Xena

Xena
132. Masa lalu Yani-Narti



Semuanya kini berada di ruang tamu, kedua orang tua Xena juga ada di sana saat Xena sampai di rumah. Xena mengerutkan keningnya saat melihat Ferry ada di sana.


aia mengerti sekarang yang di maksud orang tuanya teman Vano adalah dia. Meskipun begitu ia dengan sopan menyapa semuanya.


Karena mereka ingin mengatakan hal yang penting jadi mereka beralih ke taman di halaman belakang, di sana ada sebuah gajebo kecil yang cukup untuk 4 orang. Mereka berempat duduk di sana dengan minuman dan camilan yang di siapkan oleh ART.


"Kalian ingin membicarakan tentang hal penting apa?" tanya xena


Ketiganya saling berpandangan dan akhirnya Arsy yang buka suara terlebih dulu.


"Begini Xe, Ferry datang menemui kak Vano dan meminta bantuan untuk mencari tahu sesuatu. Tapi karena kak Vano membutuhkan usaha dan juga waktu yang lama untuk mencari tahu. Aku menyarankan agar mereka meminta bantuan kamu" ucap Arsy


"Bantuan? Cari tahu tentang apa?" tanya Xena mengerutkan keningnya.


"Arsy benar Xe, sebelumnya aku ingin minta maaf padamu atas perlakukan sepupuku Yani, yang dia lakukan padamu baik itu sengaja atau tidak" ucap Ferry


"Aku sudah tidak memikirkannya lagi. Sekarang bisakah kalian jelaskan apa yang ingin kalian cari tahu?" tanya Xena.


"Begini....." Ferry kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Yani dan juga kecurigaannya pada mantan pengasuh Yani yang bernama Narti.


Xena mengangguk paham apa yang di rasakan oleh Ferry dan Lina, saat mendengar hal yang mencurigakan.


"Kami harap kamu mau membantu kami, aku tidak masalah membayar mahal untuk informasi itu" ucap Ferry.


"Tidak perlu membayar, aku kan memberitahu kalian apa yang terjadi sebenarnya" ucap Xena


"Memberi tau? Apa kau sudah mengetahui sesuatu, apa kau tahu tentang pengasuh Yani?" tanya mereka bertiga kompak.


"Ya, aku tidak sengaja menemukan tentang itu saat aku mencari tahu bukti tentang Yani. Tunggu sebentar, aku akan mengambil laptopku dulu" ucap Xena beranjak dari tempat duduknya.


Mereka bertiga mengangguk, mereka masih terkejut saat Xena mengatakan sudah mengetahui banyak hal itu. Mereka juga merasa lega karena persoalan ini akan segera terpecahkan.


Setelah beberapa saat, Xena datang dengan membawa laptop miliknya menuju halaman belakang.


"Apa yang ingin kau dengar, Fer?" tanya Xena


"Semuanya tentang bi Narti" ucap Ferry


"Oke, Aku akan menceritakannya. Yang kamu sebut mantan pengasuh Yani itu tidak lain adalah Tante Yani sendiri" ucap Xena


"Hah? maksudmu?" tanya Ferry tidak mengerti.


"Narti itu adalah anak haram tuan Baskoro, ayah Tante Melati. Ia lahir karena kesalahan dan tidak ada yang tahu tentang itu" ucap Xena


"Tidak mungkin! Meskipun tidak dekat, aku tahu kalau kakek Yani bukan tukang selingkuh, dia sangat mencintai istrinya" ucap Ferry tidak percaya.


"Ya tapi itu kenyataannya, jangankan kamu bahkan Tante melati dan ibunya tidak tahu tentang itu. Tapi seperti yang aku bilang tadi, kalau itu hanya kesalahan satu malam karena tuan Baskoro yang sedang mabuk memperkosa ibu dari Narti. Aku memiliki semua bukti dari yang aku ucapkan" ucap Xena lagi


"Lalu sekarang apa hubungan Yani dan Bi Narti?" ucap Ferry sedikit gelisah karena sudah berpikir yang tidak-tidak setelah tahu kenyataan itu.


Pikirannya berkecamuk dengan berbagai kemungkinan. Sedangkan Arsy dan Vano hanya diam menyimak keduanya.


"Karena Narti merasa iri dan ingin membalaskan sakit hatinya pada tante Melati, ia ingin menggoda om Teguh. hanya saja karena kesibukan om Teguh, ia tidak berhasil dan melampiaskannya pada Yani" ucap Xena menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Dia mengajejali Yani tentang betapa kasihannya dia karena tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tua. Ia terus menanamkan pengaruh buruk pada Yani agar membenci kedua orang tuanya.


