
Kedua teman Yuri yang saat ini berada di sebuah outlet tas mewah, di pusat kota. Kedua nya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Yuri, yang sejak 3 jam lalu tidak lagi kelihatan.
Keduanya pun keluar dari outlet dengan wajah kesal, karena outlet akan segera tutup karena sudah jam 9 malam. Awalnya Yuki menjanjikan membelikan keduanya tas, dan izin ke toilet. Namun sejak 3 jam yang lalu belum kembali.
"Si*l sepertinya Yuri membohongi kita" ucap Ema merasa jengkel dan marah.
"Iya benar, dasar j*Lang sialan, beraninya dia membohongi kita dan membuat kita malu" sahut Kiki yang sama kesalnya.
"Ayo pulang saja, outlet sudah mau tutup. J*Lang itu tidak akan datang, mungkin dia kabur duluan dan tengah mengerjai kita berdua" ucap Ema
Keduanya pun pulang dengan perasaan dongkol. Mereka sama sekati tidak ada perasaan khawatir, atau mengira terjadi sesuatu yang buruk dengan temannya. Justru mereka memaki Yuri karena di sangka kabur dengan sengaja, entah gara-gara apa.
....
Ray masih mengemudi arah ke rumah Xena, sejak tadi Xena hanya diam saja membuat suasana dalam mobil hening. Terdengar helaan nafas Xena, Ray menoleh dan segera menepikan mobilnya. Ia membuka seat belt miliknya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Xena.
"Xena, sayang kenapa, hmm?" tanya Ray lembut
Xena menoleh dan bertemu dengan tatapan mata lembut dari kekasihnya.
"Apa aku sudah keterlaluan Ray?" membuka suara Xena
"Tidak! Kau sudah melakukan yang seharusnya. Dia pantas mendapatkan apa yang telah ia rencanakan sendiri. Jadi jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri karena hal itu" ucap Ray menangkupkan kedua tangan di pipi Xena.
Xena mengangguk mendengar itu, melihat Xena mengangguk Ray tersenyum lembut. Ia melepas seat belt Xena dan membawanya ke dalam pelukannya.
"Aku takut kamu berpikir jika aku jahat" ucap Xena menenggelamkan kepalanya di dada Ray.
"Jangan khawatir, meskipun kamu melakukan hal jahat pun aku akan tetap mencintai kamu. Karena aku yakin kamu tidak akan pernah melukai orang lain jika orang itu tidak bersalah" ucap Ray sungguh-sungguh.
"Benarkah?" tanya Xena mendongak hingga jarak keduanya sangat dekat.
"Hmm te-tentu, sayang kalau terlalu dekat begini. Aku takut tidak bisa menahannya" ucap Ray menelan salivanya susah payah melihat bibir ranum milik Xena.
Godaan berat terpampang jelas di depan matanya!
"Menahan apa?" tanya Xena sedikit menggoda.
"Kamu kucing nakal, berani menggodaku hm?" ucap Ray
"Tidak! aku tidak menggodamu, aku hanya bertanya" ucap Xena mengedipkan matanya.
"Kamu yang memintanya" ucap Ray.
"Minta ap... hmmmmppphhh..." ucap Xena terpotong karena bibir Ray sudah menciumnya.
Setelah keterkejutannya, Xena menutup matanya. Bahkan keduanya kini saling membalas ciuman.
Untung saat itu sudah malam, dan jalanan sangat sepi. Kalau tidak keduanya akan kena tilang polisi karena berhenti sembarangan di pinggir jalan, tanpa memperhatikan rambu lalulintas.
...•••...
Keesokan harinya, Xena mendapatkan pesan dari Ray. Jika anak buahnya sudah melakukan tugasnya, Yuri di gilir sampai jam 3 pagi dan ia di buang di jalan pinggiran kota tanpa sehelai benang pun.
