Xena

Xena
139. Ajakan menikah



Hai semuanya, maaf Author baru balik nulis novel ini lagi. Maaf juga nggak bisa nepatin janji buat crazy up, karena keburu ambruk badannya 🙏


Author sudah pulang dari RS tapi masih tahap pemulihan jadi belum bisa update banyak dulu, harap maklum ya☺️🙏


...•••••••...


BRAK!!!!!


Ethan melonjak kaget saat Ray tiba-tiba menggebrak meja dengan keras, kemudian berdiri dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa.


"Salahku apa?" ucap Ethan kaget plus bingung dengan kemarahan Ray yang tiba-tiba dan mengelus dadanya.


Ray sendiri langsung keluar dari kantor agensinya dengan marah, aura di sekitarnya sangat mencekam. Bahkan karyawan di sana menelan ludah dan tidak ada yang berani mendekatinya. Karena Ray sedang dalam mode srnggol bacok.


BLAM!!!


Suara mobil Ray yang di tutup dengan kencang.


Ray masuk ke mobilnya dengan marah, ia ingin sekali memukul pria yang berani memegang tangan tunangannya, tapi ia tidak tahu siapa pria itu. Ia lalu mendial nomor telepon Tiger untuk menanyakan siapa pria brengsek itu.


"Hallo, Tiger! Kau tahu siapa si brengsek itu?" ucap Ray


"Aku tidak tahu bos, anak buahku memotretnya dari belakang dan wajahnya tidak terlihat" ucap Tiger di ujung telepon


"Brengsek!! Berani sekali dia menyentuh calon istri ku!" teriak Ray kencang dan memukul stir mobil.


Tiger di ujung telepon terlonjak kaget, dia sudah siap-siap dengan kemarahan Ray setelah ia tahu ada yang mendekati gadis-nya. Tapi tetap saja ia kaget mendengar kemarahan bosnya itu.


"Apa Xena masih bersama pria itu sekarang? Mereka ada di mana?" tanya Ray


"Anda tenang saja bos, nona bos tidak menggubris pria itu bahkan memukulinya saat ia berani memegang tangannya itu. Nona bos ada di restoran pusat kota sekarang" ucap Tiger menenangkan amarah Ray terlebih dulu.


Dan benar saja, setelah Tiger mengatakan itu. Emosi Ray sedikit mereda saat mendengar Xena tidak merespon pria itu bahkan memukulinya.


"Itu bagus, si brengsek itu pantas mendapatkannya. Calon istriku memang luar biasa" ucap Ray tersenyum


Tiger menghela nafas lega saat emosi Ray sudah turun, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya merasa kasihan dengan pria malang itu, pria itu tidak tahu saja bahaya apa yang mengintai, jika ia terus mengusik kehidupan nona bosnya.


.....


di XR Restaurant pusat ibukota, Xena menyenderkan badannya ke sandaran kursi kebesarannya itu.


Ia memijat keningnya yang pening, ia tidak menyangka Zico benar-benar berotak bebal. Ia menghindarinya dan berkata kasar karena ia ingin pria itu sadar jika ia sama sekali tidak tertarik dan berharap pria itu menyerah.


Tapi apa? Sepertinya pria itu terlalu percaya dengan dirinya sendiri. Dan menganggap hubungan Xena dan Ray hanya setingan. Sungguh bodoh! Apa ia pikir orang seperti Ray butuh setingan untuk menaikan popularitas nya?


Xena membuka dan berselancar di laptop miliknya. Ia mengerutkan kening saat mengetahui sesuatu.


"Hah, sepertinya sulit menyembunyikan sesuatu dari si bucin itu. Sepertinya aku tidak bisa lagi mencegah keributan besar terjadi" ucap Xena saat ia mengetahui Ray sudah mengetahui jika ada pria yang mendekatinya.


Xena tahu itu? Jelas!!


Dia tidak bodoh! Xena jelas merasakan ada yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Meskipun orang itu mengikutinya dari jarak jauh, namun intusi Xena sangat tajam. Jadi ia tahu jika ia di ikuti seseorang selama ini.


Awalnya Xena marah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena memahami calon suaminya itu sangat bucin. Xena juga tahu jika Ray melakukan itu demi kebaikannya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Untungnya orang suruhannya selalu menjaga jarak, jadi Xena tidak terlalu merasa di awasi atau di kekang.


"Dia datang! Satu.... Dua..... Tiga..." ucap Xena


BRAK!!!


