kau sudah tahu aku sudah memiliki kekasih yang aku cintai, dan aku katakan padamu. Aku tidak suka kau menyentuh sahabat dan orang-orang terdekatku! Aku lepaskan kamu kali ini, tapi jangan harap di lain kesempatan aku akan berbaik hati melakukan hal yang sama.
Jauhi aku dan carilah wanita lain yang lain yang juga menyukaimu dengan tulus dan itu bukan aku. Karena aku sudah bahagia dengan laki-laki yang aku cintai dan itu bukan kamu.
Ingat kata-kata ku, jika kau berani muncul lagi. Aku pastikan aku akan membuat masalah dengan Dark Fox milikmu. Salam dari Xena..." ucap Tiger kemudian tertawa dengan keras setelah melihat ekspresi wajah Dicky yang terkejut.
Tentu saja terkejut, ia tidak menyangka jika wanita yang membuat Tian mudanya jatuh cinta. Ternyata bukan wanita biasa yang bisa mengerahkan orang-orang seperti Tiger dan anak buahnya. Bahkan Xena dengan tegas menolak dan meminta tuannya untuk menjauh. Dan yang membuatnya lebih terkejut, Xena mengetahui tentang Dark Fox. Bagaimana bisa?
Bahkan ayah dari tuannya tidak tahu dan hanya dia yang tahu tentang itu.
"Ingat sampaikan salam bos ku, ayo semua Cabut!" ucap Tiger dan menarik kembali anak buahnya untuk pergi.
Tentu saja setelah masuk ke dalam mobil, Tiger melakukan hal yang sama dengan Vano yaitu menukar kembali mobilnya dengan mobil lain untuk menghilangkan jejak.
Meskipun hal itu kemungkinan tidak akan membuat Zico kapok, setidaknya dalam beberapa hari ke depan mereka akan aman.
.....
Hari ini Ray sudah siap berangkat bekerja, di mana mulai saat ini statusnya dari mantan aktor terbaik menjadi seorang CEO perusahaan besar di negaranya.
Meskipun Ray menutupi semuanya dari publik, tentu identitas barunya yang merupakan pangeran dan juga pewaris satu-satunya dari kerajaan bisnis Octavio Group pasti akan bocor keluar juga.
Tentu karena hampir semua orang tahu jika Ray adalah aktor terkemuka dengan puluhan juta pengikut di media sosial, jadi kabar besar seperti ini pasti akan tersebar cepat atau lambat.
"Suamiku tampan sekali" ucap Xena yang tengah memasangkan Dasi di leher sang suami dengan senyum lembut di wajahnya..
Ray memeluk pinggang Xena posesif, ia sangat suka istrinya itu tersenyum lembut padanya.
"Sudah rapih mas, berangkat gih. Gilang sudah menunggumu di bawah bukan?" ucap Xena.
"Cium dulu sayang, biar aku semangat kerja di hari pertama" ucap Ray manja
Xena hanya terkekeh kemudian mencium bibir sang suami singkat, namun bukan Ray namanya jika membiarkan ciuman itu hanya sepersekian detik saja. Ray menarik tengkuk sang istri dan memperdalam ciumannya, hingga beberapa menit kemudian ciuman panas itu terlepas membentuk benang saliva di antara keduanya.
"Sangat manis, bibir kamu selalu jadi canduku sayang. Ah jadi malas pergi kerja kalau gini" ucap Ray sembari mengusap bibir Xena yang basah karena ciumannya itu.
"Ish masih pagi kamu sudah mesum, sana ah berangkat. Kasihan Galang udah nunggu di bawah lama, jangan sampai hari pertama kerja sudah telat. Nggak enak sama kakek dan karyawan lain" ucap Xena mengomel.
"Kamu ngomel gini jadi makin menggemaskan sih sayang" ucap Ray
"He-he... Semangat kerjanya mas, jangan genit sama sekretaris mu. Awas kalau kamu macam-macam" ucap Xena sembari mengantar suaminya turun menemui Galang.
"Mas nggak akan tergoda dengan wanita manapun sayang, karena di rumah ada wanita yang lebih cantik, se*si, halal dan menggoda. Sudah dapat kualitas unggulan yang limited, ngapain cari yang kualitas buruk dan di obral. Mas nggak sebodoh itu membuang sebuah berlian untuk batu kali" ucap Ray
"Bagus itu baru suami teladanku tercinta" ucap Xena saat Ray sudah mulai berangkat bekerja.
"Ya sudah mas berangkat ya, I love you sayang cup... " Ray mencium kening sang istri setelah Xena mencium tangan suaminya.
Gilang pun yang melihatnya hanya tersenyum kecut, karena bisa di pastikan dirinya akan jadi kambing congek kalau berada di antara pasangan bucin ini.
Untung saja ia melihat adegan cap cip cup hanya sebentar, karena mereka harus segera berangkat ke kantor. Kalau tidak, akan sangat kasihan menjadi jomblo seperti Gilang.
...•••••••...