Xena tidak mengizinkan video Yuri tersebar. Bukan karena dia baik hati, tapi belum waktunya menyebarkan semua bukti di tangannya dan di tangan Ray.
Setidaknya menunggu Yuri pulang dan merasa dirinya sudah aman. Karena tidak akan seru membeberkan rahasianya jika ia sendiri tidak tahu jika ia tengah jadi bahan gunjingan. Dan Xena akan menyerang mental Yuri setelahnya.
Xena melakukan itu karena Yuri juga akan melakukan hal yang sama terhadapnya, jika rencana itu berhasil. Jadi bukan salah Xena jika melakukan hal yang sama, tapi salahkan diri sendiri yang sudah berpikir picik dan jahat, yang justru berbalik padanya.l~
Karena berita tentang Yuri belum keluar, maka berita Xena dan Ray masih stay di trending satu sampai pagi ini.
Drrrrtttttt
Ponsel Xena bergetar dan terlihat nama Ray di sana.
"Halo sayang, apa aku menganggu istirahat kamu?" tanya Ray
"Nggak, aku sedang santai saja. Ada apa?" ucap Xena.
"Hmm, aku mendapatkan undangan acara talk show untuk membahas hubungan kita. Aku ingin tanya bagaimana pendapatmu tentang itu?" tanya Ray
"Apa kamu mau datang ke sana?" tanya Xena balik
"Ih sayang, kebiasaan deh. Bukannya jawab malah nanya balik" ucap Ray
Xena yakin jika kekasihnya ini tengah cemberut saat mengatakan nya.
"Ha-ha maaf, baiklah aku jawab itu terserah kamu. Bukankah sejak awal kamu mengatakan tidak ada rencana untuk menutupi hubungan kita dari orang lain?" ucap Xena
"Hmm, kalau begitu aku akan datang. Tapi aku ingin kau ikut" ucap Ray
"Masuk TV? Tidak ah" ucap Xena
"Kenapa?" tanya Ray
"Aku malu dan aku tidak terbiasa dengan itu" ucap Xena.
"Kamu harus terbiasa, karena sebagai calon istri dari seorang Ray. Kamu akan terus di sorot" ucap Ray terkekeh.
"Ya-ya tuan aktor terkenal. memang kapan acaranya?" tanya Xena
"Minggu depan" jawab Ray
"Baiklah, nanti aku lihat jadwal kelasku dulu" ucap Xena
"Oke" ucap Ray.
Keduanya kemudian mengobrol ringan, namun hanya sekitar 10 menit. Karena Ray harus kembali syuting.
....
Pagi ini Yani sudah stand by di depan Dirgantara Group. Ia menunggu kedatangan Vano, ia sangat kacau beberapa hari ini dan sering mengunjungi club karena ia dalam mood jelek dan butuh hiburan.
Ia sangat ingin bertemu dengan Vano yang sudah lama tidak ia temui. Ia sangat merindukan lelaki pujaannya itu.
Ia mencoba menghubungi Vano dengan nomor lain karena nomor lamanya masih di blokir. Namun setelah Yani ganti nomor, Vano yang tahu itu nomornya yang baru juga memblokir nomor barunya itu.
Hal itu sukses membuat Yani meradang, jadi sekarang ia nekad untuk menunggu Vano datang sejak pagi di depan perusahaan.
"Si*l panas banget ini hari. Kenapa Vano belum muncul juga sih, pegel nih kaki" ucap Yani lirih.
Ia melihat hari sudah siang, namun tidak ia lihat batang hidung Vano sejak 4 jam yang lalu ia berdiri di sana menunggu.
Ya, Yani sudah menunggu sejak jam 7 pagi, hanya untuk bisa bertemu dengan Vano. Dan harapannya terkabul, dari jauh ia melihat Vano turun dari mobil dan tengah berjalan di dampingi Randi yang tidak lain asisten nya.
"Vano!!!" teriak Yani dan tiba-tiba menghalangi jalan Vano untuk masuk.
...•••••...