
Masih dalam kondisi hening, Utami yang melihat anaknya diam seperti memikirkan sesuatu pun angkat bicara lagi.
"Mama pikir Ray adalah pria baik dan bertanggung jawab, di balik sikap dinginnya mamah nggak pernah berpikir dia bisa begitu gentleman saat meminta restu pada orang tua wanita yang dia sukai. Sampai kejadian kemarin malam ia meminta izin mendekati kamu, jujur mama terkejut dan acungi jempol" ucap Utami
"Bahkan publik juga hampir semuanya mendukung kalian. Tapi meskipun begitu, apapun yang terbaik untuk kamu, mama akan selalu mendukungnya" ucap Utami lagi.
"Hmm, papa juga sependapat, siapapun laki-laki itu, jika ia baik, bertanggung jawab dan kalian saling mencintai. Papa akan memberikan restu, terlepas siapa dan dari keluarga mana ia berasal. Yang terpenting adalah kebahagiaan putri tercinta kami" ucap Indra.
Mendengar itu Xena terharu, tapi ia juga sangat gugup, ia menimbang apakah ia menceritakan pada orang tuanya jika ia memang berhubungan dengan Ray.
Setelah beberapa saat, Xena menghela nafasnya pelan dan menatap kedua orang tuanya dan berbicara dengan yakin.
"Sebenarnya, setelah Ray meminta izin pada kalian kemarin. Setelahnya kami sudah sepakat untuk menjalani hubungan" ucap Xena menundukkan kepalanya.
Hening!
Baik itu Utami maupun Indra diam dengan tatapan kosong dan berkedip seperti tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Namun tiba-tiba suara Utami membuat Xena terkejut.
"Yeeessss, ha-ha-ha akhirnya mama punya menantu Artiiiiissss yang ganteng... Yuhuuuuu Ray menantu idaman ibu-ibu secara nasional, resmi menjadi jadi menantu Utami Pratiwi" sorak Sorai mama Utami berdiri begitu antusias dan beruforia.
Sedangkan papa Indra hanya tertawa puas mendengarnya, dalam hatinya ia senang akan memiliki menantu orang yang hebat yaitu calon pewaris tunggal Octavio.
Xena yang melihat respon kedua orang tuanya, tidak bisa tidak bengong, mulutnya terbuka lebar. Sungguh ia tidak terpikir jika respon kedua orang tuanya di luar ekspektasi.
....
Di lokasi syuting, Ray di buat uring-uringan karena lawan mainnya sangat membuatnya kesal. Setiap kali melakukan take adegan dengannya, lawan mainnya itu selalu gugup dan lupa dialog. Hingga ia selalu mengulang adegan yang seharusnya selesai dari tadi itu selama puluhan kali.
"Sudah jangan marah-marah Ray, tinggal satu take adegan lagi kok, yang sabar ya. Kakak juga minta maaf, nggak nyangka jika lawan mainmu seburuk ini dalam berakting. Aku pikir dia menggunakan koneksi untuk membuat ia terpilih sebagai pemeran utama" ucap Reno.
"Satu take adegan apaan, kak? Ini sudah kesekian kalinya bahkan puluhan kali terus terusan ulang dialog. Harusnya jika tidak memiliki kemampuan akting ya jangan di paksa untuk jadi artis. Sial, harusnya aku sudah selesai dan bisa bertemu Xena, ini malah terus mengulang adegan tidak penting si*lan" ucap Ray memaki dengan kesal.
Bagaimana ia tidak kesal, sejak pagi hingga siang. Sudah lebih dari 3 jam ia mengulang satu adegan saja, yang seharusnya bisa di lakukan 5-10 menit.
"Kak Reno, kedepannya, tolong lebih selektif memilah tawaran Film. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Masih untung meskipun dia pemeran utama wanita. Film ini lebih terfokus pada pemeran laki-laki dan kawan-kawan nya, jadi hanya aku hanya sedikit dialog dengannya. Jika tidak mungkin aku sudah mati berdiri dan meratakan produksi ini karena kesal" ucap Ray mendengus kesal
"Ya, aku minta maaf, Ray. Kedepannya aku akan lebih selektif lagi" ucap Reno merasa tidak enak.
