Xena

Xena
87. Skema kecelakaan



Xena menjadi pusing sendiri melihat kedua kakak beradik sepupuan ini, seperti anak kecil yang sedang berebut makanan atau mainan. Tidak ada satupun yang mau mengalah.


Untungnya di sana tidak banyak orang, karena kebanyakan mahasiswa masih berada di dalam kampus, entah itu ada kelas, ke kantin atau taman.


Tapi karena takut nantinya jadi masalah, apalagi Ray adalah publik figur yang terkenal. Pastinya akan runyam kalau ada berita yang tidak-tidak. Akhirnya Xena menengahi keduanya, agar berhenti berdebat.


"Bisa berhenti nggak?" ucap Xena namun tidak ada respon dari keduanya.


"Kalau nggak mau berhenti, aku naik taxi aja! Sok lanjutin debatan kalian" ucap Xena kesal.


"Jangan!" ucap keduanya kompak.


"Ya udah jangan berdebat kaya anak kecil, kalian itu udah gede malu di lihatin orang" ucap Xena


"Maaf sayang, ini karena Arsy tidak mau ngalah" ucap Ray


"Nggak Xe, ini karna Ray yang terlalu posesif dengan kamu, kamu terlalu di monopoli dia" ucap Arsy tidak ingin kalah.


"Jadi masih mau debat nih? Aku pergi aja lah" ucap Xena


"Jangan, aku minta maaf" ucap Keduanya


"Yaudah Kita pakai mobil Ray, kamu ikut kami Ar. Biar nanti mobil kamu di bawa anak buah Ray. Ray kamu kasih tahu anak buah kamu bawa mobil Arsy ke rumah sakit" ucap Xena Final.


Keduanya tidak ada yang komentar, mereka takut Xena marah dan justru memutuskan untuk naik taxi. Jadi keduanya mengangguk.


"Sekarang jabat tangan, saling minta maaf" ucap Xena lagi.


Ray dan Arsy langsung berjabat tangan dengan wajah cemberut.


"Mana senyumnya, nggak iklas minta maaf nih? Aku pulang aja kalau gitu" ucap Xena hendak beranjak pergi.


"Sayang, sayang, jangan pergi. Aku minta maaf sekarang. Arsy aku minta maaf ya" ucap Ray dengan tersenyum ke arah sepupunya.


"Iya Xe jangan marah ya. Kak Ray aku juga minta maaf ya" ucap Arsy dengan senyum juga.


"Naaahh, kalau kaya gini kan enak. Tunggu apa lagi, ayo berangkat!" ucap Xena lagi


"Ya!" ucap keduanya kompak dan langsung masuk ke dalam mobil milik Ray.


....


Di tempat lain, seorang pria dengan pakaian Hitam-hitam diam di mobilnya. Ia memantau dan mengikuti seorang wanita yang baru saja keluar dari hotel.


Pria itu mengikuti wanita itu pergi dengan mobilnya dan menjaga jarak aman.


Drrrrtttt....


Ponsel pria itu bergetar, pria itu lalu mengangkat telepon itu dan memakai handsfree.


"Hallo bos" ucap pria itu


"Bagaimana?" tanya pria lain di ujung telepon.


"Sesuai rencana Bos, target menuju titik A" ucap pria itu


"Bagus, tetap ikuti dia dengan jarak aman. Setelah titik S, kamu berhenti untuk mengawasi situasi. Jangan biarkan kendaraan lain masuk ke sana. Biar Anton yang menjalankan tugas selanjutnya" ucap pria di seberang telepon.


"Baik!" ucap pria itu.


Ia terus menjalankan tugasnya, hingga akhirnya ia sampai di titik S dan berhenti. Sedangkan wanita yang mengendarai mobil di depannya terus melaju tanpa tahu adanya bahaya yang menanti nya di depan.


Setelah sampai di titik A, ban mobil wanita itu tiba-tiba saja kempes. Mau tidak mau mobil itu berhenti.


"Kenapa sih ini ban? Si*l, ternyata ada banyak paku di sini" ucap wanita itu yang keluar melihat ban mobilnya, ia kemudian menendang ban mobilnya yang kempes karena merasa kesal.


