Xena

Xena
158.



Xena menyambut suami, kakek, Deni, Gustav dan Galang di ruangan pribadinya yang sudah di siapkan beraneka macam makanan yang ada di menu di XR Restaurant.


Tentu Gustav melihat ada Xena di sana tidak heran, sebagai salah satu anggota direksi perusahaan. Ia tahu jika Xena merupakan nyonya muda Keluarga Narendra. Karena saat pernikahan Xena dan Ray, Gustav menjadi salah satu orang yang di undang.


"Selamat siang sayang/Xe" sapa Ray dan kakek Reksa


"Selamat siang nyonya muda" sapa Gustav, Deni dan Galang dengan sopan menyapa Xena.


"Selamat siang Kek, mas Ray, pak Gustav, pak Deni, Galang" Sapa balik Xena pada semua orang.


Lalu ia mempersilahkan mereka semua duduk, makan siang pun berjalan dengan lancar. Sampai semuanya pamit hanya menyisakan Ray dan Xena di dalam ruangan, sedangkan Galang memutuskan untuk menunggu di bawah. Ia tidak ingin menjadi obat nyamuk untuk kesekian kalinya.


"Mas kenapa nggak ikut balik ke kantor?" tanya Xena


"Kamu ngusir Abang?" ucap Ray cemberut


"Bukan gitu, tapi jam istirahat sebentar lagi habis. Sebagai pimpinan perusahaan, mas harus menjadi contoh untuk semua karyawan" ucap Xena


"Mas tahu, tapi mas ingin bersama istri tercinta mas sebentar lagi. Mas tuh kangen Yang" ucap Ray.


"Baru juga beberapa jam" ucap Xena terkekeh sembari memeluk sang suami agar berhenti merajuk.


"Beberapa jam itu lama, hais... Ingin rasanya mas bawa kamu kemana-mana" ucap Ray membalas pelukan Xena


"Nggak mau ah" ucap Xena


"Kenapa nggak mau?" ucap Ray mengeratkan pelukannya.


"Ya kali nanti ke toilet juga ikut" ucap Xena


Ray terkekeh mendengar jawaban sang istri, dia kemudian mencium sang istri lembut.


"Mas tadi aku nggak sengaja ketemu Ferry terus ngobrol bentar sama dia" ucap Xena


"Ngobrolin apa? Berdua aja?" tanya Ray posesif


"Hmm, berdua tapi cuma bentar doang kok. Kita ngomongin soal Yani mas. Mas inget kan aku pernah bilang kalau aku kasih saran ke Ferry buat balas perbuatan Narti, si pengasuh Yani waktu kecil dulu?" ucap Xena menjelaskan pada Ray


"Lain kali nggak boleh ya ngomong berduaan sama cowok, apa lagi belum minta izin sama mas. Mas cemburu tau Yang" aku Ray


Cup! Xena mengecup bibir Ray, gemas.


"Nggak usah cemburu, kan sama temen, lagian kan aku udah jelasin kalau tadi ngobrolin soal rencana untuk Narti. Nggak mungkin ngomongnya di luar, kan harus private takut ada yang denger" ucap Xena


"Hmm, tapi janji lain kali harus izin dulu, biar di jauhkan dari salah paham dan fitnah orang-orang yang nggak suka sama kita" ucap Ray.


"Iya mas aku paham. Eh...ini udah mau jam 1 loh. Balik ke kantor gih. Buat makan malam mau menu apa?" tanya Xena membantu suaminya mengenakan jasnya dan memperbaiki dasi-nya.


"Apa aja, semua masakan kamu aku akan makan habis. Ya sudah mas ke kantor lagi ya sayang, nanti sore mas pulang. Kamu pulangnya jangan sore-sore dan jangan sampai kecapean. Mas nggak mau kamu sakit lagi, mas nggak tega" ucap Ray


"Iya mas, hati-hati di jalan. Kabari aku kalau udah sampe" ucap Xena mencium tangan Ray dan Ray mencium kening sang istri.


....


Beberapa hari berlalu, kini Xena sudah siap dengan mengenakan pakaian kantor. Ia menggunakan celana bahan dengan Blouse dan blazer, karena saat menggunakan rok dirinya di larang oleh suami.


Ray mengatakan jika ia tidak ingin orang-orang di kantornya akan terpesona. Karena mulai hari ini Xena akan mulai magangnya.


