Xena

Xena
127. Rencana membuka cabang lain.



Olive yang mendengar itu berdiri mematung, meskipun ucapan Tiger sangat cepat. Namun Olive masih bisa mendengarnya dengan sangat jelas, ia tertegun.


Tiger juga merasa lega akhirnya bisa mengungkapkan perasaannya. Ia melihat Olive hanya diam mematung di depannya, Tiger pun merasa gugup kembali menunggu tanggapan Olive tentang ungkapan cintanya.


"Liv" ucap Tiger menyentuh pundak Olive.


"Eh, i-iya ada apa? Ah maaf, aku pasti melamun dan seperti nya pendengaranku bermasalah hingga seperti mendengar sesuatu. A-aku pulang dulu" ucap Olive hendak beranjak pergi.


Tentu saja Tiger akan membiarkan itu, ia memegang tangan Olive hingga ia tidak bisa beranjak dari sana. Tiger tidak akan membuat pernyataan cintanya berlalu begitu saja, ia kemudian mendudukkan kembali Olive di sampingnya.


"Kamu tidak salah dengar, aku memang menyatakan perasaanku padamu barusan" ucap Tiger.


"Haah?" ucap Olive terkejut saat Tiger blak-blakan membicaran itu.


"Ak-aku... aku.... Haaaaaahhh Ya Tuhan..." Tiger menghela napas lalu menatap manik Olive yang masih terlihat bingung itu.


"Aku mencintaimu, kamu mau jadi pacarku Olive?" ucap Tiger setelah ia merasa cukup tenang, tapi tetap saja tubuhnya bergetar mengucapkan itu.


"Aku? Kok bisa?" ucap Olive dengan wajah bingungnya. Ia tidak menyangka kalau Tiger seberani itu mengucapkan perasaan padanya.


"Tentu bisa karena itu kamu" ucap Tiger lagi.


"Tapi, aku tidak bi..." ucap Olive.


"Pliiisss, jangan tolak aku! Tolong berikan kesempatan untukku mengejar dan membuktikan betapa seriusnya aku padamu" ucap Tiger memohon dengan wajah memelasnya.


Olive terdiam saat melihat kesungguhan Tiger di matanya. Olive sendiri bingung dengan perasaannya, perasaannya sudah lama mati terhadap laki-laki. Meskipun sekarang ia sudah sembuh dari traumanya, ia masih sulit untuk membuka perasaannya untuk laki-laki.


"Hah, perasaanku sudah mati Tiger" ucap Olive menghela napasnya.


"Aku kan mencoba menghidupkannya kembali" ucap Tiger dengan yakin


"Tapi...." ucap Olive.


"Aku mohon, aku akan berusaha membuatmu kembali membuka hati dan menerimaku" ucap Tiger.


"Xena..." ucap Olive


"Nona bos sudah memberikan lampu hijau, asalkan aku tidak mempermainkan dan menyakitimu, ia akan membiarkan aku mengejarmu" ucap Tiger


"Kekasihmu?" tanya Olive


"Aku tidak memiliki kekasih, aku minta maaf jika kelakuanku dulu membuat kamu ragu. Tapi aku benar-benar tidak memiliki kekasih, wanita-wanita itu aku sudah menyelesaikan semua urusan dengan mereka. Jadi jangan khawatir. Aku tidak berniat macam-macam padamu, aku benar-benar tulus mencintai kamu" ucap Tiger


"Haaaaahhh, oke baiklah lakukan apa yang kamu mau, tapi aku tidak bisa menjanjikan apapun. Kalau seandainya aku tidak bisa atau bahkan mungkin aku membuka hatiku ternyata untuk orang lain dan bukan kamu. Jangan salahkan aku. Kalaupun kamu mau pergi, aku juga tidak akan menahannya" ucap Olive.


"Ya, aku tidak akan pergi kemanapun, aku tidak akan menyalahkan siapa pun apapun yang terjadi nanti. Aku akan terus membuktikan kalau aku layak untukmu" ucap Tiger sungguh-sungguh.


"Hmm..." Olive mengangguk.


"Terima kasih Love" ucap Tiger tersenyum senang.


"Hey kenapa memanggilku Love? Panggil aku Olive!" ucap Olive.


"Tidak! Aku akan memanggilmu Love mulai dari sekarang, biar kamu terbiasa dan selalu memikirkan ku" ucap Tiger.


"Nggak mau! Panggil aku Olive!" ucap Olive.


"Aku belum siap jadi Popeye, karena aku tidak bisa kuat meski sudah makan bayam yang banyak. Jadi lebih enak aku panggil Love" ucap Tiger lagi


"Hey Love tunggu aku dong, aku antar pulang. Mobilku ada di sana!" ucap Tiger dengan berani memegang tangan Olive mengarahkannya di mana mobilnya terparkir.


