Xena

Xena
102. Pengajuan magang



Pagi harinya Xena masuk ke kelasnya, ia memiliki banyak tugas hari ini. Termasuk pengajuan magang untuk tugas pelengkap.


Di kehidupannya dulu, ia memilih untuk magang di Dirgantara Group, agar lebih dekat dengan Vano. Meskipun ia hanya magang menjadi karyawan biasa dan jarang sekali melihat Vano, tapi ia bersemangat sekali saat itu.


Tentu saja di kehidupan ini ia tidak akan melakukan yang sama. Jadi ia memutuskan untuk magang di restoran miliknya sendiri.


Namun sayangnya pengajuan magangnya di tolak. Dosennya mengatakan ia harus magang di perusahan lain, karena Dosen tahu jika Restoran itu milik Xena karena ia membaca di sebuah artikel yang memberitakan tentang Restoran miliknya.


Dosen melakukan itu dengan alasan, Xena harus mendapat pengalaman dari tempat yang berbeda.


Xena menggaruk kepalanya yang tidak gatal!!, ia menghela nafas saat sudah keluar dari ruangan dosen dan beranjak menuju taman kampus. Ia bingung memilih perusahaan mana untuk ia ajukan magang.


Drrrrttttt!


Ponselnya bergetar, nama Ray tertera di layar yang melakukan panggilan video.


"Hallo Ray" ucap Xena lesu


"Hallo yang, kamu lagi apa? Kenapa lesu gitu mukanya" ucap Ray


"Habis dari ruangan dosen, pengajuan magang aku di tolak" ucap Xena


"Memang kapan magangnya yang?" tanya Ray


"Masih lama, dua bulanan lagi" ucap Xena


"Kalau gitu ke Octavio Group aja, kamu pasti di terima di sana" ucap Ray antusias, jika di hitung dua bulan dirinya juga kontraknya akan habis.


"Hmm gimana ya, nanti aku pikirkan deh. Kamu sedang apa?" tanya Xena tersenyum melihat kekasihnya yang tampan itu.


"Lagi istirahat, kangen kamu yang, kangen makanan buatan kamu juga" ucap Ray memelas


"Bilang aja kamu kangen sama masakan aku bukan sama orangnya. Nanti kalau pulang aku masakin makanan kesukaan kamu" ucap Xena


"Sama orangnya lah yang utama, aku kan kangen udah berapa hari coba kita nggak ketemu. Beneran loh ya masakin aku yang spesial" ucap Ray tersenyum manis.


"Ya-ya, percaya deh sama tuan aktor yang terhormat" jawab Xena terkeke


Keduanya kemudian mengobrol ringan sampai Ray harus kembali untuk melakukan take adegan lagi. Meskipun masih rindu, namun Ray tetap profesional melakukan pekerjaannya.


....


Keesokan harinya, Xena berangkat kuliah dan langsung menemui dosennya dan mengatakan jika ia akan mendaftar magang di Octavio Group. Ia juga sudah menyiapkan CV untuk ia ajukan magang di sana.


Xena tidak mengatakannya pada Ray, karena ia tidak mau Ray membantunya lewat jalan belakang, ia ingin berusaha sendiri untuk itu.


Dosen menerimanya dan Xena di minta untuk menunggu sampai ada balasan dari pihak perusahaan, setelah dosen mengajukannya ke sana.


Setelah selesai mengikuti kelas siangnya, Xena berangkat menuju Dojo untuk latihan rutin. Sesampainya di sana, ia melihat Arsy yang fokus melatih kekuatannya.


Sadar ada yang memperhatikannya, Arsy menoleh dan ia melihat Xena berdiri tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya. Arsy berhenti dan menghampiri Xena sembari tersenyum.


"Hai Xe" sapa Arsy dengan senyum tiga jarinya.


"Hai Ar, gimana latihannya?" tanya Xena


"Seperti yang kau lihat, aku harus meningkatkan kekuatanku. Bay the way lusa jangan lupa dukung aku tanding ya" ucap Arsy, dengan nafas tersengal karena latihan ia cukup keras, mengingat sudah H-1 sebelum turnamen.