"Si*l, kenapa HP nya malah lowbath lagi, saat genting kaya gini" ucap wanita itu mengumpat.


"Mana jalanan sepi lagi, masa iya harus jalan kaki. Aaaarrrggghhhh kenapa hidup gue si*l begini!" teriak wanita itu sambil menghentakkan kakinya.


Ia menoleh ke kanan dan ke kiri menunggu kendaraan lain lewat, namun hasilnya Nihil. Ia tidak menemukan satupun kendaraan yang lewat di sana. Kemudian matanya tidak sengaja melihat bengkel di seberang jalan sekitar 30 meter an dari tempat ia berdiri.


Wanita itu terlihat berbinar melihat bengkel itu, dan langsung berjalan menuju ke bengkel. Saat ia hendak menyebrang, tiba-tiba ada mobil dari arah samping kanan yang melaju dengan kencang dan menabraknya.


BRAK!!!!!


"Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh" teriak wanita itu saat tubuhnya di tabrak dan terguling ke atas mobil dan terhempas, lalu tidak sadarkan diri.


Namun mobil itu tidak memelankan laju kendaraannya setelah menabrak wanita itu, justru mobil itu kembali melaju ke arah wanita itu.


KRAKKK!!!!


Kedua kaki wanita itu di lindas oleh mobil yang menabraknya tadi.


Setelahnya, mobil itu berhenti dan beberapa orang keluar dengan menggunakan pakaian Hitam-hitam dari dalam bengkel. Mereka mengangguk dan mulai menata keadaan jalan itu seperti biasanya, tidak ada bengkel lagi di sana. Karena bengkel itu hanya kamuflase agar wanita itu masuk dalam jebakan.


Setelahnya mereka membersihkan semua bukti yang berada di sana dan meninggalkan wanita yang bersimbah darah itu sendirian tergeletak di atas aspal.


....


Xena, Ray dan Arsy sudah sampai di rumah sakit di mana Olive di rawat.


Di sana hanya ada Wenda, mamanya olive yang menjaga Olive. Tentu saja karena Vano dan Danu sedang bekerja di kantor.


"Eh Xena, Ray dan...." ucap Wenda melihat Arsy.


Ia tidak mengenali Arsy, perempuan cantik dan manis, yang terlihat tomboy karena rambut pendeknya.


"Arsy Tante, sahabat Olive" ucap Arsy memperkenalkan diri dan Salim dengan sopan.


"Hai nak Arsy salam kenal, terimakasih sudah tengokin Olive" ucap Wenda tersenyum


"Xena, Ray, kalian datang lagi?" ucap Wenda melihat keduanya


"Iya Tan, Xena nganterin Arsy ke sini nengokin Olive. Sekalian Xena juga lihat keadaan Olive" ucap Xena


"Ini Tan, Liv, ada buah untuk Olive dan keluarga" ucap Arsy memberikan parsel buah dan memberikannya pada Wenda.


"Terimakasih nak Arsy Repot-repot" ucap Wenda menerima parsel buah itu.


"Kenapa kamu repot-repot bawa sesuatu, Ar. Padahal udah di tengokin aja juga aku mah seneng" ucap Olive.


"Nggak apa-apa Tante, Liv, sekalian lewat tadi jadi beli. Gimana kondisi kamu?" tanya Arsy


"Sudah mendingan, nanti sore aku akan belajar berjalan pakai tongkat dulu" ucap Olive.


"Kalau gitu semoga cepat sembuh, biar nanti kita bisa nongkrong bareng lagi" ucap Arsy.


"Yoi, tapi aku nggak bisa latihan bareng kamu dan Xena lagi" ucap Olive menghela nafas mengingat dirinya tidak bisa latihan taekwondo lagi karena kakinya.


"Tidak apa-apa, yang penting kamu cepat pulih seperti dulu lagi. Kalau ada yang macem-macem sama kamu, panggil aku aja. Biar aku sikatt" ucap Arsy


"Makasih ya" ucap Olive tersenyum tulus.


Mereka kemudian saling mengobrol satu sama lain, sebelum mereka pulang saat hari sudah mulai sore


...•••••...