.....


Xena cukup sibuk belakangan ini, untungnya Ray juga masih sibuk dengan jadwal syuting Film terakhirnya itu. Jadi mereka sama-sama sibuk dan salaing menghubungi saat malam seperti biasanya.


Xena sibuk karena akan memperluas bisnis restoran miliknya di dua cabang sekaligus. Yakni Membuka cabang di Utara Ibukota dan cabang di kota B.


Satu lagi kesibukan Dara yaitu Xena merambah bisnis ke bidang perhotelan. Hotel Amartha yang di akuisisi Ray saat itu, sengaja di berikan untuk Xena. Meskipun begitu, Xena kekeh ingin membelinya dari pada menerimanya dengan cuma-cuma.


Mau nggak mau, Ray pasrah mengikuti keinginan calon istrinya itu. Karena Xena mengatakan ia tidak akan mengambilnya jika ia tidak membelinya dengan uangnya sendiri.


Ray akhirnya menerima itu dan menerima uangnya kembali yang sudah ia keluarkan untuk mengakuisisi Hotel. Ray menolak saat Xena ingin membeli Hotel itu dengan harga sedikit lebih tinggi. Akhirnya Xena membayar dengan jumlah yang sama yang di keluarkan calon suaminya itu.


"Bagaimana persiapannya launching Resto cabang, Citra?" tanya Xena


"99% sudah siap nona, besok sudah siap launching. Karyawan baru juga sudah di bekali dengan pelatihan dengan training terlebih dulu di dua Restoran kita lainnya selama dua minggu. Sedangkan di cabang kota B, saya sudah menugaskan manager Andi untuk mentraining mereka juga di sana. Saya sudah mencari tahu latar belakang semua karyawan baru dan tidak ada catatan buruk sama sekali" ucap Citra


"Berikan Data semua karyawan yang sudah di rekrut, termasuk manager baru!" ucap Xena


"Saya sudah menyiapkannya, ini nona!" ucap Citra menyerahkan berkas data karyawan yang akan bekerja.


Tentu saja Xena meminta data itu untuk ia retas, itu untuk jaga-jaga kedepannya.


"Kerja bagus Citra" puji Xena.


Citra merasa senang, tapi ia tidak tinggi hati karena itu. Ia berusaha untuk bekerja se-profesional mungkin sebagai Direktur. Ia sekarang membawahi semua manager di seluruh XR Restaurant dan Hotel. Ia miliki tanggung jawab yang besar, tentu gajinya sudah naik hampir lima kali lipat dari gaji sebelumnya.


XR Restaurant memiliki progres yang sangat baik, omset mereka naik setiap bulannya. Total bersih yang Xena terima tiap bulan dari kedua restoran yang sudah buka, yakni 3 milyar lebih. Belum lagi nanti setelah hotel mulai beroperasional.


Bahkan kedua orang tua Xena pun sangat terkejut melihat pendapatan sang anak yang fantastis. Mereka jelas bangga pada putri satu-satunya itu.


"Bagaimanapun dengan Hotel?" tanya Xena


"Renovasi sudah berjalan, nama hotel yang baru juga sudah di pasang. Seminggu lagi sudah siap launching nona" ucap Citra.


Hotel Amartha sekarang sudah berganti nama menjadi Hotel Yaksha. Xena mengambil nama belakang keluarganya untuk itu.


"Tolong persiapkan tiket untuk ke kota B, kita akan ke sana dua hari lagi" ucap Xena.


Cabang Restoran nya di kota B akan mulai beroperasi tiga hari ke depan. Jadi Xena memutuskan akan pergi ke sana untuk mengeceknya sehari sebelum launching.


"Baik nona, saya akan persiapkan semuanya. Apa ada lagi yang lain?" tanya Citra.


"Cukup itu saja, siapkan saja dulu yang saya bilang tadi. Siang nanti kita ke Restoran di utara" ucap Xena.


"Baik nona, saya permisi dulu" ucap Citra kemudian pamit.


Xena kembali berkutat di laptopnya, ia mulai meretas semua data karyawannya.


Saat tengah meretas, Xena menyadari jika ada beberapa tikus yang tengah berusaha membobol pertahanan data miliknya. Xena menyeringai.


"Orang-orang ini, tidak pernah menyerah rupanya" gumam Xena.


Namun Xena membiarkannya saja tanpa melakukan sesuatu, sebab ia yakin tidak ada satupun dari para Hacker itu yang bisa menembus pertahanan data miliknya. Yang ada komputer mereka akan terkena Virus jika memaksa masuk.


...•••••••...