Pintu ruangan kerjanya di buka. Xena sudah menduganya dan itu benar.


Xena tersenyum melihat tunangan bucinnya itu datang, ia sudah mengira jika pria bucin itu pasti mendatanginya setelah tahu ada pria lain yang mendekatinya.


"Ray, kenapa tidak ketuk pintu dulu? Aku kaget Ray" ucap Xena pura-pura tidak tahu jika Ray sudah tahu.


Ia menghampiri Ray kemudian duduk di samping Ray di sofa tamu dalam ruangan kerja. Xena menyenderkan kepalanya di bahu lebar Ray.


"Maaf sayang, aku cuma lagi kangen sama kamu" ucap Ray memeluk pinggang calon istrinya itu.


"Aku juga merindukanmu" ucap Xena


Mendengar itu Ray merasa senang, karena Xena sudah mulai tidak malu lagi membalas ucapannya.


"Ray, aku ingin cerita sesuatu" ucap Xena memutuskan untuk memberitahu Ray, ia tidak mungkin menutupinya lagi saat ia tahu Ray mengetahuinya.


"Cerita apa sayang?" tanya Ray lembut.


"Tapi kamu jangan marah ya" ucap Xena.


Ray mengangguk, ia justru mengharap tunangannya itu mengatakan yang ingin ia dengar. Siapa lagi kalau bukan tentang Zico, pria yang mengejarnya itu.


"Belakangan ini ada laki-laki yang mengejarku, tapi tenang aja aku tidak akan tertarik padanya. Aku juga memukulnya biar dia kapok" ucap Xena dengan menggebu, membuat Ray gemas saja.


"Benarkah?" tanya Ray, ia senang Xena terbuka dengannya.


"Hmm, aku serius Ray. Aku juga mau minta maaf, karena aku egois dan tidak mengerti perasaan kamu. Ayo kota menikah!" ucap Xena


Ucapan Xena yang tiba-tiba itu sungguh membuat Ray terkejut, tapi dalam hatinya ia senang karena Xena sendiri yang mengajaknya menikah.


"Kamu serius mengajakku menikah sayang? Tapi bukannya kita sepakat akan menikah setengah tahun lagi?" ucap Ray menahan rasa senang membuncah dalam hatinya.


Ia tidak ingin membuat tunangannya tidak nyaman karena buru-buru mengambil keputusan, jadi ia menanyakan lagi tentang itu.


"Bukankah lebih cepat lebih baik? Aku sudah memikirkannya baik baik, tapi kita menikah sederhana aja ya" ucap Xena


"No, aku akan memberikan pernikahan terbaik dan termewah untuk kamu sayang. Kamu istimewa dan berharga untukku, jadi aku juga ingin memberikan kenangan paling indah untuk pernikahan kita" ucap Ray.


"Bukannya sama aja Ray, mewah atau tidaknya, yang penting kita sah" ucap Xena


"Aku tahu itu, tapi aku tetap ingin memberikan pernikahan terbaik untuk kita. Setidaknya aku ingin memberi tahu seluruh dunia, jika Xena Yaksha akan selalu menjadi milik Raymond Octavio" ucap Ray


"Baiklah, tapi setidaknya kita menikah dulu saja secara sederhana. Untuk pestanya, kita adakan setelah aku selesai Wisuda gimana?" ucap Xena


"Kalau begitu Ayo kita ke KUA" ucap Ray dengan semangat empat lima.


"Ihhh Ray, ya nggak sekarang juga. Kan kita belum kasih tahu orang tua ku dan kakek" ucap Xena


"Kan bisa kita minta mereka datang menyusul kita ke sana sayang" ucap Ray


"Jangan buru-buru, nanti kita bicarakan dengan orang tua dulu saat kakan malam Keluarga. Bagaimana?" ucap Xena


"Lama sayang..." ucap Ray


"Astaga Ray, itu lusa makan malamnya kok" ucap Xena.


"Kenapa nggak sekarang aja yang?" ucap Ray cemberut tidak sabar.


"Ini pernikahan kita sekali seumur hidup Ray. Walaupun dadakan dan di sembunyikan dulu dari publik, tapi aku ingin Keluarga dan sahabat dekat tahu. Kamu juga harus selesaiin kontrak kerja dulu kan?" ucap Xena


"Baiklah, seperti yang kamu inginkan sayang, aku nurut aja" ucap Ray mengalah.


...•••••••...