Tubuhnya di penuhi keringat, menurut Xena. Arsy adalah cewek se*si yang sangat Badas. Ia terlihat sangat keren, di tambah wajah cantiknya yang meskipun ia tomboy tidak melunturkan kecantikan yang ia miliki dan juga ia memiliki postur tubuhnya yang proposional.


"Wah, kamu terlihat Se*si kalau seperti ini" ucap Xena


"Aku serius" ucap Xena


"Ya-ya, terimakasih nyonya muda Octavio" ucap Arsy tersenyum.


"Apaan sih" ucap Xena malu


"Kalau begitu aku temani latihan, mau?" tanya Xena.


"Boleh, kita latihan tanding aja" ucap Arsy


Keduanya kemudian melakukan latihan tanding. Meskipun keterampilan mereka jauh berbeda, karena Arsy jelas lebih Pro. Tapi keduanya asik melakukannya dengan riang, Arsy juga menekan kekuatannya saat berlatih dengan Xena.


.....


Di sebuah Cafe, Bram, Arlan, Jhody dan Ferry ada di sana. Hanya kurang Vano saja yang masih berkutat di kantornya yang super sibuk.


Mereka berkumpul untuk membahas nasib persahabatan antara Ferry dan juga Vano. Mereka tidak tahu jelas apa yang terjadi, oleh karenanya mereka berkumpul untuk menanyakan pada Ferry tentang hal itu.


Mereka hanya tahu hubungan persahabatan Ferry dan Vano renggang, meskipun mereka menebak jika hal ini ada hubungannya dengan Yani.


"Sebenarnya apa yang terjadi Bro? Kalau ada masalah di bicarakan dengan baik-baik. Ingat kita sudah bersahabat sangat lama, masa pecah begitu aja" ucap Jhody menepuk pundak Ferry.


"Gue juga nggak pengen itu terjadi, tapi gue nggak tahu harus apa sekarang" ucap Ferry dengan lemas.


"Makanya cerita bro, barangkali kita bisa kasih solusi untuk masalah kalian berdua" sahut Arlan.


"Arlan dan Jhody benar Fer, kita ini sahabat. Jadi kalau ada masalah lebih baik di bicarakan dengan kepala dingin. Kita cari solusinya bareng-bareng" ucap Bram menyahuti


"Masalahnya sangat rumit" jawab Ferry


"Apa ini berkaitan dengan sepupu lu?" tanya Arlan dan Ferry mengangguk.


"Hah, memang berita itu bener ya, kalau Yani yang udah nabrak Olive?" tanya Bram


"Gue nggak tahu, tapi mereka memiliki bukti yang artinya memang benar Yani yang telah melakukannya" ucap Ferry


"Ya gue ngerti, pasti Lu berat sama keluarga Lu ya kan?" tanya Bram


"Ya, gue dalam posisi serba salah sekarang, meskipun gue nggak ada masalah sama Vano. Tapi gue malu karena kelakuan sepupu gue itu, pastinya keluarga gue juga keberatan kalau gue tetap berteman dengan Vano" ucap Ferry


"Kalau menurut gue itu hak lu berteman dengan siapa aja Fer, terlepas perseteruan antara dua keluarga. Lebih baik kita atur lu dan Vano ketemuan. Obrolin baik-baik dan cari jalan keluarnya bareng-bareng. Kita nggak mau persahabatan kita pecah karena masalah Yani" ucap Arlan.


"Apa dia mau ketemu gue?" tanya Ferry lesu.


"Meskipun Vano keras kepala, tapi dia orang baik dan tahu jika persahabatannya adalah suatu hal yang penting. Jadi gue yakin Vano mau kok" ucap Bram


"Lebih baik lu atur aja Bram, biar masalah nya cepat kelar" ucap Jhody


"Ya, nanti gue telepon dia" ucap Bram.


....


Setelah selesai berlatih tanding, Xena dan Arsy tidur telentang di lantai karena kecapean. Mereka mengobrol ringan sebelum Xena memutuskan untuk mandi lalu cabut.


Hari sudah sore, ia harus ke restoran dan bertemu dengan Olive dan juga Vano. Jadi setelah selesai mandi di Dojo, ia langsung berangkat ke resto


...•••••...