Xena

Xena
XENA @BAB 29



"Audrey! Xena!! Apa yang sedang kalian lakukan?. Kenapa kalian tidak segera keluar?." Tanya Kalla penuh selidik.


"Maaf nyonya. Saya hanya ingin berkenalan dengan Xena." Jawab Audrey, membuat Xena sedikit terkejut mendengar jawaban Audrey barusan. Karena tadinya dia pikir, Audrey akan mengatakan kalau mereka adalah saudara.


"Apa benar itu Xena?." Tanya Kalla.


"Benar nyonya." Jawab Xena terpaksa.


"Kalau begitu sekarang kau kembali. Selesaikan pekerjaanmu. Dan kau Xena. Kau ikut denganku." Titah Kalla.


Audrey kembali melakukan pekerjaannya, sedangkan Xena mengerjakan apa yang diperintahkan Kalla. Xena yang pintar bisa melakukan apapun yang dikatakan Kalla, dan itu membuat Kalla menyukai Xena. Walau menurutnya wajah Xena dan Audrey sangat mirip, namun sikapnya pada Xena sangat berbeda. Dari awal Kalla melihat Xena dia memang menyukainya, apalagi setelah melihat sendiri keterampilan yang dimiliki Xena, Kalla pun semakin menyukainya. Kalla sedikit malu karena sempat meremehkan kemampuan Xena.


...


Malamnya saat akan tidur, beberapa orang pelayan mendekati Xena untuk berkenalan. Kebetulan Xena tidak sekamar dengan Audrey ataupun Matilda. Pelayan dikamar ini memang tidak sebar-bar para pelayan yang ada di kamar satunya. Sikap pelayan disini jauh lebih baik dan tidak saling menjatuhkan.


Mereka mengobrol hingga akhirnya menjadi akrab. Percakapan mereka terhenti, saat tiba-tiba Audrey masuk ke kamar itu, dan menghampiri Xena.


"Mau apa kau kemari?." Tanya salah satu penghuni kamar saat melihat Audrey menarik tangan Xena.


"Aku ada perlu sama dia " Jawab Audrey.


"Perlu apa?." Tanyanya lagi


"Bukan urusanmu?." Jawab Audrey dengan angkuh.


"Kau!! Sergah pelayan itu, karena tersinggung dengan ucapan Audrey.


"Apa?. Aku sudah bilang kau jangan ikut campur." Sahut Audrey.


"Ka........." Xena menggantung kalimatnya karena Audrey langsung membawanya menjauh dari sana.


"Aku minta sekali lagi padamu Xena, kamu pergi dari sini. Aku tidak suka melihatmu ada di istana ini. Kehadiranmu membuat aku sangat tidak nyaman." Ujar Audrey.


"Kenapa kakak merasa tidak nyaman?. Aku sudah bilang kalau aku datang kesini ingin menjaga kakak kan?. Lagipula mereka tidak tahu kalau kita bersaudara. Jadi kenapa kakak harus tidak nyaman dengan kehadiranku?." Tanya Xena.


"Aku tidak butuh perlindunganmu


Lagipula, memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk melindungiku?. Kau ini hanya gadis kecil yang hanya bisa bermain diladang dan menyirami bunga-bunga. Katanya kau sudah belajar ilmu beladiri, tapi mana?. Sampai sekarang aku belum pernah sekalipun melihat kau bertanding dengan seseorang. Terakhir aku melihatmu, kau hampir saja terbunuh saat kakek memintamu melawan anak serigala yang merusak tanaman di ladang kita. Jadi mana mungkin kau bisa menang melawan mereka tang jelas-jelas lebih besar dan lebih kuat darimu." Ujar Audrey meremehkan.


"Terserah kakak saja. Aku tetap tidak akan pergi dari sini." Balas Xena.


"Aku tahu Xena. Kau datang ke istana ini hanya ingin menghancurkan rencanaku kan?. Atau.......oh aku tahu pasti kau ingin membalaskan dendammu pada pangeran. Iya kan?. Hati-hati kau Xena, karena kau tidak akan bisa bertemu apalagi masuk ke istana pangeran. Jadi saranku sebaiknya kamu pergi sebelum aku mengatakan pada orang-orang disini kalau kedatanganmu kesini hanya karena ingin membunuh pangeran." Ancam Audrey.


