
Di ruang tamu apartemen Ray, Ray terus memeluk Xena dan tak mau melepaskannya. Beberapa saat Ray melepaskan pelukannya hanya karena Xena merasa lapar.
Namun setelah mereka selesai makan malam, Ray kembali memeluk Xena. Xena hanya pasrah saja dengan tingkah manja kekasihnya itu.
Mereka tidak melakukan hal yang jauh, hanya sekedar pelukan atau ciuman saja. Ray berkomitmen ingin menjaga Xena dan akan meminta haknya saat mereka sudah sah menjadi suami istri.
Hal itu yang membuat Xena sangat respect dengan Ray. Ia tidak pernah mengambil keuntungan darinya, meskipun saat ini mereka hanya berdua saja.
"Sayang, apa kamu mau menginap di sini malam ini? Tenang saja, aku tidak akan berbuat yang tidak-tidak. Aku hanya ingin seharian bersama kamu, aku masih merindukanmu" ucap Ray
"Tidak bisa Ray, besok aku harus kuliah. Apa kamu tidak takut mama dan papa memikirkan yang tidak-tidak jika aku menginap?" ucap Xena
"Hah, baiklah. Jadi kapan aku boleh menikahi kamu?" ucap Ray penuh harap.
Ia sangat ingin menikahi kekasihnya itu, ia tidak ingin beranjak jauh dari Xena.
"Aku masih kuliah, aku belum berpikir sampai ke sana. Setidaknya tidak dalam waktu dekat, bisakah kamu memberi ku waktu?" ucap Xena.
"Baiklah. Tapi kalau kita bertunangan dulu, gimana?" tanya Ray lagi
"Itu terserah kamu" ucap Xena menunduk malu saat mengatakannya.
"Benarkah? Kalau begitu bagaimana jika bulan depan? Saat aku menyelesaikan promosi dan beberapa pemotretan, kita akan bertunangan" ucap Ray semangat.
"Baiklah" ucap Xena
"Sungguh? Sayang aku sangat mencintaimu. Aku akan mengatakannya pada kakek untuk bertemu keluargamu lagi" ucap Ray sangat bahagia dan menghujani Ray dengan ciumannya.
Xena hanya terkekeh saat Ray tidak berhenti mengecup seluruh wajahnya.
....
Mereka berdua kini dalam perjalanan menuju rumah Xena. Meskipun Ray tidak rela karena masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu, tapi ia mengikuti kemauan Xena yang ingin pulang.
Saat ini Xena menimbang-nimbang apa ia memerlukan bantuan Ray atau tidak, untuk menjalankan rencananya. Setelah beberapa saat, Xena memutuskan untuk mengatakannya pada Ray.
"Ray, aku bisa minta tolong padamu" ucap Xena
"Tentu, mau minta tolong apa hmm? Aku akan membantu apapun yang kau butuhkan" ucap Ray.
"Aku ingin kamu mencarikan seseorang untuk melakukan sesuatu untukku" ucap Xena langsung
"Seseorang? Melakukan apa?" tanya Ray
"Aku ingin memberikan pelajaran untuk seseorang" ucap Xena lagi
"Aku akan membiarkan anak buahku untuk melakukannya, kalau gitu. Tapi aku ingin tahu siapa dan kenapa kamu ingin memberikan orang itu pelajaran. Apa ada orang yang berani membully kamu atau menyakitimu?" tanya Ray
"Dia wanita yang ada di puncak, apa kau ingat? Namanya Yani, dia pelaku tabrak lari Olive hingga membuat Olive hampir meregang nyawa" ucap Xena penuh kebencian dan Ray menyadari itu dari sorotan mata Xena.
Meskipun ia penasaran kenapa Xena terlihat sangat membenci orang yang bernama Yani itu. Tapi Ray tidak menanyakan sebelum Xena yang berinisiatif memberi tahunya sendiri.
"Jadi kamu mau membalas dendam untuk sahabat mu?" tanya Ray
"Ya" ucap Xena.
Xenaa terlihat menghela nafas dan meminta Ray untuk menepi di taman dekat rumahnya. Ia masih ingin berbicara dengan Ray sebelum pulang.
Ray menurut dan menepikan mobilnya, taman itu terlihat sepi, hanya ada beberapa orang yang terlihat masih beraktivitas di sana.