Lalu saat Yani usia 10 tahun, ia menjerumuskannya lebih dalam. Ia mengajarkan praktek langsung berhubungan badan. Aslinya ia menjual keperawanan Yani dengan harga 500 ribu saja saat itu pada seorang pedofil" ucap Xena lagi


Mendengar itu ketiganya terkejut dan merasa kasihan pada Yani, tangan Ferry mengepal kuat. Ia sangat marah mendengar kenyataan yang terjadi pada sepupunya itu.


"Bukan hanya itu meskipun saat Yani lulus SMP dan Narti sudah tidak lagi bekerja di sana. Tapi keduanya masih sering berkomunikasi. Kau tahu? Narti menjadi Germo yang menjual tubuh Yani, Yani akan datang ke tempat lokal*sasi seminggu sekali. Bahkan ia sudah menjual tubuhnya selama lebih dari 10 tahun.


Karena pengaruh Narti pula ia menjadi pecandu dan juga pengedar narkoba. Uang yang di hasilkan Yani semuanya masuk ke kantong Narti." ucap Xena lagi-lagi mengejutkan semuanya.


"Kenapa Yani mau melakukan itu semua? Ia bahkan rela memberikan semua yang ia miliki untuk bi Narti?" tanya Arsy dengan perasaan marah mendengar itu.


"Karena Narti sudah mendoktrin Yani, bahwa hanya dia yang menyayangi Yani sepenuh hati dan bergantung padanya. Hal itu juga yang membuat Yani mau melakukan apapun untuk memberikannya uang. Sedangkan Narti melakukan itu karena dia ingin membuat Melati dan anaknya hancur secara perlahan" ucap Xena


"Kenapa kau tidak memberitahu kami sejak awal?" tanya Ferry dengan suara gemetar menatap Xena.


"Apa ada yang percaya jika aku mengatakannya? Terlebih saat itu hubunganmu dengan kak Vano juga lengang. Dan apa kau tahu kalau sepupumu juga hampir mencelakaiku, hanya karena aku dekat dengan kak Vano? Bahkan ia juga berniat membunuh sahabatku. Lalu kenapa aku harus repot-repot memberitahu kalian?" ucap Xena dengan tenang.


Ferry terdiam, ia merasa bersalah sudah mengatakan itu. Tidak seharusnya ia menyalahkan Xena yang tidak ada kewajiban untuk memberitahunya tentang itu.


"Meskipun sekarang aku tahu apa yang terjadi pada Yani, tapi yang berhubungan dengan Olive dan aku, itu murni kesalahannya sendiri. Sudah memaafkannya saja itu sudah bagus" ucap Xena lagi


"Maaf" ucap Ferry merasa bersalah.


"Lupakan saja, bagaimana pun aku juga masih memiliki hati untuk memberi tahu semuanya hari ini, karena melihat kamu sebagai kenalanku" ucap Xena menghela nafasnya.


"Apa kamu tahu di mana bi Narti sekarang?" tanya Ferry


"Ya, dia tinggal di perumahan bunga indah, jalan x" ucap Xena.


Ferry terkejut karena tahu oerumahan itu sangat mahal. Dan tentunya, Narti mendapatkannya dengan uang dari Yani.


"Terimakasih sudah berkenan membantu, dan aku pribadi dan mewakili keluarga minta maaf padamu" ucap Ferry tulus.


"Sama-sama. Ini ambillah! Barangkali kamu membutuhkannya. Semuanya bukti yang di lakukan Narti pada Yani, ada di sana" ucap Xena lagi.


"Sekali lagi terimakasih" ucap Ferry. Xena hanya mengangguk.


Vano dan Arsy menatap Xena hingga membuat Xena mengerutkan keningnya.


"Kenapa kalian berdua menatapku seperti itu?" tanya Xena.


"Kamu sungguh hebat" ucap keduanya kompak.


"Ha-ha-ha kalian kompak sekali, Jangan-jangan jodoh" ucap Xena tertawa.


"Mereka memang sudah berpacaran" celetuk Ferry


"Woahh, kalian menyembunyikannya dari ku. Aku marah karena aku tidak tahu apa-apa" ucap Xena pura-pura marah.


"Kami baru jadian Xe siang tadi, jangan marah ya. Aku traktir makan malam deh" ucap Arsy.


"Oke Deal" ucap Xena tersenyum lebar.


...••••••...