
Setelah Xena mengupload Fotonya, benar saja. Itu semua di penuhi dengan orang-orang yang penasaran dengan Restoran miliknya. Terlebih hal yang kebetulan nama restorannya adalah XR, membuat semua orang berspekulasi tentang hubungannya dengan Ray.
Bahkan ada beberapa yang menanyakan tentang kebenaran dari hubungan Xena dan Ray. Mereka meminta konfirmasi baik dari Ray ataupun Xena mengenai rumor yang beredar.
Di pesan DM yang masuk, banyak sekali pihak agensi yang menawarkan dirinya untuk bergabung. Ada beberapa rumah produksi juga menawarinya untuk mengambil peran, entah itu di Film atau iklan yang akan segera rilis.
Namun Xena menolak semuanya, ia tidak tertarik untuk masuk ke dunia entertainment. Ia hanya ingin fokus kuliah dan membangun bisnisnya sendiri. Itu semua untuk masa depannya dan ia juga akan berjuang agar setara dengan Ray, meskipun itu sangat susah bahkan mustahil. Karena kekayaan keluarga Octavio tidak akan habis tujuh turunan.
Yang pasti tujuan fokusnya saat ini adalah mengubah alur hidupnya menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya, terutama mencegah kematian sahabatnya dan juga kebangkrutan perusahaan orang tuanya.
Drrrrtttt....
Ponsel Xena bergetar, itu dari Ray.
Melihat Xena tersenyum dan sedikit gelisah, Citra tahu jika itu pasti telepon dari Ray. Meskipun Xena tidak memberitahukan pada orang lain tentang hubungannya dengan Ray. Namun Citra yang sejak awal meyakini jika Xena adalah pacar Ray, setelah Ray mengakuinya. Yang bahkan sebelum keduanya benar-benar jadian.
"Hallo" ucap Xena
Xena tertegun melihat malaikat wajah tampan penuh keringat yang justru terkesan se*si di matanya. Yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.
"Tuhan kau sangat baik padaku, aku tidak terpikir mendapatkan pria setampan ini dalam kehidupanku sekarang. Bahkan Vano pun tidak ada apa-apa nya. Ia harus rela berada di bawah tingkat ketampanan seorang Raymond Octavio" gumam Xena dalam hati
"Hallo sayang, kamu sedang apa?" tanya Ray dengan lembut dan tersenyum manis.
Ray langsung memanggil Xena dengan penuh xibta, meskipun saat itu ia masih berada di lokasi syuting.
Apa ada kru yang mendengar?
Jelas! Bahkan beberapa kru yang mendengar, di buat sangat terkejut saat Ray memanggil kata sayang dengan lembut.
"Ray, banyak orang di situ. Kalau terdengar kru di sana bagaimana?" ucap Xena setengah berbisik, ia mengambil posisi duduk di meja yang paling ujung. Dan tidak ada orang di dekatnya jadi tidak ada yang mendengar ucapannya.
"Biarkan saja, aku memang tidak ada keinginan untuk menutupi hubungan kita kok. Sayang aku sangat rindu" ucap Ray dengan tampang sedihnya dan menggemaskan..
Yang mendengar dan melihat tingkah Ray lebih terkejut lagi, mereka seperti di serang kejutan yang bertubi-tubi. The power of kulkas, kehilangan daya listriknya dan mencair!
"Wooohhh jadi gosip Ray berpacaran itu benar?" Begitu di pikiran orang-orang di sana.
"Bukankah semalam kita sudah bertemu, bersabarlah. Bukankah kata kamu, lusa sudah mulai kosong jadwal kamu selama tiga hari" ucap Xena
"Hmm, menunggu lusa itu lama sekali. Aku sudah sangat merindukanmu meskipun baru sedetik kita berpisah. Aku pastikan selama aku libur aku akan menemani kamu. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Ray
"Ya-ya, lakukan yang kamu mau, dasar Gombal" ucap Xena dengan wajah memerah.
Melihat itu Ray ingin sekali bergegas bertemu dan mencubit pipi yang tengah merona itu saking gemasnya.
"Itu kenyataan sayang, Kamu sedang apa sekarang?" tanya Ray
"Aku lagi di restoran dan sebentar lagi mau pulang. Ada beberapa tugas dari kampus yang harus di kerjakan. Apa kamu sudah makan?" ucap Xena
"Belum, aku baru break syuting dan langsung telepon kamu. Aku akan makan sebentar lagi, kamu nanti pulangnya hati-hati. Kalau ada apa-apa kabari aku atau Galang hmm" ucap Ray lembut
"Baiklah. Sana makan dulu, jaga kesehatan jangan sampai sakit. Aku juga mau pulang" ucap Xena
Setelah sambungan terputus, Xena pun bergegas pulang. Rencananya ia akan memberitahu usaha yang sedang ia rintis pada orang tuanya. Ia sudah memikirkan alasan yang tepat untuk membicarakan hal itu.
....
Di kantor Dirgantara Group
Yani tengah kesal karena dirinya di usir oleh Randi, asisten pribadi Vano.
Awalnya ia datang untuk bertemu dengan Vano. Semenjak kejadian di puncak, Vano terus menghindar darinya. Bahkan nomornya di blokir, jadi ia tidak bisa menghubungi Vano dan memutuskan untuk menemuinya secara langsung.
"Aku mau ketemu Vano! Aku ini Sahabatnya!" teriak Yani.
Sebenarnya ia ingin mengaku sebagai pacar, namun ia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri jika kebohongannya terbongkar di depan umum.