Xena melapas seat belt nya dan memeluk Ray. Tentu Ray terkejut, ia hanya membalas memeluk dan mencium kening Xena, ia tahu ada yang ingin kekasihnya sampaikan padanya.
"Aku ingin menceritakan sesuatu, tapi kamu harus berjanji tidak akan mengatakan hal itu pada siapapun" ucap Xena
"Ya, kau bisa memegang janjiku" ucap Ray.
Ray mendengarkan sambari mengusap kepala Xena lembut. Ia terkejut mendengarnya, sekarang ia mengerti alasan kenapa tubuh Olive bergetar saat ia mengangkatnya ke kursi roda.
"Kau tahu, Olive sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya dari semua orang termasuk aku. Hatiku sakit saat tahu sahabat baikku menderita, tapi aku tidak mengetahuinya lebih awal" ucap Xena menangis.
Ray melepas seat belt dan memeluk Xena lebih erat untuk menenangkannya.
"Dan orang yang membuat ia trauma adalah Yani. Saat tahu Yani yang melakukannya aku sangat marah, aku ingin membalas perbuatannya itu. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya seperti Olive" ucap Xena dengan gigi gemertak.
"Kau tahu Ray, Yani bahkan ingin menjadikan aku sebagai kambing hitam atas perbuatannya yang ingin membunuh Olive...." ucap Xena
"Di kehidupanku yang lalu" lanjut Xena dalam hati
"Apa jadinya jika dia berhasil menjadikan aku kambing hitam? Bukan hanya Olive yang meninggal, tapi kehidupanku juga akan sangat buruk di masa depan, aku akan di cap sebagai pembunuh" ucap Xena
Mendengar kata-kata Xena, rahang Ray mengeras dan tangannya mengepal. Ia tentu saja tidak akan tinggal diam, saat tahu ada orang yang ingin menyakiti gadis yang paling ia cintai.
Ia bersumpah, akan membuat siapapun orangnya yang ingin berbuat hal yang tidak baik pada Xena, hidup menderita.
"Apa aku salah ingin membalas wanita itu, Ray?" tanya Xena.
"Kamu tidak salah sayang" ucap Ray
Ia meregangkan pelukan Xena dan mengusap air mata di pipi mulus itu. Hatinya terasa sakit melihat air mata Xena jatuh, ia sangat marah saat ini.
"Dengarkan aku sayang, kamu sama sekali tidak salah. Tapi untuk memberikan wanita itu pelajaran, biarkan aku yang memikirkannya dan menyuruh anak buahku mengeksekusi wanita si*lan itu. Kamu hanya tunggu berita dariku, oke" ucap Ray
"Tapi..." ucap Xena
"Tidak ada tapi, aku tidak ingin membuat kamu melakukan hal kotor, jadi biarkan aku yang melakukannya" ucap Ray
"Hmmm tapi jangan sampai membunuhnya Ray" ucap Xena
"Kenapa?" ucap Ray tidak setuju
"Aku ingin menjebloskan dia ke penjara atas perbuatan yang sudah ia lakukan. Aku memiliki banyak bukti tentangnya. Lagian kematian terlalu mudah baginya, aku ingin ia menderita lebih lama dan merasakan sakit di sisa hidupnya" ucap Xena
"Baiklah apapun maumu. Jadi kamu bisa percayakan hal ini padaku kan?" ucap Ray
Xena mengangguk.
"Gadis pintar, jadi jangan sampai kamu merasa terbebani dengan hal itu. Aku tidak ingin melihat kamu menangis, oke" ucap Ray
"Terimakasih Ray, Aku tidak salah mencintai orang seperti kamu" ucap Xena
Deg! Deg! Deg!
Jantung Ray bertalu kencang, ia tidak mengira Xena bisa mengatakan jika ia mencintainya. Apa kah ini mimpi? Ray menarik kedua sudut bibirnya.
"Bisa kamu katakan lagi sayang?" ucap Ray.
"Terimakasih" ucap Xena
"Bukan itu" ucap Ray menggelengkan kepala nya. Xena mengerti itu dan tersenyum.
"Aku mencintaimu" ucap Xena
"Hah?" ucap Ray
"Aku bilang aku mencintaimu Ray" ucap Xena manatap mata Ray.
"Terimakasih sayang, aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Ray, ia menarik tengkuk Xena dan menciumnya dengan lembut. Saat ini hatinya bahagia, akhirnya Xena-Nya mengatakan cinta padanya.
...•••••...