Xena

Xena
120. Pertunangan Ray-Xena



Semua tamu undangan bersuka cita melihat pertunangan Ray dan Xena berjalan dengan lancar. Beberapa orang di antara mereka bahkan memotret mereka untuk kenangan pribadi mereka tidak berani mengupload ke media sosial, sebelum pihak Ray dan Xena sendiri yang mempublikasikan nya.


Olive tersenyum hangat saat melihat sahabat baiknya itu sudah menemukan kekasih yang baik. Begitupun dengan Vano, meskipun masih ada rasa cinta yang tersisa di hatinya untuk Xena. Ia juga merasa bahagia Xena sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, lagian ia sudah memutuskan mengejar Arsy sekarang.


Semua yang datang mendo'akan agar hubungan keduanya lancar, sampai nanti keduanya sudah sah menjadi suami istri.


Tiger menatap Olive dari kejauhan, ia ingin mendekatinya. Namun Olive berada di tengah-tengah yang lainnya.


Melihat Vano dan Arsy mengobrol dengan santai, Olive mau tak mau mengerutkan keningnya. Ia menyadari ada sesuatu yang salah dan yang tidak ia ketahui tentang keduanya.


Ia sangat penasaran jadi ia memutuskan untuk mendekat dan menganggu keduanya.


"Ekkhhhmm.... Sepertinya matahari terbit dari barat, bagaimana mungkin dua orang yang cuek dan keras kepala tiba-tiba akur begini. Ada apakah gerangan?" ucap Olive mendramatisir.


"Kamu itu Dek, Dateng nggak di jemput pulang nggak di anter. Muncul gitu aja buat orang kaget" ucap Vano, sedangkan ekspresi Arsy yang di ledek sahabatnya hanya diam, wajahnya memerah karena malu.


"ang Jelangkung? Cantik gini di samain sama jurig" ucap Olive cemberut, Vano dan Arsy hanya terkekeh melihatnya.


"Lagi PDKT nih ceritanya? Apa udah jadian?" tanya Olive sambil menggerakkan kedua alisnya naik turun mulai menggoda keduanya.


"Apaan sih dek, mulai deh jiwa kepo nya meronta" ucap Vano memutar matanya


"Emang kepo, kasih tahu dong kak!" ucap Olive mengedipkan matanya.


"Cari tahu aja sendiri" ucap Vano


"Ih, kak Vano nggak asik. Aku tanya kakak ipar aja deh. Hai kakak ipar, udah Deket aja nih sama si kakak Lucknut, sejak kapan?" ucap Olive


Tak!


"Awwsss... sakit kak" ucap Olive mengelus jidadnya yang terkena jitakan sang kakak.


"Apa itu lucknut-lucknut, sembarangan aja kalau ngomong" ucap Vano


"He-he, diem ah kak. Aku lagi mewawancarai calon ipar nih" ucap Olive, Vano hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah adiknya itu.


"Kakak ipar, gimana-gimana? Ceritain dong, aku kepo nih, beneran!" ucap Olive


"Gimana apanya Liv?" tanya Arsy menggoda balik sahabatnya.


"Ih, malah pura-pura bego, ya hubungan kamu sama kakak lah, aduhh, sakit kak" teriak Olive karena terkena jitakan lagi.


"Kamu itu ngomongnya yang bener, masa ngomong pake bahasa kasar gitu, nggak boleh!" ucap Vano.


"Dikit doang elah, maap deh maap, khilaf kak keceplosan" ucap Olive.


Arsy yang melihat tingkah kedua kakak beradik ini hanya terkekeh saja. Keduanya persis Tom & Jerry. Namun ia tahu keduanya saling menyayangi.


"Cerita atuh Ar" ucap Olive mengabaikan kakaknya karena ia memang sudah sangat kepo.


"Gimana ya?" ucap Arsy meledek Olive, ia terbahak saat melihat Olive sudah memajukan bibirnya.


"He-he, kami hanya berteman kok Liv" ucap Arsy.


"Beneran" ucap Arsy serius.


Ia tidak berbohong, karena memang saat ini keduanya hanya berteman, tapi ia tidak tahu kedepannya bagaimana. Olive bergantian menatap ke arah ke kakaknya menuntut penjelasan yang lebih bisa ia terima.


