
Melihat Zico yang terus-terusan mengganggunya membuat Xena merasa tidak nyaman, jadi ia memutuskan untuk menyelesaikannya saat ini juga. Ia tidak ingin terjadi yang tidak-tidak di masa depan, terlebih melihat sifat Ray yang pastinya akan marah jika tahu.
"Katakan!" ucap Xena tidak mau membuang waktu.
"Apa kita tidak cari tempat mengobrol yang nyaman? Kita juga harus mengobati tanganmu dulu" ucap Zico.
"Tidak perlu! Lagian aku hanya kasih kamu waktu bicara sebentar" ucap Xena malas.
"Tapi..." ucap Zico terpotong oleh Xena
"Kalau tidak ada yang ingin di bicarakan, lebih baik pergi sana, ganggu saja!" ucap Xena kesal.
"Oke-oke, jangan marah cantik. Kamu tambah cantik kalau lagi marah-marah gini... Oke maaf... aku bicara sekarang" ucap Zico saat melihat tatapan mata Xena yang tajam ke arahnya, ia tidak ingin Xena marah padanya.
"Kenapa sulit sekali mencari tahu tentang kamu?" tanya Zico, namun Xena hanya diam tidak mengatakan satu kata pun. Tidak ada untungnya juga menjelaskannya, bukan?
Melihat Xena hanya diam saja, Zico kembali mengucapkan sesuatu.
"Jujur aku tertarik padamu, jadi aku ingin mengenalmu lebih dekat. Kalau bisa kita bisa mulai dari pacaran dulu" ucap Zico
"Tapi sayangnya aku tidak tertarik!" ucap Xena ketus
"Ayolah, apa yang kurang dari ku? Aku tampan dan kaya, aku bisa memberikan apapun yang kamu mau" ucap Zico.
"Aku tidak butuh! Silahkan cari perempuan lain!" ucap Xena kesal bicara dengan orang bebal macam Zico.
"Kenapa kau tidak mau, berikan aku alasannya?" tanya Zico tidak mau menyerah.
Mau nggak mau Xena mengatakan alasannya, ia berharap Zico bisa mengerti dan menghindar darinya.
"Yang pertama aku tidak menyukaimu! Kedua, aku tidak suka dengan cowo macam kamu yang suka mempermainkan wanita. Bukannya kamu sudah punya pacar? Kenapa sekarang ngejar-ngejar aku sih? emang kamu pikir aku cewe apa?
Ketiga aku sudah bertunangan dan aku sangat mencintai tunanganku dan aku tidak mau menambah selir atau gundik, karena aku hanya mencintai tunanganku seorang. Jadi tolong jangan jadi pembinor! Yang keempat, aku tidak suka di ganggu, jadi tolong pergi sekarang juga!" ucap Xena dengan tegas.
"Untuk alasan pertama, aku akan berusaha membuatmu menyukaiku, ada pepatah mengatakan cinta datang karena terbiasa. Alasan kedua aku bisa meninggalkan perempuan-perempuan itu dan memilihmu. Aku juga tidak akan setia jika kamu mau jadi pacarku.
Alasan ketiga aku tidak percaya, kalau kamu tunangan Raymon Octavio, aku yakin kamu hanya jadi pion untuk mengusir para wanita dari sisinya. Yang keempat, aku tidak akan pergi karena kau sudah mencuri semua perasaan yang kumiliki jadi aku akan mengambil hati dan cintamu sebagai gantinya" ucap Zico.
"Orang stres!" umpat Xena kesal dan membuka pintu mobilnya.
"Hei sayang tunggu!" ucap Zico, ia hendak meraih tangan Xena.
Bugh!!!
Namun Xena sudah melancarkan tendangannya lebih dulu yang mengenai perut Zico sekali lagi. Hingga membuatnya duduk tersungkur di tanah.
"Jangan panggil aku sayang dengan mulut menjijikanmu atau aku memotong lidahmu! Jangan menggangguku pagi, aku tidak akan pernah menyukaimu, dasar penjahat kel*min!!!" sungut Xena.
Ia kemudian masuk ke mobilnya dan memacu mobilnya keluar dari area kampus. Zico yang menatap mobil yang keluar area kampus, ia tidak marah dengan umpatan yang Xena lontarkan Justru ia terkekeh melihat betapa galaknya Xena.
"Sungguh menarik, kau malah terus membuatku semakin menginginkanmu. Aku masih tidak percaya kalau kamu tunangan Ray yang dingin itu. Aku akan tunjukan jika hanya aku yang pantas denganmu" ucap Zico bangun dan mengibas pakaiannya yang kotor.
Ia beranjak masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari area kampus.
....
