
Saat hari sudah sore, Xena keluar dari kamarnya. Ia bergegas ke dapur untuk memasak makan malam. Ia ingin setelah orang tua nya pulang, makanan sudah siap di atas meja.
Benar saja, saat makanan setengah matang mamanya pulang dan langsung mandi. Sedangkan papanya pulang saat Xena baru saja menyelesaikan masakannya.
Sembari menunggu mama dan papanya selesai mandi. Xena menyiapkan makanan di atas meja, ia teringat tentang Ray. Dan kepikiran apa kekasihnya itu sudah makan atau belum.
Jadi Xena mengirimi Ray pesan mengingatkan Ray agar tidak melewatkan jam makan malam.
"Sayang, tumben kamu sudah pulang, biasanya mamah pulang lebih dulu. Waah kamu bahkan sudah selesai masak" ucap Utami yang baru datang ke meja makan bersama sang suami tercinta
Ia tahu jadwal anaknya yang sejak beberapa Minggu yang lalu rajin berlatih taekwondo dengan teman barunya yang bernama Arsy. Dan terbiasa pulang beberapa saat setelah dirinya pulang dari konter.
"Lagi nggak ada jadwal latihan mah, Arsy juga sedang ada kegiatan lain di kampus. Jadi libur dulu" jawab Xena
"Mmm begitu, Ya sudah ayo makan, mamah udah laper dan nggak sabar makan masakan chef Xena" ucap Utami membuat semuanya tertawa.
Mereka bertiga pun makan malam dengan khidmat, menikmati masakan Xena yang sangat lezat itu.
....
Saat di ruang keluarga setelah ketiganya selesai makan malam, Mereka berkumpul dan mengobrol. Xena pun memberanikan diri untuk memberitahukan tentang bisnis restoran miliknya lada kedua orang tuanya.
"Mah, pah, ada yang mau Xena omongin" ucap Xena serius
"Tentang apa, Xe?" tanya Indra
"Hmm, sebenarnya Xena belakangan ini selain kuliah dan berlatih taekwondo. Xena juga sedang sibuk merintis usaha mah, pah. Maaf Xena baru berani ngomong sama mama dan papa he-he" ucap Xena tersenyum kikuk.
"Usaha? Memangnya kamu sedang mencoba usaha apa sayang?" tanya Utami penasaran
"Restoran mah" ucap Xena
"Woah, kamu buka restoran? Kalau itu mamah dukung banget sayang, apalagi kamu jago masak. Pasti banyak pelanggan yang suka dengan masakan lezat kamu" ucap Utami tersenyum dengan bangga.
Utami pikir Xena memilih usaha yang tepat sesuai dengan kemampuannya dan hal itu memperlihatkan jika Xena sudah mulai berpikir dewasa, dengan memikirkan masa depannya.
"Tapi bukannya membuka restoran itu modalnya sangat banyak Xe? Apa kamu butuh modal? Papa bisa memberikan modal yang cukup jika kamu yakin dengan usaha yang coba kamu rintis, papa akan dukung secara finansial" ucap Indra serius
"Tidak perlu pah, Modal yang Xena punya sudah cukup kok. Dan restoran juga sudah berjalan sejak beberapa hari yang lalu" ucap Xena.
"Oh ya? Memang nama restoran nya apa Xe? dan ada di daerah mana?" tanya Utami terkejut karena ternyata Restoran itu sudah resmi buka.
"Namanya XR Restaurant mah, itu ada di jalan X di pusat kota" jawab Xena
"XR Restaurant???" ucap keduanya setengah berteriak tidak percaya.
Mendengar itu, baik Papa atau pun mama nya sangat terkejut. Mereka jelas tahu jika restoran itu bukan restoran biasa, apalagi restoran itu tengah populer beberapa hari belakangan ini.
Mereka tahu jika Restoran itu adalah restoran bintang 5 dengan tema yang sangat baru, segar dan inovatif. Restoran itu cukup terkenal di berbagai kalangan, baik muda dan tua dan juga kalangan atas.
Jelas Restoran bintang lima memiliki harga yang hanya bisa di jangkau oleh kalangan menengah ke atas. Meskipun banyak kalangan anak muda yang datang dari kalangan menengah kebawah, namun tetap saja harga di sana paling murah adalah 50 ribu, itupun untuk harga minuman.
