
Xena dan Ray memang sudah berbaikan, hanya saja setelahnya Xena menjadi lebih banyak diam. Entah karena ia masih merasa kan sakit di kepalanya atau karena ia masih menenangkan hatinya.
Ray dengan sabar menemani Xena, ia juga meminta izin pada kakeknya untuk tidak datang ke Manor pagi ini sampai Xena keluar dari rumah sakit.
Mengetahui cucu menantu kesayangan nya masuk ke rumah sakit, Kakek Reksa marah karena tidak di beri kabar sebelumnya. Hingga Ray baru sadar jika ia juga belum memberi kabar mertuanya jika Xena sedang di rawat di rumah sakit saat ini.
Mendengar kabar Xena masuk ke rumah sakit, tentu membuat orang tua dan juga sahabat Xena terkejut dan khawatir.
Jadi lah sekarang ruangan rawat inap Xena sangat ramai karena orang tua, kakek Reksa dan Olive yang datang menjenguk.
"Kamu sakit apa sayang?" tanya Kakek Reksa pada cucu menantunya yang tengah duduk di ranjang rumah sakit.
"Iya kamu sakit apa sayang? Papa dan mama terkejut saat Ray mengabari kalau kamu masuk rumah sakit" ucap Indra mengelus kepala anak semata wayangnya itu.
"Apa kamu hamil nak?" tanya Utami menebak.
"Mama ada-ada aja, kita kan baru menikah mah. Masa udah hamil aja, lagian Xena sama mas Ray memutuskan untuk menundanya, setidaknya sampai Xena wisuda nanti. Xena nggak apa-apa kok, hanya kecapean dan harus bed rest" ucap Xena tersenyum.
Ray yang mendengar itu hanya menunduk, ia tidak menyangka jika Xena menyembunyikan masalah traumanya dari orang lain termasuk orang tuanya. Ia juga merasa bersalah karena menjadi penyebab trauma istrinya kembali lagi.
"Kakek tidak masalah kapan kalian memberikan cicit untuk kakek, yang penting kamu dan Ray hidup bahagia dan juga sehat. Jaga kesehatan kamu, jangan terlalu memforsir kegiatan. Kakek tahu kamu wanita hebat, tapi tetap utama kan kesehatan ya" ucap Kakek Reksa lembut.
"Makasih kek, Xena paham. Lagian kata dokter Xena nggak apa-apa kok, hanya butuh istirahat aja" ucap Xena tersenyum dengan wajah nya yang masih pucat itu.
"Ray, kamu jagain Xena, nggak usah khawatir masalah belajar tentang perusahaan. Kakek yakin kamu sudah sangat paham dengan itu" ucap Kakek Reksa
"Iya Kek" ucap Ray mengangguk.
"Kakek nggak bisa lama-lama, hari ini ada pertemuan bisnis yang mengharuskan kakek datang. Cepat sembuh ya cucu menantu kesayangan kakek" ucap Kakek Reksa
"Makasih kek, hati-hati di jalan" ucap Xena tulus.
"Mama dan papa juga pulang dulu ya sayang, jam besuk bentar lagi habis. Nanti sore mama balik ke sini lagi" ucap Utami
"Iya mah, pah, hati-hati di jalan" ucap Xena.
Kakek Reksa dan orang tua Xena pun pamit pulang saat Jan besuk hampir habis. Kini tersisa Xena, Ray dan juga Olive di dalam ruangan.
"Kaget banget tahu aku Xe pas denger kamu masuk rumah sakit, perasaan kemarin kamu masih baik-baik aja. Kamu jaga kesehatan dong Xe, jangan sampe sakit" ucap Olive penuh perhatian dengan sahabat baiknya itu.
"Namanya juga sakit, datangnya nggak pake salam dulu Liv. Oh iya, ingetin soal besok ke kak Vano dan Arsy ya" ucap Xena, mengingat Arsy dan Vano tidak datang menjenguk nya karena ada kesibukan.
Vano ada meeting yang tidak bisa di tinggal dan kemungkinan sore nanti akan datang bersama Arsy. Sedangkan Arsy saat ini ada latihan di Dojo untuk turnamen tingkat nasional.
"Iya aku pasti ingetin mereka, jangan khawatir. Aku pamit pulang juga ya, jam besuk udah mau habis nih. Aku nggak mau sampe di usir sama perawat karena keasikan ngobrol sama kamu" ucap Olive.
"Hmm, makasih sudah jengukin aku Liv. Pulangnya hati-hati, pastikan ponsel kamu selalu aktif ya" ucap Xena mengingatkan
"Ih jangan nakutin Xe, mana aku pulang nya naik taxi lagi" ucap Olive merinding
"Buat jaga-jaga aja, Liv. Lagian Tiger kemana? Tumben biasanya tuh macan satu selalu jadi tukang ojek setia kamu" ucap Xena
"Sibuk dia, tuh sibuk selesai in tugas dari suamimu, kang mas prabu Raymond Octavio" ucap Olive cemberut.
