Xena

Xena
146. Tantangan Tiger



Olive hanya diam, ia masih tercengang karena pernyataan cinta Tiger. Tiger yang melihat Olive hanya diam pun menjadi lebih gugup. Biasanya Olive langsung marah-marah atau memukulnya dengan gemas karena selalu bilang cinta padanya.


Namun kali ini Olive hanya diam saja membuat Tiger jadi bertanya-tanya dalam hatinya. Apakah dia berlebihan terus menerus menyatakan cinta pada Olive? Apa Olive bosan mendengarnya dan sangat marah?


Di lain sisi, bagaimana pun Olive sedang galau sekarang, sejujurnya ia sudah mulai membuka hati untuk Tiger. Hanya saja ia bingung, selain karena ultimatum dari Vano, yang mungkin tidak akan menyetujui hubungan mereka.


Juga karena masih ada rasa takut percaya pada lawan jenis, ia tidak ingin kecewa dan takut mengambil keputusan yang salah. Meskipun ia sudah dinyatakan sembuh dari traumanya, tapi tidak bisa menghilangkan semua ketakutan di dalam dirinya.


"Haaahhh...." Olive menghela nafasnya mencoba menenangkan diri sejenak.


Tiger terdiam menunggu apa yang akan di ucapkan gadis yang di cintainya itu.


"Tiger, jujur saja aku sepertinya sudah mulai luluh dengan kegigihan kamu mengejarku, aku tahu perasaan mu padaku itu tulus. Tapi...." ucap Olive


Mendengar itu Tiger terlihat senang, namun Olive mengantungkan ucapannya membuatnya kembali gusar.


"Aku tidak bisa menerima kamu sebelum kamu mendapatkan restu dari kakak dan juga orang tuaku" ucap Olive


"Hanya itu?" tanya Tiger dengan wajah sumringah


"Ya, jika mereka menyetujuinya, maka tidak ada alasan aku menolakmu" ucap Olive mengambil keputusan besar dalam hidupnya.


"Baik, aku akan melakukan apapun demi mendapatkan restu mereka. Aku harap kamu menepati janji kamu setelah aku mendapatkan restu itu" ucap Tiger tersenyum manis.


"Hmm" Olive mengangguk.


"Terimakasih Liv, sudah kasih aku kesempatan. Aku akan melakukan yang terbaik demi mendapatkanmu" ucap Tiger dengan semangat dan memegang tangan Olive dengan erat dan mengecupnya.


....


Malam harinya, Xena dan Ray sudah berada di airport. Malam ini juga mereka akan berangkat ke Lombok.


Mereka hanya punya waktu dua hari di sana untuk bulan madu dan akan kembali rabu pagi ke ibukota. Ray sudah menginstruksikan pada Tiger untuk mengurusnya, termasuk sewa kamar hotel di sana.


Xena menghela nafas, melihat ia memakai jet pribadi hanya untuk ke pulau L, yang hanya memerlukan dua jam penerbangan itu. Bagi Xena itu terlalu boros, namun mengingat suaminya adalah Sultan di atas para sultan yang ada di negaranya.


Ia berusaha untuk terbiasa dengan hal itu semua mulai dari sekarang, lagian jet pribadi yang ia naiki adalah milik keluarga Octavio, jadi tidak masalah ia ingin menaikinya kapanpun.


"Sayang bagaimana, apa kamu senang?" tanya Ray memeluk sang istri saat berada di kamar yang ada di dalam pesawat.


"Hmm, tapi apa ini nggak terlalu berlebihan mas? Padahal kita cuma berada di pesawat selama dua jam aja buat ke pulau L" ucap Xena


"Nggak ada yang berlebihan sayang, aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk istri tercinta ku" ucap Ray


"Iya, terimakasih mas buat semuanya mas" ucap Xena, karena ia sangat tersentuh karena perhatian Ray yang ingin memberikan hal terbaik untuknya. Dan tidak mempermasalahkannya lagi.


*Dua jam kemudian di pulau L.


Jet pribadi sudah mendarat di airport pulau L, Ray menggendong Xena yang sudah terlelap tidur, ia tidak ingin membangunkan sang istri yang seperti nya kelelahan itu.