Sedangkan untuk mengakses atau membooking privat room atau VIP room. Paling sedikitnya harus menghabiskan setidaknya 5 juta.
Jadi bisa di hitung omset dari beberapa hari yang lalu saja, Xena sudah meraup untung hingga lebih dari 100 juta. Karena Restoran itu selalu di penuhi pengunjung. Sungguh bisnis yang sangat menguntungkan.
"Iya mah, pah Restoran itu milik Xena" ucap Xena yang sudah tahu jelas pertanyaan mama dan papa selanjutnya.
"Sayang, papa mau tanya tapi maaf jangan tersinggung. Papah mau menanyakan modal membangun Restoran bintang lima seperti itu, kamu dapat dari mana uangnya?" tanya Indra.
Xena yang mendengarnya tersenyum, ia dengan pelan-pelan memberi tahu dari mana modal yang ia miliki.
"Xena memiliki tabungan Pah, mah. Xena menabung semenjak Xena masuk SMA. Itu memang tidak banyak, tapi uang itu Xena putar bersama sahabat Xena, namanya Vierra. Sebenarnya ini rahasia, jadi Xena harap papa dan mama jangan mengatakan ini pada yang lain. Beberapa bulan yang lalu, dengan tabungan yang Xena miliki. Kita berdua membuat perangkat lunak dan anti virus, lalu menjualnya di web forum. Dan itu laku sangat mahal karena kualitasnya bukan kaleng-kaleng, yaitu sekitar 200 milyar. Uang itu kita bagi dua dan kita berencana membangun usaha saat itu. Namun sebulan yang lalu, Vierra meninggal karena kecelakaan pesawat. Dan Xena baru kesampaian membangun Restoran itu sekarang" jelas Xena
Tentu hal itu makin membuat kedua orang tuanya terkejut. Mereka tidak menyangka jika putri semata wayangnya memiliki keahlian luar biasa di bidang komputer. Dan selama ini mereka tidak mengetahuinya.
Melihat kedua orang tuanya diam, Xena menambahkan beberapa kalimat lagi.
"Jika mama dan papa tidak percaya, mama dan papa bisa menanyakannya pada orang tua Vierra. Kebetulan Mereka bekerja di restoran, karena Xena yang mengajak mereka. Bagaimana pun mereka orang tua sahabat Xena dan juga orang yang berjasa mengajarkan Xena ilmu komputer" ucap Xena
"Apa kamu memakai semua uang yang di hasilkan dengan menjual perangkat itu untuk membangun Restoran?" tanya Indra
Xena menggeleng.
"Tidak pah, Xena hanya menggunakan hak Xena saja. Uang hak Vierra sudah Xena berikan pada keluarganya. Dan dari 100 milyar itu, Xena hanya menggunakan seperempat nya saja. Sisanya Xena deposit kan di bank" ucap Xena
"Syukurlah kalau begitu, papa lega kamu tidak mengambil hak orang lain" ucap Indra menghela nafas.
"Mama papa nggak marah?" tanya Xena
"Tentu saja nggak sayang, justru kami bangga padamu. Dan papa nggak nyangka jika kamu ternyata memiliki banyak keahlian yang sangat hebat. Papa hanya sedikit sedih karena tidak begitu mengenal putri papa sendiri yang ternyata sangat luar biasa " ucap Indra
"Papa mu benar sayang, mama juga bangga padamu. Kau putri kebanggaan mama dan papa" ucap Utami.
"Makasih ma, pa, Xena sayang kalian" ucap Xena memeluk keduanya secara bergantian.
"Sayang boleh mama tanya sesuatu?" tanya Utami
"Boleh, emang mau tanya apa mah?" tanya Xena.
"Apa kamu menyukai Ray?" tanya Utami
Blush!!!
Mendengar itu tentu saja membuat wajah Xena memerah. Xena heran kenapa mamanya bisa menanyakan ini, apa mamahnya cenayang yang bisa melihat sesuatu dan tahu jika ia dan Ray berpacaran? Pikirnya.
...••••...