Xena

Xena
109. Berkumpul



Tak lama kemudian Arsy sudah datang setelah mengganti pakaiannya, mereka bertiga menuju XR Restaurant dengan menaiki mini Cooper milik Xena.


Arsy terkejut melihat mobil baru Xena dan meledek Xena yang ingin pamer mobil barunya, Xena hanya menggelengkan kepalanya saat ia di ledek.


Setelah sampai di sana mereka memesan makanan dan mulai mengobrol ringan. Sampai akhirnya Olive ingin pergi ke toilet, Xena ingin mengantarnya namun Olive menolak karena ia bisa sendiri ke sana, karena ia sudah terbiasa melakukannya sendiri di rumah.


Arsy yang menahan rasa penasaran tentang motornya sejak tadi pun angkat suara menanyakan hal itu pada Xena. Xena yang di tanya hal itu berubah menjadi serius setelah mendengar pertanyaan Arsy.


"Aku beneran penasaran Xe, emang ada apa dengan motorku? aku tidak percaya kalau itu hanya sekedar alasan agar aku naik ke mobil baru mu bukan? Pasti ada sesuatu yang terjadi" ucap Arsy menebak sesuatu.


"Kamu akan tahu sebentar lagi" ucap Xena tenang.


Arsy mengerutkan keningnya, namun tak lama kemudian seseorang yang ia suruh membawa motornya ke bengkel menelepon. Arsy menatap Xena, setelah Xena mengangguk ia pun akhirnya menjawab telepon itu


"Hallo Di, kamu sudah bawa motor ku ke bengkel?" tanya Arsy langsung.


"Hallo non, motor sudah saya bawa ke bengkel Bengkel unyil di jalan X di dekat stadion. Saya bersyukur karena nona tidak mengendarai motor itu, dan menyuruh saya membawa motor nona menggunakan pick up ke bengkel. Kalau tidak, saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada nona atau pun saya jika mengendarainya di jalan" ucap Didi, orang yang di suruh Arsy.


"Loh, Memang ada apa dengan motor ku Di?" Tanya Arsy dengan jantung berdebar saat mendengar ucapan Didi, ia memiliki firasat buruk tiba-tiba.


"Saat motor nona di cek, ternyata ada yang menyabotase rem depan dan rem belakang juga kopling yang di buat lost setelah di pakai kurang lebih 10 menitan. Itu sangat bahaya saat di kendarai, karena akan menyebabkan kecelakaan, cedera bahkan kehilangan nyawa saat mengendarainya" ucap Didi.


"Ya Tuhan! Kok bisa?? Kalau begitu tolong perbaiki motorku dengan benar ya Di, pastikan motorku kembali normal. Untuk biayanya aku transfer nanti, jangan ceritakan ke siapa pun, aku akan cari tahu dulu siapa pelakunya" ucap Arsy menahan amarahnya


"Baik non" ucap Didi


Setelah menutup teleponnya, Arsy menoleh ke arah Xena yang diam dengan tenang. Arsy tiba-tiba bangun dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Xena lalu memeluknya Dangan erat.


"Makasih Xe, Hiks...." ucap Arsy dengan tubuh bergetar dan menangis.


Xena membalas pelukan Arsy dan menepuk punggungnya pelan mencoba menenangkan nya. Dan mengatakan jangan khawatir dan tidak akan terjadi apa-apa.


Ceklek!


Olive membuka pintu baru kembali dari toilet, dia bingung melihat Arsy menangis dan memeluk Xena dengan erat.


"Apa yang terjadi?" tanya Olive pelan dengan raut wajah khawatir, ia takut ada kejadian buruk yang menimpa Arsy.


Namun Xena tidak menjawabnya, olive juga tidak mendesak untuk Xena menjawab pertanyaannya.


Setelah Arsy lebih baik dan mulai tenang mereka kemudian membicarakan apa yang terjadi pada Arsy hingga membuatnya menangis.


"Bisa jelaskan kenapa? Ar, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Olive masih khawatir.


Arsy menggelengkan kepalanya, ia juga menghela nafas ringan sebelum ia menjawabnya.