Meskipun Xena sibuk mengurus keperluan kerjanya, namun ia tidak melupakan kewajiban nya menyiapkan sarapan untuk suami dan dirinya sendiri.


"Sendiri-sendiri aja mas, nggak enak di lihat orang-orang" ucap Xena menolak.


"Nggak enak kenapa? Lagian kita itu suami istri meskipun belum go publik, kalau pun orang-orang kantor lihat emangnya kenapa? Toh seluruh dunia tahu kalau kamu tunanganku sayang. Ngapain berangkat sendiri-sendiri, toh tujuan kita sama" ucap Ray.


"Ya udah deh, aku nurut sama suami" ucap Xena mengalah, karena memang benar yang di ucapkan suaminya itu.


Selesai makan mereka pun berangkat menuju gedung Octavio Group, yang merupakan gedung bertingkat paling tinggi di ibukota.


Kedatangan CEO baru mereka yang baru bergabung kurang dari dua Minggu itu, selalu menjadi pusat perhatian karyawan. Terlebih karyawan perempuan yang selalu berusaha menampilkan penampilan terbaik mereka, meskipun tidak pernah di lirik sedikit pun oleh bos mereka itu.


Satu lagi, semua pekerja perempuan di kantor sudah di ubah cara berpakaiannya, Ray membuat aturan baru tentang berpakaian. Untuk perempuan tidak boleh menggunakan rok mini, di wajibkan menggunakan celana bahan panjang. Kalaupun memakai rok, harus di bawah lutut.


Namun kali ini semua orang nampaknya terkejut saat melihat bos mereka turun dari mobil. Namun tidak beranjak dari sana, seperti tengah menunggu seseorang yang akan turun setelahnya.


Nyatanya dugaan semuanya benar, seorang perempuan yang cantik bak boneka turun dari sedan mewah itu membuat semua orang terperangah takjub. Mereka awalnya tidak mengenali perempuan yang saat ini di gandeng mesra oleh bos mereka.


Namun celetukan satu orang menyadarkan siapa identitas perempuan cantik, yang berjalan bersama Ray.


"Bukankah itu Xena? Pacar eh salah, tunangan bos Ray?" ucap salah satu orang.


"Oh astaga, itu benar. Aku pernah melihat akun IG bos yang mengupload kebersamaan dengan tunangannya itu...


"Ya Tuhan, ini kali pertama aku melihat wajah asli nona Xena. Dia benar-benar sangat cantik, seperti gadis yang keluar dari lukisan. Pantas saja bos sangat tergila-gila dengannya, mereka terlihat sangat serasi, sama-sama cantik dan tampan...


"Aku dengar si bos sangat bucin dengan nona Xena, aku sangat itu sekali...


"Hatiku sakit mengingat bos tampanku sudah Memiliki tambatan hati....


"Tapi kenapa nona Xena muncul di sini?...


"Mungkin menemani tunangannya bekerja...


"Tapi kenapa nona Xena mengenakan pakaian kerja, apa mungkin ia akan kerja juga di sini?...


Begitulah diskusi atau lebih tepatnya bisik-bisik karyawan saat melihat Ray yang datang menggandeng tunangannya menurut mereka. Apa jadinya saat mereka tahu kalau keduanya sudah resmi menikah?


....


Di dalam Lift...


"Mas, kenapa gandeng aku? Kan nggak enak di lihat karyawan lain?" ucap Xena


"Nggak apa-apa dong, itu deklarasi kalau kamu milikku dan aku juga milikmu. Lagian mas males di lihatin mereka gitu banget, kaya mau nerkam aja" ucap Ray


"Kaya nggak biasa bos, kan dulu juga pas jadi artis gitu udah biasa" ucap Galang


"Tuh Galang bener, kamu harus terbiasa mas. Lagian suruh siapa punya wajah ganteng, mana karismatik, auranya awur-awuran. Siapa yang nggak tergoda coba?" ucap Xena tanpa sengaja keceplosan.


Xena yang sadar langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Wajah nya memerah saat melihat suaminya tersenyum, saat mendengar sang istri memuji dirinya.


"Makasih sayang udah muji mas sampai setinggi langit" ucap Ray tersenyum


Untung saja pintu lift terbuka di lantai lima di mana HRD berada. Xena pun segera keluar dari lift, di dalam Lift Ray terkekeh melihat tingkah istrinya yang melarikan diri darinya.


...••••••...