Dirinya sangat merindukan kekasihnya itu, Ya kekasih. Karena sejak Vano sudah memberikan kesempatan, keduanya sudah mengikat janji dan menjadi sepasang kekasih malam tadi.
"Ha-ha kamu bisa saja, ya sudah pulang gih. kabari aku kalau sudah sampai rumah ya" ucap Xena terkekeh.
"Okey dokey, sista... Cepat sembuh yah bestie, jangan sakit lagi. Kamu jelek kalau lagi sakit" ucap Olive memeluk Xena.
"Percaya deh sama Barbie nya kampus, selalu cantik setiap saat" ucap Olive.
Suasana di kamar rawat kembali sepi setelah Olive pulang, karena kini hanya ada Xena dan Ray di dalam ruangan. Merasa suasana mulai canggung, Ray mulai membuka obrolan dengan istrinya itu.
"Sayang, mas udah minta Tiger kerahin anak buah, buat pantau keamanan Arsy dan Olive. Jadi jangan khawatir soal keamanan mereka" ucap Ray
"Hmm... Makasih" ucap Xena mengangguk.
Ray mendekat dan duduk di samping Xena, ia menggenggam tangan istrinya itu dan mengecup jemari tangan itu dengan lembut..
"Sayang, apa masih sakit kepalanya? Masih suka pusing hmm?" tanya Ray, Xena menggeleng pelan.
"Mas sayang kamu, mas cinta sama kamu. Jangan sakit lagi ya....." ucap Ray memeluk istrinya.
"Ya..." jawab Xena
Ray menangkup kedua pipi Xena, ia mengecup singkat bibir Xena yang terlihat pucat itu hingga membuat Xena terkejut dan membolakan matanya.
Melihat ekspresi Xena Ray tersenyum dan kembali menempelkan bibir nya ke bibir Xena. Perlahan ia memagutnya dengan lembut, dapat Ray rasakan tubuh Xena menegang.
Namun Ray tidak melepas ciuman mereka, ia ingin Xena menjadi rilex kembali saat bersamanya. Ray menciumnya tanpa nafsu, ia begitu lembut dan menyalurkan rasa cinta dalam dirinya.
Ternyata di lakukan Ray benar-benar membuat Xena menjadi rilex. Perlahan Xena melupakan rasa takutnya dan pikirannya lebih jernih, hingga Xena kini mulai membalas pagutan Ray.
Keduanya larut dalam ciuman panjang yang memabukan itu. Terdengar suara decakan kedua bibir mereka, tangan Rai menyelusup masuk dan mengelus punggung istrinya.
Ceklek! Tiba-tiba pintu ruang rawat terbuka.
"Eh... Maaf"
BLAM!!!
Pintu kembali di tutup setelah terdengar suara orang terkejut, kedua pasangan suami istri yang saling me**mat itu seketika langsung melepaskan ciuman mereka. Xena merasa malu kepergok tengah berciuman intens di rumah sakit, ia menyusupkan wajahnya ke dada bidangnya suaminya.
Ray terkekeh melihat wajah istrinya yang memerah malu di dekapannya itu, ia kemudian melayangkan kecupan sayang di pucuk kepala Xena.
"Itu mungkin perawat yang ingin mengganti cairan infus, kamu kenapa hm?" tanya Ray menggoda istrinya
"Malu..." cicit Xena.
"Ha-ha, nggak apa-apa sayang. Mereka juga mengerti jika suami dari pasien sedang merindukan cu*buan dari istrinya. Awwwsss sakit sayang..." pekik Ray saat perutnya di cubit oleh Xena, namun kemudian ia terkekeh dan mengecup bibir Xena berkali-kali.
Ia merasa senang karena sikap canggung keduanya sudah hilang, kini sikap istrinya kembali seperti Xena biasanya.
Tak lama perawat yang tadi masuk lagi datang dan kali ini ia mengetuk pintu terlebih dulu. Perawat itu masuk dengan wajah memerah, ia merasa tidak enak karena memergoki sepasang suami istri yang tengah berciuman itu.
"Sus, kapan saya boleh pulang?" tanya Xena mengalihkan perhatian Perawat agar tidak mengingat kejadian tadi.
"Saya belum tahu Bu, tapi kondisi ibu sudah lebih baik. Setelah makan malam nanti dokter akan datang untuk mengecek keadaan ibu, ibu bisa menanyakannya langsung nanti pada beliau" ucap Perawat
"Ah begitu, terimakasih" ucap Xena.
"Sama-sama Bu, jangan lupa makan siangnya di makan dan obatnya di minum ya Bu, saya permisi" ucap perawat itu keluar.
Ia ingin cepat-cepat keluar dan memberikan ruang sepasang suami itu melanjutkan kegiatan mereka. Meskipun kenyataannya Xena kini sedikit malu dan tidak ingin mengulanginya lagi karena takut kembali kepergok.
...•••••••...