Xena

Xena
126. Tiger-Olive



Sudah beberapa hari ini Tiger selalu mengawasi dan melindungi Olive dari jauh. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada gadis pujaannya itu.


Saat melihat Olive di goda oleh laki-laki lain, Tiger menggeram marah. Namun ia tidak bisa langsung bertindak, kalau orang lain berbuat dengan tindakan Fisik atau menghina baru ia akan maju.


Tapi kalau hanya menggoda, dia tidak memiliki hak untuk marah bukan? Tiger lega saat Olive tidak menggubrisnya orang itu, bahkan kadang bersikap jutek dan memarahi orang yang menggodanya.


Hal itu membuat mood Tiger membaik, ia bahkan terkekeh melihat sifat galak Olive yang baru ia tahu. Itu membuat Olive terlihat sangat gemas di matanya.


Hari ini contohnya, Olive tengah menikmati hari luangnya menikmati makanan di sebuah taman. Ia membeli satu cup ice cream, namun diam-diam ada seorang pria yang ingin mengambil dompet dari tasnya.


GREP!!!


Tangan pria itu langsung di pegang oleh Tiger.


"Akhhh..." teriak pemuda itu, hingga membuat Olive kaget dan menoleh ke samping kirinya.


Ia terkejut melihat Tiger memasang wajah marah pada seorang pria. Namun saat Olive melihat tangan pemuda itu dan mendapati dompet miliknya ada di tangan pemuda itu. Ia langsung mengerti apa yang telah terjadi.


BUK!!!


Olive langsung mukul tasnya yang cukup berat itu ke kepala pencopet itu.


"Si*l, kamu copet!!!" teriak Olive membuat semua orang menatap ke arah mereka.


"Bu-bukan aku! Lepaskan aku!" ucap pencopet itu mengelak dan mengumpat ke Tiger karena tangannya masih di pegangi Tiger.


"Masih ngeles lagi, coba jelasin kenapa dompetku ada di tanganmu, kalau bukan kamu mencopetnya! Tas aku juga terbuka!" teriak Olive.


"Ah..." pencopet itu kaget karena ternyata ia masih memegang dompetnya dan langsung menjatuhkannya sekarang.


"Oohh jadi ini orang pencopet ya dek? Pantas akhir-akhir ini banyak yang sering kehilangan dompet atau ponsel. Ternyata kamu dalangnya" tanya abang-abang penjual dan juga ibu-ibu yang membeli es krim untuk anak mereka.


"Udah ayo kita keroyok aja nih copet!!" ucap salah satu ibu-ibu.


"A-ampun! Jangan!" teriak pencopet itu meringkuk, Ia mendapatkan pukulan dari para ibu-ibu dan penjual di sana.


"Eh, Cukup-cukup ibu, bapak. Jangan main hakim sendiri yang ada kalian nanti di salahkan, lebih baik kita laporkan ke polisi aja!" ucap Olive.


"Ya sudah telepon polisinya neng! Tapi ibu tetep mau pukul nih pencuri sekali aja, biar dia kapok" ucap ibu-ibu itu dan langsung menyerang pencopet itu.


BAK!! BUK!! BAK!! BUK!!


Ibu itu memukul pencopet itu sekali. Bukan hanya dia saja, tapi penjual dan ibu-ibu yang lain juga ikut memukulinya. Setidaknya ada belasan orang di sana ikut memukul pencopet itu sampai wajahnya saat ini lebam. Pencopet itu merintih minta ampun dan menangis.


"Cih lemah, baru di pukul ibu-ibu sekali aja sudah nangis, kita belum keluar tenaga ini. Nyopet aja berani tapi giliran ke pergok nangis, mental tempe!!! Jangan remehkan tenaga emak-emak ya!!!" teriak ibu-ibu di sana dengan antusias.


Tak lama kemudian, polisi datang membawa pencopet yang sudah babak belur itu ke kantor polisi. Kebetulan kantor polisi berada di seberang taman.


Tiger dan Olive ikut ke kantor untuk di mintai keterangan. Tidak sampai lima menit setelahnya mereka di perbolehkan untuk pulang, itu karena salah satu petinggi di cabang sana mengenal Tiger.


Jadi ia tahu jika pencopet itu tengah sial karena bertemu Tiger. Sudah pasti kasus pencopet itu akan di usut sampai ke akarnya. Dan ternyata setelah di telusuri, di ketahui bahwa pencopet itu adalah salah satu buronan yang suka melakukan pembegalan di salah satu daerah di Ibukota.


"Terimakasih" ucap Olive tulus


"Sama-sama" ucap Tiger sedikit gugup saat bicara berdua dengan Olive, sama seperti saat di rumah sakit waktu itu. Namun ia juga merasa senang bisa mengobrol lagi dengan gadis pujaannya.