Mobil jemputan mereka mengantarkan mereka ke Hotel di kota Mt, sebelum besok pagi berangkat ke Gili Trawangan.


Ray merebahkan sang istri ke kasur king size itu, Ia kemudian melepaskan sepatu Xena. Ia merapihkan rambut yang menutupi wajah Xena dan mengecup keningnya.


Setelahnya ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Malam ini ia menahan diri untuk tidak menyerang Xena saat ia tertidur, karena Ray tahu Xena sangat lelah, terlebih sebelum ia berangkat ia juga sudah di berikan jatah yang menguras tenaga sang istri.


....


Pagi harinya Xena mengerjapkan matanya, ia merasakan perutnya berat. Ia melirik ke arah perutnya, ia melihat lengan kekar sang suami melingkar indah di sana.


"Apa suami kamu sangat tampan sayang, sampai kamu menatapnya begitu dalamnya?" tanya Ray dengan suara serak yang se*sinya itu, perlahan membuka matanya dan menatap sembari tersenyum manis ke arah Xena.


"Iya sangat tampan, sepertinya aku sangat beruntung bisa punya suami setampan ini" ucap Xena terkekeh


Ray mengeratkan pelukannya dan mendusel ke kedua bukit Xena. Membuat Xena menahan nafasnya karena ulah suaminya itu.


"Aku lebih beruntung karena bisa memiliki kamu" ucap Ray.


"Kita ada di mana mas?" tanya Xena


"Hotel di kota Mt. Karena sudah malam, dermaga yang menuju ke Gili Trawangan sudah tutup. Setelah sudah siap nanti kita berangkat ke sana" ucap Ray


"Hmm, kalau gitu awas dulu, aku mau mandi mas. Aaahhhh" teriak Xena, karena bukannya minggir, Ray justru menekannya dan menindih tubuhnya.


"Mau kemana hmm?" tanya Ray menatap manik mata Xena dengan jarak yang sangat dekat


"M-mandi lah" ucap Xena gugup karena keduanya begitu dekat.


"Nanti dulu, aku ingin menagih jatahku" ucap Ray


"Ja-jatah apa?" tanya Xena


"Jatah buat adonan. Semalam kamu ketiduran, kemarin masih punya hutang satu ronde pagi sayang. Jadi aku menagihnya sekarang" ucap Ray.


"T-tapi aku mau mandi dulu" ucap Xena mengelak


"Nanti aja mandinya bareng Yang, sekarang kita buat adonan dulu. Kasihan adik kecil sudah menggeliat dan ngamuk" ucap Ray


Xena tidak mampu menolak, akhirnya kejadian manis penuh gairah seperti kemarin pun terulang kembali.


....


Vano menjemput Arsy untuk mengantarnya berangkat kuliah. Kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu tidak bisa tidak bertemu sehari saja.


"Kakak nggak berangkat ngantor?" tanya Arsy


"Berangkat, tapi kan nganter kamu dulu" ucap Vano mengelus kepala sang kekasih sembari tersenyum.


"Apa nggak telat?" tanya Arsy


"Nggak sayang, kan sekarang masih pagi, kakak masuk jam 8. Masih cukup waktu buat nganter kamu dulu ke kampus" ucap Vano, cewek tomboy namun cantik itu pun mengangguk.


"Nanti pulang jam berapa?" tanya Vano


"Sore, aku mau ke Dojo dulu kak, buat latihan" ucap Arsy.


"Ya udah nanti sore kaki jemput di Dojo, sekalian makan malam ya" ucap Vano


"Hmm" Arsy mengangguk sembari tersenyum.


Kedatangan Arsy di kampus belakangan ini selalu jadi pusat perhatian. Mereka sudah tahu jika yang mengantar Arsy adalah sang kekasih.


Hanya saja mereka sampai sekarang tidak menyangka, jika si tomboy cantik yang anti cowo itu sekarang sudah melabuhkan hatinya. Dan fakta bahwa pacar Arsy yang tampan pun menyebar dengan cepat di seantero kampus.


...•••••••...