"Aku tidak apa-apa Liv, aku hanya lega karena terhindar dari musibah karena Xena" ucap Arsy.


"Musibah? Musibah apa?" tanya Olive mengerutkan keningnya.


"Bukannya motormu belum di servis? Jadi Xena ingetin kamu biar bawa motormu ke bengkel" ucap Olive dengan polosnya.


Arsy menoleh ke arah Xena yang tengah tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya. Ia ketahuan mengada-ada membuat alasan.


"Bukan karena itu" ucap Arsy


"Lalu karena apa?" tanya Olive lebih bingung.


"Alasan sebenarnya karena Xena tahu kalau motorku telah di sabotase oleh seseorang. Aku tadi nangis karena aku merasa lega karena selamat, dan juga marah saat tahu ada orang yang berniat mencelakai ku" ucap Arsy dengan mengepalkan tangannya.


"Apa???? Motor mu di sabotase?" teriak Olive terkejut.


"Iya, tapi untungnya Xena memperingatiku sebelumnya dan memintaku ikut kalian dan menyuruh orang lain untuk membawa motorku ke bengkel" ucap Arsy.


"Siapa yang lakuin hal jahat itu?" tanya Olive


"Aku nggak tahu dan aku baru saja ingin menanyakannya pada Xena" ucap Arsy.


Keduanya kompak menoleh ke arah Xena dengan tatapan menuntut penjelasan darinya. Xena mengedipkan kedua matanya dan tersenyum canggung. Akhirnya ia memutuskan untuk menjelaskan hal itu pada kedua sahabatnya.


"Saat pertandingan kamu di semi final aku melihat kamu dan lawanmu sepertinya bermusuhan. Lebih tepatnya aku menyadari tatapan kebencian yang mendalam di matanya yang tertuju padamu. Makanya aku mencoba meretas data pribadinya dan aku mendapati pesan nya pada seseorang untuk menyabotase motormu dan membayar 50 juta untuk itu. Makanya aku memintamu jangan membawa motor dan ternyata apa yang aku takutkan benar terjadi. Motor kamu sudah di sabotase, tapi untungnya kamu selamat" ucap Xena menjelaskan panjang kali lebar pada dua sahabatnya.


"Jadi Pelakunya Laras? Wanita itu!" ucap Arsy dengan marah.


"Ya, pelakunya Laras, tapi kamu tenang saja aku akan mengurusnya. Karena bukan kamu saja yang kesal tapi juga aku, aku tahu kenapa hubunganmu dengan dia buruk. Lagian ada sepupu kamu, nanti aku akan mengatakannya pada Ray dan memintanya menyuruh anak buahnya bertindak" ucap Xena


"Xe jangan bilang kamu akan lakuin itu lagi?" ucap Olive khawatir, Xena hanya tersenyum membalasnya.


"Aku tahu apa yang harus aku lakuin Liv, tenang saja" ucap Xena


"Emang lakuin apa?" tanya Arsy bingung.


Dengan izin dari Xena, Olive kemudian menceritakan tentang apa yang terjadi pada Yani. Hal itu membuat Arsy terkejut. Namun bukannya takut, Arsy malah antusias dan menatap Xena dengan tatapan memuja.


"Xe, kamu adalah wanita terbaik, terhebat ter-uwooow pokoknya yang pernah aku kenal. Aku jadi fans pertama kamu, oh tidak! aku jadi fans kedua kamu. Karena nomer pertama pasti di tempati si sepupuku yang bucin itu" ucap Arsy.


"Eehhh, eehhh nyerobot aja, aku posisi ke dua kamu nomer tiga" ucap Olive tidak mau kalah.


"Nggak mau ngalah banget sih Liv, ngalah dikit napa" ucap Arsy tidak terima.


"Nggak! pokoknya aku fans garis keras Xena nomor dua setelah Ray. Kamu sebagai kakak ipar aku, yang harus ngalah jadi fans nomor tiga" ucap Olive.


Dan terjadilah debat memperebutkan posisi kedua Fans Xena. Xena hanya menepuk jidadnya pasrah melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.


••••••