Kejadian tidak mengenakan itu, semakin membuat Ray kesal. Pasalnya ada adegan terakhir yang ia ambil bersama pemeran utama wanita itu. Itu adegan di mana ia harus di guyur hujan, dan Ray harus menahan emosinya karena lagi-lagi adegan terus di ulang sampai 2 jam lamanya dalam satu adegan di bawah guyuran air.
"Pakai ini Ray" ucap Galang menyiapkan handuk dan minuman hangat untuk Ray.
Ray mengambil handuk itu lalu bergegas berganti pakaian, tubuhnya sudah dingin karena terlalu lama di bawah guyuran hujan buatan.
Setelah sudah berganti pakaian, Ray masuk ke dalam mobil. Di sana sudah ada Reno, Galang dan supir. Ray langsung mengetik nomor di ponselnya, ia menelepon seseorang yang entah siapa itu.
"Setelah Film Dark Demon selesai dan beredar di pasaran. Sabotase rumah produksi yyy dan juga sutradara Nata, aku tidak ingin mereka muncul di dunia hiburan lagi!" ucap Ray kemudian mematikan teleponnya.
....
Setelah menurunkan Reno di rumahnya, mobil melaju menuju apartemen Ray. Galang ingin membangunkan Ray yang tertidur, namun ia terkejut mendapati bosnya itu ternyata demam.
Sepertinya Ray masuk angin karena terlalu lama di guyur hujan buatan, hingga ia terkena demam.
"Ray, bangun Ray..." panggil Galang mencoba membangunkannya.
Namun sepertinya Ray tidak sadarkan diri, wajahnya mulai pucat dan menggigil. Galang pun meminta bantuan supir untuk membantu dirinya membawa Ray ke apartemen.
Dengan perasaan khawatir, Galang justru teringat tentang Xena. Jadi ia mengambil keputusan untuk menghubungi Xena setelahnya.
"Hallo, Lang" ucap Xena di ujung telepon.
"Xe, apa kamu sibuk?" tanya Galang.
"Tidak, aku sedang membaca sebelum tidur. Ada apa?" ucap Xena.
"Xe, bisa kau ke apartmen Ray sekarang? Ia sedang sakit dan juga demam, aku tidak tahu harus melakukan apa, aku sudah menelepon dan meminta tolong pada Kak Reno, tapi nomornya nggak aktif, mungkin ia sudah tidur" ucap Galang setengah berbohong, karena ia tidak menghubungi Reno sama sekali.
"Apa?? Ray sakit?? Kok bisa? Aku ganti baju dulu kalau gitu, kirim lokasinya padaku Lang" ucap Xena terkejut dan juga rasa khawatirnya menyelimuti hatinya.
"Nanti aku ceritakan saat di sini. Alamatnya di jalan Xyz, tower A. Nanti beritahu aku jika sudah di bawa, aku akan menjemputmu" ucap Galang.
"Oke, tolong jaga Ray dulu sebelum aku datang ya Lang!" ucap Xena
"Tentu, kamu hati-hati" ucap Galang.
Setelah telepon mati, Xena langsung bergegas Mengganti pakaian tidurnya dengan pakaian kasual dan bergegas keluar kamar.
Melihat putrinya berjalan meruni tangga dengan buru-buru dan juga menggunakan pakaian Rapi. Mau tidak mau Utami menanyakan tujuan dari putri semata wayangnya itu.
"Mau kemana Xe? Ini sudah malam!" ucap Utami saat ini memang sudah hampir jam sembilan malam.
"Mah, Xena izin keluar ya, mungkin akan nginap juga. Xena baru dapat kabar kalau Ray sakit, jadi Xena ingin ke sana, dia sendirian dan tidak ada yang menjaganya mah. Xena khawatir" ucap Xena yang benar-benar terlihat panik.
"Ya Tuhan, menantu mama sakit? Ya sudah, kamu jaga dia Xe, kamu pakai mobil mamah aja, minta Tarso antar ke sana, awas jangan bawa motor. Hati-hati di jalannya nak" ucap Utami sama cemasnya.
"Iya mah, Xena pamit dulu" ucap Xena berpamitan, tidak lupa ia mencium tangan mamanya.
Setelah kepergian Xena, Utami menepuk keningnya, ia melupakan sesuatu.
"Aduh, lupa nanyain Ray di rawat di mana, nanti aja deh nanya lewat telepon aja. Sekarang biarkan Xena sampai dulu. Ya Tuhan, Semoga menantuku baik-baik saja, Aamiin" ucap Utami.
...••••...