"Maaf Nona, Tuan Vano tidak bisa bertemu orang yang tidak memiliki kepentingan pekerjaan dengannya. Jika anda ingin bertemu, anda bisa membuat janji di luar setelah jam kerja selesai" ucap Randi masih dengan sopan.
"Aku nggak peduli, jika Vano tahu kamu mengusirku. Kau pasti akan di pecat! Minggir kamu!" teriak Yani lagi.
"Mohon maaf nona, namun ini perintah langsung dari Tuan Vano. Tolong jangan membuat keributan di sini, atau saya akan panggilkan security untuk membawa anda keluar secara paksa" ucap Randi sudah mulai dingin.
"Sigh.... Aku bisa keluar sendiri!" ucap Yani sangat marah lalu melangkah keluar dari perusahan itu dengan kesal dan marah.
Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Olive di depan perusahaan yang baru turun dari mobil dan mengerutkan kening saat melihatnya.
"Wooowww, ngapain kamu ke sini lampir?" ucap sarkas Olive kesal melihat kehadiran Yani di kantor papanya.
"Bukan urusan kamu, lagian kamu juga ngapain ada di sini anak kecil!" ucap Yani
"Terserah aku dong, perusahaan-perusahaan punya papah aku ini. Jadi bebas mau kesini atau nggak, nggak ada urusannya sama situ. Tapi, kenapa itu wajah di tekuk seperti itu? Ah aku tahu, kamu pasti di usir kak Vano ya ha-ha-ha. Makanya mbak Lam, jadi cewe jangan terlalu agresif dan murah. Jadinya kak Vano ilfil kan" ucap Olive dengan senyum mengejek.
"Diam kamu j*lang!!!" ucap Yani marah, tangannya sudah mengepal kencang.
"Hah, keluar juga sifat asli kamu heh. Mau apa hah, mau pukul? Silahkan kalau kau berani dan jangan harap aku diam saja Heh" ucap Olive melipat tangannya di dada.
"Kalau bukan mengingat Vano, sudah ku robek mulutmu itu j*lang!!!" teriak Yani.
"Eiiitsss kenapa kau malah memaki dirimu sendiri. Dengar ya lampir, jangan kamu pikir aku bodoh dan tidak tahu obsesimu pada kakakku. Aku tidak akan membiarkan wanita macam kamu dekat dengan kakakku!!" ucap Olive Dingin
"Kau tidak tahu apa-apa tentangku, jadi diamlah!" bentak Yani
"Oh ya, jelas aku tahu kamu seperti apa, wanita yang tidak bisa seharipun hidup tanpa bat*ng!" sarkas Olive
"Jaga mulutmu!" teriak Yani.
"Iiihh, aku takut, tapi bohong ha-ha-ha... Yani-Yani, aku tidak masalah kau mencari pria untuk melampiaskan kegilaan kamu terhadap tubuh laki-laki itu. Tapi kau justru terobsesi dengan kakakku, jadi aku ingatkan padamu. Jauhi kakakku! atau aku bongkar semua rahasiamu pada kakakku! Camkan itu Lampir" ucap Olive pergi meninggalkan Yani yang tengah menahan amarah yang meluap sekaligus terkejut karena Olive tahu rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
....
Di rumah Xena, ia masuk ke kamarnya setelah mengetahui mama dan papa nya masih bekerja. Jika menanyakan apa pekerjaan papahnya, jelas jika papanya merupakan pengusaha kelas menengah. Sedangkan ibunya memiliki sebuah gerai atau konter yang menjual berbagai merek ponsel.
Xena menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk, di tangannya sudah ada laptop. Ia kemudian membuka laptop miliknya sembari menyenderkan tubuhnya di kasur empuk.
"Jadi orang-orang Ray sedang mengawasi Yuri? Baguslah, ternyata Ray tipikal pria yang tidak suka hidupnya dan juga wanita nya di usik. Aku bisa tenang jika hubunganku saat ini aman, setidaknya urusan Yuri biar Ray yang mengurusnya" ucap Xena tersenyum.
Tiba-tiba Xena mengerutkan keningnya dan menepuk jidadnya saat mengingat sesuatu.
"Ah, bego! Kenapa aku nggak kepikiran buat retas data Yani!" ucap Xena.
Tanpa berlama-lama, jemari Xena mengalun dengan piawai dan sangat cepat mengetik di papan keyboard. Ia kemudian masuk dan mulai membobol data milik Yani. Ia membuat kloning data yang mengirim semua percakapan Yani, dari telepon, chat ataupun media sosialnya. Bukan hanya itu, semua transaksi di akun bank Yani juga ia retas.
Bahkan semua dokumen pribadi milik Yani di HP, Laptop atau PC. Semuanya sudah di copy dan di backup ke folder khusus yang Xena simpan.
"Nah dengan begini kan aku bisa mengecek kegiatan ia yang dulu dan kedepannya. Agar bisa mengantisipasi hal buruk yang terhadi" ucap Xena
"Woaaahh, aku tidak menyangka, ternyata Yani yang terlihat bucin dan terobsesi dengan Vano. Ternyata memiliki kehidupan yang sangat menyedihkan tapi juga sangat bebas. Lihat ini, banyak sekali Video tentang dirinya melakukan, astagaaaaa.... Berapa banyak ini???" ucap Xena terkejut dengan matanya yang membola
"Tuhaaannn, mata ku sudah tidak suci lagi" ucap Xena bergidik dan segera menutup folder itu dan mematikan laptopnya.
...•••••...