Di sisi lain, Ray tengah mengobrol dengan CEO perusahaan agensi yang selama ini menaunginya, namanya Ethan. Pria muda berusia 32 tahun yang terlihat tampan di usianya yang sudah menginjak kepala tiga.
"Ray, apa tidak bisa di pikirkan lagi? Karirmu tengah menanjak sekarang. Aku bisa memberikan kamu cuti, kamu tidak perlu mengundurkan diri dari dunia hiburan" ucap Ethan
"Keputusanku sudah mutlak, aku tidak bisa memperpanjang karir ku di Dunia hiburan. Sudah cukup aku bermain-main lima tahun ini, kakek dan Perusahaan membutuhkanku sekarang. Kau tahu Kakek sudah semakin tua, aku tidak ingin menambah beban untuknya dengan mengurus perusahaan" ucap Ray.
Gaia Entertainment merupakan perusahaan milik keluarga Perdana dan merupakan anak perusahaan perdana Group.
Perdana Group merupakan perusahan besar yang masuk lima besar di negara ini dan juga terikat dengan Octavio Group.
Ibu Ray memiliki dua adik laki-laki, yang pertama ayah dari Arsy dan sekarang menjadi ketua Perdana Group. Yang kedua adalah Ethan yang baru menikah Lima tahun lalu dan belum di karuniai momongan dan menjadi CEO di Gaia Entertainment.
"Tapi ada proposal masuk dari brand ternama dari Prancis dan menginginkan kamu jadi Global ambassador merek mereka. Bukankah kamu menginginkan ini sejak lama? Bisakah kamu mempertimbangkan nya lagi? Setidaknya ambil kontrak ini selama 2 tahun kedepan" tanya Ethan
"Aku tidak bisa, maaf keputusanku sudah bulat" ucap Ray menghela nafas.
Baginya sekarang, merek itu tidak lagi penting. Tapi masa depannya dengan Xena adalah yang terpenting dan kakeknya sudah tidak lagi muda untuk menjalankan perusahaan.
"Haah, baiklah jika itu keputusanmu" ucap Ethan menyerah.
"Terimakasih sudah mengerti paman kecil" ucap Ray
"Hei kau meledekku lagi, panggil aku yang benar" ucap Ethan cemberut.
"Aku sudah memanggilmu dengan benar!" ucap Ray sembari menyeruput kopinya.
"Panggil aku Ethan saja, aku tidak ingin terdengar sangat tua dan juga kecil secara bersamaan" ucap Ethan.
"Uhukkkk... ha-ha-ha... Ya-ya baiklah" ucap Ray sempat tersedak saat mendengarnya.
"Kapan kamu akan mengumumkan akan pergi dari dunia hiburan?" tanya Ethan.
"Lusa" ucap Ray.
Ethan mengangguk mengerti.
"Aku akan mengundang stasiun TV untuk meliput pertanyaan kamu, siang nanti perusahaan akan mengumumkan jika kamu tidak lagi perpanjang kontrak di akun resmi" ucap Ethan.
"Terserah kamu saja" ucap Ray lagi.
"Oke, lalu bagaimana dengan Reno dan Galang?" tanya Ethan.
"Galang akan ikut aku ke perusahaan, kalau kak Reno belum tahu, dia bilang masih menyukai pekerjaannya. Tapi aku tidak akan menolak juga jika ia memilih ikut ke perusahaan. Jika Kak Reno memutuskan untuk tinggal, tolong perlakuan dia dengan baik" ucap Ray
"Tentu, dia adalah manager yang paling kompeten di sini, pasti aku memperlakukan nya dengan baik" ucap Ethan.
"Hmm...." ucap Ray
TING!!!
Ponsel milik Ray berbunyi, yang artinya ada pesan masuk, Ray pikir itu adalah pesan dari Xena. Karena hari sudah sore dan sudah jadwalnya Xena pulang kuliah.
Namun itu dari Tiger, dengan malas Ray membuka pesan itu. Matanya membesar dan meremas kuat ponselnya, saat melihat foto yang di kirim tiger.
Foto itu tangan Xena di pegang oleh seorang laki-laki yang wajahnya tidak terlihat. Jelas Ray marah melihat itu.
...•••••...
Hallo Author comeback 🤭 maaf jarang update, kerjaan author lagi bejibun. Apalagi kemarin ada acara tahlil Alm. papah yang kedua tahun. Jadi author sibuk. Maafkan🙏
Rencananya besok Jumat mau Crazy up, tapi ternyata ada undangan meeting dari pagi sampe jam lima sore🤦
Mau nggak mau crazy up nya di pending sampai Sabtu nanti ya, minimal author upload 3 bab deh😁 Author nggak bisa nulis malam, karena waktunya habis kesita sama novel sebelah 'The Greatest Female Soul' dan juga istirahat. Jadi harap maklum dan Selamat membaca semua👋