Xena

Xena
159.



Xena langsung pergi keruangan HRD, kedatangannya membuat beberapa orang di divisi recruitment terkejut. Tentu semuanya tahu lewat Group karyawan jika tunangan Bos mereka datang ke perusahaan, yang lebih mengejutkan lagi dia datang ke divisi mereka saat ini


Banyak dugaan mengarah jika tunangan Bos mereka akan bekerja di perusahaan ini. Namun akan bekerja di divisi mana mereka tidak tahu.


Xena terkejut saat Pimpinan HRD mengatakan jika dirinya sudah mendapatkan posisi yang cocok, yakni menjadi sekretaris dari suaminya sendiri.


Bagaimana itu bisa? Xena menghela nafas karena itu pasti ulah dari suami bucinnya itu.


Ia tidak bisa mengganti kontrak magang yang sebelumnya sudah ia ajukan dan tanda tangani, jadi mau tidak mau selama tiga bulan ini ia harus menjadi sekretaris Ray. Padahal ia mwngakukanuntuk di bagian administrasi atau keuangan, tapi malah menjadi sekretaris CEO.


"Hais, pasti ini ulah Ray" gumam Xena lirih dan masih bisa di dengar oleh orang di sana.


Saat semua orang tahu Xena akan magang di perusahaan dan menjadi sekretaris bos. Mereka tidak ada yang berani komplen, para karyawan wanita juga hanya bisa dalam hati merasa iri dan ingin punya kekasih atau tunangan seperti Ray juga.


Ya hanya dalam hati mereka mengungkapkan iri hati, mereka masih ingin bekerja enak dengan gaji yang tinggi di perusahaan. Jadi mereka tidak ingin mengusik kehidupan yang berhubungan dengan bosnya.


Mereka yang mengikuti Ray tahu, jika Xena merupakan pemilik dari XR Restaurant dan juga Hotel Yaksha, yang berarti Xena bukan dari kalangan biasa. Hal itu pula yang membuat mereka tidak berani mengomentari Xena yang kini menjadi sekretaris Ray.


Xena langsung di antar oleh HRD menuju ke ruangan CEO, di sana sudah ada Galang dan juga Andhini yang menatap tidak suka ke arah Xena. Meskipun ia tetap tersenyum menatapnya, tapi Xena adalah tipe orang yang sangat peka dengan sekitarnya.


Sudah tentu Xena merasakannya, ia hanya tersenyum sangat tipis. Merasa jika ada hama lainnya di sekitar sang suami.


Takut? Oh tidak ada kata takut di dalam kamus seorang Xena.Jika ada yang berani, maka Xena akan melawan siapapun itu.


"Nona Xena, perkenalkan ini Pak Galang beliau asisten pribadi tuan Raymond. Dan ini Bu Andhini sekretaris tuan Raymond, beliau yang akan menjelaskan tugas nona di sini. Kalau begitu saya pamit" ucap Pimpinan HRD pamit undur diri


"Terimakasih pak Gino... Selamat pagi dan salam kenal pak Galang, Bu Andhini. Perkenalkan saya Xena Yaksha sekretaris magang di sini mulai hari ini, mohon kerja samanya" ucap Xena membuat Andhini terkejut.


Ia masih belum tahu jika Xena akan menjadi sekretaris sama seperti dirinya meskipun hanya magang. Xena melihat tangan Andhini mengepal kuat, Xena hanya berdecih dalam hati.


"Salam kenal nona Xena, saya sekretaris tuan Raymond. Selamat bergabung di perusahaan, saya akan meminta orang untuk menambahkan meja dan kursi di sini nanti" ucap Andhini berusaha berbicara lembut dan sopan.


"Tidak perlu Bu Andini" ucap Galang membuat dua wanita itu menoleh padanya.


"Hah??" Xena terkejut, ia memijat keningnya pelan. Apalagi yang akan di lakukan suami bucinnya itu. Mereka akan satu ruangan? Xena tidak yakin keduanya akan fokus bekerja nantinya.


"Bukannya meja sekretaris harus di luar ruangan pak Galang? Kalaupun di dalam, itu harusnya meja anda sebagai asisten pribadi. Ya walaupun nona Xena merupakan tunangan tuan Raymond, tapi kita harus profesional dalam pekerjaan" ucap Andhini.


Ia tidak terima Xena yang baru datang sudah merusak suasana yang membuatnya semakin kesal.


Pertama kehadirannya di kantor tidak di gubris oleh bosnya, kedua ia di komentari cara berpakaiannya, ketiga ia di kejutkan dengan kedatangan tunangan yang akan menjadi sekretaris juga dan terakhir Masalah penempatan meja kerja Xena.


"Ini bukan ranah anda Bu Andhini, untuk mengomentari keputusan tuan Ray. Anda cukup bekerja dengan baik sebagai sekretaris, jangan terlalu ikut campur dengan urusan bos Anda. Sadari posisi anda di sini hanya bawahan" ucap Galang menekan kata-katanya.


"Lalu apa tuan besar tahu akan hal ini? Beliau juga akan menolak jika tahu hal ini terjadi, ini tidak sesuai aturan" ucap Andhini masih kekeh dengan pendiriannya.


Ia menggunakan nama tuan besar agar mereka semua takut, bagaimana pun Kakek Reksa masihlah pemilik perusahaan yang SAH. Jadi beliau masih memiliki andil besar di perusahaan.


"Sayangnya tuan besar sudah tahu dan setuju apapun yang di ucapkan cucunya. Jadi bisakah anda diam dan lanjutkan pekerjaan anda yang masih belum selesai itu. Dan mengenai pekerjaan nona Xena, itu menjadi urusanku. Aku yang akan menjelaskan pekerjaannya nanti" ucap Galang.


Andhini tidak bisa berkata apa-apa lagi, ia kemudian dengan kesal kembali duduk dan menatap tajam Xena.


"Awas mata anda keluar Bu kalau terlalu lebar lihatnya, akan gempar seluruh perusahaan jika hal itu terjadi" ucap Xena


"Kau..." ucap Andhini marah


"Saya hanya bercanda Bu, astaga... Anda ini kaku sekali" ucap Xena terkekeh kemudian masuk ke dalam ruangan Ray tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Galang hanya diam dan ikut masuk ke dalam.


...••••••...


Hai guys maaf Author update dikit dan jam update nggak teratur.


Di sini lagi musim panen padi. Sawah Author lagi di panen jadi author sibuk lihatin yang lagi kerja dan hitung hasil. Ya sekitar sampe semingguan sibuknya☺️ harap maklum ya🙏