Mendengar perkataan Audrey barusan, Xena menatap tak percaya. Apa benar kakak kandungnya sendiri akan melakukan hal seperti itu. Dia tega mengadukan adiknya sendiri?. Walaupun Xena tidak merasa takut sedikitpun jika memang itu terjadi. Hanya saja dia tidak habis pikir apa kakaknya tega mengadukannya?. Ah...tapi Xena yakin, kakaknya itu hanya menggertaknya saja.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


"Tidak pangeran. Menurut hamba kalau kita memindahkannya sekarang itu adalah tindakan yang terlalu ceroboh." Ujar Conrad


"Kenapa begitu?." Tanya Alaric.


"Kalau nona Xena dipindahkan sekarang, tentunya orang-orang di istana akan curiga, dan berpikiran yang tidak-tidak. Jadi, demi kebaikan anda sebaiknya anda bersabar, menunggu beberapa waktu. Biarkan saja nona Xena bekerja sebagai mana mestinya. Anda harus ingat peraturan di istana ini pangeran. Siapapun diantara penghuni istana, tak terkecuali raja, ratu atau pangeran, tidak bisa menjadikan pelayan baru sebagai pelayan khusunya, kecuali dia sudah bekerja di istana ini lebih dari dua bulan." Ujar Conrad mengingatkan.


"Aku tahu itu paman. Tapi dia bukan pelayan. Dia adalah kekasihku. Gadis yang sangat aku cintai. Aku tidak mau melihatnya bekerja sebagai pelayan di istanaku sendiri." Balas Alaric.


"Saya mengerti itu pangeran. Tapi kita tetap harus mengikuti peraturan."


"Oh iya paman, aku hampir lupa. Ada yang ingin aku ceritakan tentang Xena dan keluarganya. Tapi aku mau paman berjanji, tidak akan menceritakan ini pada siapapun." Ujar Alaric.


"Sesuai perintah anda pangeran. Hamba tidak akan menceritakannya pada siapa pun." Janji Conrad.


Lalu Alaric menceritakan semuanya, tentang siapa Xena dan keluarganya, bungker dan barang-barang yang ada disana, juga jalan rahasia yang dia temukan selama dia berada di desa itu. Conrad sangat terkejut, tapi juga senang mengetahuinya.


"Jadi nona Xena dan nona Audrey adalah anak mendiang jenderal Hector Corado?." Tanya Conrad.


"Iya paman. Mereka anak paman Corado yang mati karena menyelamatkanku." Jawab Alaric.


"Kalau begitu kita katakan saja semua ini kepada raja. Hamba yakin raja akan senang mengetahui hal ini, karena beliau sudah lama mencari keberadaan keluarga Corado."


"Tidak paman, sebaiknya kita jangan melakukannya sekarang."


"Kenapa pangeran?."


"Menurut Xena, selama ini kakeknya sengaja pergi dan menyembunyikan identitas mereka, karena takut musuh-musuh paman Corado masih mencari mereka. Setelah kematian paman Corado dan istrinya, kakek Abraham sangat mencemaskan Xena dan Audrey yang mungkin saja jadi sasaran balas dendam musuh-musuh paman Coradi. Dan kalau kita mengatakannya sekarang, Xena akan tahu siapa aku sebenarnya dan aku belum siap."


"Kenapa demikian pangeran?."


"Aku sudah tahu kenapa Xena sangat membenciku, paman. Dia menganggapku sebagai penyebab kematian ayahnya. Dan apa paman tahu kalau katanya dia ingin membunuhku." Ujar Alaric sambil tersenyum samar, karena merasa lucu sekaligus tidak nyaman.


"Benarkah itu pangeran?. Kalau begitu anda harus hati-hati. Jangan sampai dia mendekati anda. Dan kalau boleh saya memberi saran, sebaiknya anda tidak usah menjadikan nona Xena sebagai pelayan khusus di istana pangeran, karena itu akan membahayakan keselamatan anda." Saran Conrad.


Alaric menoleh lalu dia terkekeh pelan."Paman tenang saja. Xena tidak akan membahayakanku. Walau dia mengatakan ingin membunuhku, aku yakin dia tidak akan sampai melakukannya."


"Bukankah dia sangat membenci dan ingin membunuh anda?. Jadi sebaiknya pangeran harus tetap berhati-hati. Anda sendiri tahu bagaimana tangguh dan hebatnya nona Xena." Nasehat Conrad,


"Iya paman, dia memang sangat hebat. Tapi paman jangan lupa kalau dia adalah orang yang telah menyelamatkan nyawaku.Dan itu sudah dua kali terjadi. Walau dia nn pergi dari sana.


.


.


Bersambung๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