"Apa kau menyukai Arsy menjadi iparmu?" tanya Vano


"Tentu saja! Arsy adalah kandidat kakak ipar yang aku inginkan setelah Xena. Arsy sangat cantik, imut, sangat menyenangkan, baik dan juga dia sangat hebat untuk ukuran wanita. Yang lebih penting, ia memiliki harga diri dan juga belum pernah punya pacar selama ini. Bukan jenis lampir kaya modelan Yani. Akan sulit menemukan kandidat yang cocok untuk jadi iparku, dan menurutku Arsy sangat memenuhi syarat. Aku tidak ingin kakak ipar yang lain selain dia" ucap Olive.


Mendengar ucapan Olive, Arsy sedikit malu karenanya. Karena Olive sangat menilainya dengan tinggi. Ia tidak keberatan dulu Olive ingin Xena menjadi iparnya, ia tidak cemburu karena Xena memang sesempurna itu. Bahkan jika ia laki-laki, ia juga mungkin akan menyukai Xena.


"Kalau kakak bilang kakak sudah mulai tertarik dengan Arsy, bagaimana?" tanya Vano


"Iyakah? Serius? Woah woah, aku dukung 100 persen" ucap Olive antusias.


"Kita sedang pendekatan" bisik Vano


"Ekhm, kakak ipar. Selamat sudah berhasil meluluhkan kerasnya hati seorang Vano. Kau tahu, kau sangat luar biasa" ucap Olive mengacungkan kedua jempolnya pada sahabatnya itu.


"Astaga Liv, jangan berisik. Banyak yang lihat. Kita belum pacaran Ok" ucap Arsy dengan wajah memerah malu.


"Tidak masalah, tidak masalah, hanya butuh sedikit waktu sampai kalian benar-benar memutuskan untuk berpacaran dan menikah. Aaaaa aku senang sekali" ucap Olive dengan antusias.


Tiger yang melihat dari kejauhan terkekeh melihat tingkah menggemaskan gadis yang ia cintai itu. Ingin sekali ia karungin dan ia bawa pulang, kalau perlu ke penghulu sekalian.


.....


Xena dan Ray mengucapkan terimakasih, Ray juga memperkenalkan Xena dengan panatua di keluarga Octavio. Keduanya juga memberikan santunan untuk anak yatim-piatu.


Setelahnya mereka berdua menuju ke teman-teman mereka, ucapan selamat mengalir dari semua kerabat.


"Selamat bos, nona bos. Tinggal tunggu undangan pernikahannya nih" ucap Tiger dengan tulus


"Terimakasih Tiger" ucap Ray tersenyum, ia tidak bisa melunturkan senyumnya seharian ini. Ia sangat bahagia bisa mengikat Xena menjadi calon istrinya.


"Terimakasih Tiger, aku harap kamu juga bertobat dan menemukan jodoh yang baik" ucap Xena sedikit menyindir.


"He-he, terimakasih nona bos, kalau bisa jodoh nya Olive ya" ucap Tiger cengengesan.


Xena tidak marah, ia hanya tersenyum saja. Ia juga tidak bisa melarang seseorang memiliki perasaan pada sahabatnya, ia hanya harap sahabatnya bisa bahagia di kehidupan ini.


"Yang, aku pikir Tiger bukan orang yang buruk meskipun ia sering kali petakilan dan susah di atur. Kenapa tidak di beri kesempatan untuk membuktikan dirinya kalau ia sudah berubah. Bisa jadi ia benar-benar serius dengan Olive" ucap Ray


"Bos benar nona bos, aku serius dengan Olive. Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Ya memang aku akui aku seorang player, itu hanya masa lalu dan untuk main-main. Tapi aku berani bersumpah kalau aku serius dengan Olive, aku mencintainya" ucap Tiger


"Aku tidak melarangmu, silahkan saja kalau kamu bisa meluluhkan hati sahabatku. Tapi.... Kalau sampai suatu hari nanti kamu berhasil mendapatkannya dan menyakiti Olive, aku sendiri yang akan menghukummu" ucap Xena dengan serius.


"Tentu, nona bos tenang saja dan nona bisa memegang janjiku" ucapnya yakin


"Oke, kita lihat nanti" jawab Xena


...•••••••...