"Kamu sedang apa di Taman?" tanya Olive


"Ah, kebetulan lagi nyari udara segar, tadi nggak sengaja lihat pencopet itu, eh nggak tahunya yang di copet ternyata kamu. Kebetulan sekali bukan?" ucap Tiger tersenyum.


"Hmm, kalau begitu aku pulang dulu makasih sekali lagi udah bantuin nangkap tuh copet" ucap Olive tulus.


"Eh tunggu Liv" ucap Tiger saat melihat Olive akan pergi.


"Bisa bicara sebentar" ucap Tiger, Olive terlihat berpikir jadi Tiger pun angkat bicara lagi.


"Sebentar aja kok, kita bisa ngobrol sambil makan Ice cream di taman, ah ada chicken pop juga loh di sana. Kamu bisa nunggu di bangku, aku akan membelinya. Bagaimana?" tanya Tiger


Mendengar nama makanan dan Ice Cream, Olive langsung mengangguk semangat.


"Strawberry cup yang besar ya" ucap Olive dengan tersenyum lebar.


"Oke, kamu tunggu di sana sebentar ya" ucap Tiger tersenyum.


Dengan semangat empat lima, Tiger mulai memesan ice cream strawberry dengan ukuran besar dan juga langsung membeli Chicken pop yang akhir-akhir ini sering di makan Olive.


Tiger kemudian membawa itu menghampiri Olive dan memberikan pesanan yang ia mau. Dengan senang hati Olive menerimanya dan memakannya.


Olive tanpa jaim memakan makanan itu dengan lahap, Tiger memandangnya dari samping sembari tersenyum melihatnya. Olive terlihat sangat menggemaskan, entah mengapa jantung Tiger semakin berdetak kencang.


"Enak?" tanya Tiger


"Hmm" Olive menganggukkan kepalanya.


Tiger terkekeh, ia menyeka makanan yang ada di sudut bibir Olive. Olive menegang sejenak, ia terkejut mendapat sentuhan dari Tiger.


"Ah, maaf. Ta-tadi ada noda, ak-aku...." ucap Tiger terkejut saat ia kelepasan menyentuh Olive.


Ia tahu jika Olive memiliki trauma dengan hubungan apalagi sampai menyentuh. Seketika Tiger mengumpati dirinya sendiri di dalam hati.


"Tidak apa-apa, aku sudah sembuh kok" ucap Olive santai setelah sudah tidak lagi tegang.


"Benarkah?" tanya Tiger terkejut.


"Ya, Minggu kemarin Dokter Ratna bilang kalau aku sudah sepenuhnya sembuh" ucap Olive lagi, ia tidak menutupi kondisi mentalnya, karena Tiger sudah tahu.


"Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya" ucap Tiger tulus.


"Hmm, makasih" ucap Olive. Ia meneruskan makannya dan beberapa saat kemudian makanan sudah ludes habis.


"Eh, kamu nggak makan?" tanya Olive baru sadar kalau Tiger nggak makan sama sekali, setelah ia menghabiskan makanannya. Memang dasar si Olive tidak sadar semuanya saat makan.


"Aku masih kenyang" ucap Tiger tersenyum.


"Ah begitu, apa yang mau kamu omongin?" tanya Olive.


"Itu, aku... aku... anu... hmmm..." ucap Tiger tiba-tiba gugup.


Ia belum pernah mengatakan perasaannya pada perempuan, kalau dulu biasanya perempuannya yang datang padanya dan langsung jalan begitu saja. Sekarang berbeda, Olive adalah wanita yang benar-benar ia cintai.


Olive masih sabar menunggu yang ingin di katakan Tiger, namun sudah cukup lama Tiger hanya bicara aku, anu, aku, anu, membuatnya kesal juga.


"Stop!" ucap Olive menghentikan ucapan Tiger.


"Ah, ke-kenapa Liv?" tanya Tiger masih gugup


"Dari tadi ngomong aku, anu, aku, anu Mulu. emang mau ngomong apa sih sebenernya?" ucap Olive kesal.


"Itu, aku, anu... hmm anu..." ucap Tiger


"Haaahhh...ya sudah kalau nggak ada yang mau di omongin aku mau pulang aja, ini udah sore juga" ucap Olive, hendak beranjak.


"Aku cinta kamu Olive, bisakah kasih aku kesempatan untuk mengejar kamu? Aku akan membuktikan kalau aku benar-benar mencintai kamu, aku belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku janji aku tidak akan menyakiti kamu dan mengecewakan kamu" ucap Tiger dengan cepat seperti penyanyi Rapp yang mengucapkan itu dalam satu tarikan napas, bisa kalian bayangin sendiri.


...•••••••...