
Pagi harinya Ray dengan tanpa semangat berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Pasalnya semalam suntuk ia tidak tidur karena memikirkan Xena yang sejak kemarin tidak bisa di hubungi.
Hal itu membuat Galang dan Reno terkejut saat melihat keadaan Ray yang seperti kehilangan gairah hidup. Kantung matanya menghitam terlihat cukup jelas di sana.
Bahkan Ray hanya diam saja dengan wajah muram saat ia sudah berada di lokasi dan sebentar lagi acara promosi akan di mulai.
"Ray, bisa nggak wajahmu jangan murung gitu?" ucap Reno yang melihat Ray tengah di touch up oleh MUA, karena ada lingkar hitam di matanya karena tidak tidur semalaman.
"Nggak" ucap Ray
"Astaga, ini 15 menit lagi acara mau di mulai loh. Masa iya mau bertemu fans mukamu di tekuk seperti ini" ucap Reno
"Apa ada kabar dari Tiger?" tanya Ray dengan datar dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Hah, belum ada" ucap Reno menghela nafas karena tahu jika Ray tidak ingin di ganggu gugat.
"Jika acara ini tidak berjalan lancar, aku akan menghubungi Xena dan mengatakan jika kamu tidak serius bekerja hari ini. Mungkin dia akan lebih marah dan menanggapmu tidak berguna lalu meninggalkanmu" ucap Reno
Sontak hal itu membuat Ray marah dan menatap tajam ke arah Reno.
"Nggak mempan melototi ku seperti itu, aku akan tetap memberi tahu Xena kalau kamu tidak mau bekerja sama" ucap Reno
"Haaahh" Ray menghela nafasnya
"Tenang saja, aku tidak minta kamu berbuat yang tidak-tidak cukup seperti biasanya saja. Lagian kamu terkenal dingin dan datar, bukan jadi murung dan tidak ada gairah hidup kaya gini. Yang ada kamu akan masuk berita si lambe, lalu mereka berpendapat jika hubungan kamu dan Xena sedang dalam masalah. Bukannya hal itu menjadi pemicu konflik yang tidak-tidak nantinya" ucap Reno lagi.
"Hmm aku tahu" ucap Ray.
"Good, tenang sebagai gantinya aku sudah meminta izin setelah acara ini kamu bisa cuti selama dua hari dua hari" ucap Reno, ia terkejut dengan perubahan Ray saat ia mengatakan tentang Xena.
"Benarkah?" tanya Ray
"Kapan aku bohong, setidaknya aku tahu kamu memiliki hal yang jauh lebih penting yang harus kau urus" ucap Reno dengan bijak.
"Terimakasih kak" ucap Ray tulus.
"Ya, jadi tolong kerja samanya untuk acara ini" ucap Reno.
"Tentu" ucap Ray
....
Xena memacu motornya menuju kampus, hari ini ia memiliki dua kelas, satu kelas pagi dan siang. Saat memarkirkan motornya ia bertemu dengan Arsy yang juga sedang memarkirkan motornya.
Arsy menghampiri Xena sekedar menyapa dan mengobrol sambil berjalan masuk ke kampus.
Arsy menanyakan tentang keadaan Olive, ia belum sempat menjenguknya karena ia sibuk mempersiapkan turnamen taekwondo yang akan di adakan bulan depan.
"Apa besok kamu sibuk Xe?" tanya Arsy
"Tergantung, kenapa emangnya?" tanya Xena
"Anterin aku jenguk Olive" ucap Arsy
"Aku ada kelas pagi, kalau kau mau setelah selesai kelas aku anter ke sana" ucap Xena
"Oke, kalau begitu nanti aku bawa mobil besok" ucap Arsy
"Loh kenapa nggak naik motor aja?" tanya Xena heran
"Aku mau beli buah tangan dulu, kan kalau naik motorku susah bawanya Xe" ucap Arsy.
"Ah benar juga he-he, oke nanti aku besok berangkat naik taksi kalau gitu" ucap Xena mengangguk.
"Aku jemput aja gimana?" ucap Arsy
"Emang kamu ada kelas pagi?" tanya Xena
"Nggak, besok nggak ada kelas" ucap Arsy menggelengkan kepalanya jujur.
"Ya sudah aku naik taksi aja kalau gitu" ucap Xena.
Meskipun Arsy ingin menjemput Xena, namun Xena tetap menolak. Karena Xena kekeh naik taksi, jadi Arsy tidak memaksanya untuk ia jemput. Mereka juga janjian besok ketemu di kampus setelah kelas pagi selesai.
....
Setelah acara promosi selesai sekitar jam 11 siang, Reno menepati janjinya. Mereka bertiga pulang ke ibukota saat itu juga dan sampai pukul 2 siang di ibukota.
Mereka tidak berhenti di jalan untuk makan siang, karena rencananya mereka akan makan di XR Restaurant. Tentunya Ray yang membayar itu semua.
"Hallo Tiger, Bagaimana?" ucap Ray setelah mengetahui Tiger yang menelepon.
"Saya sudah mendapatkan semua yang kamu inginkan Bos, maaf membuatmu menunggu lama. Aku baru sampai ibukota dan ketiduran sebentar" ucap Tiger
"Tidak apa-apa, kamu ke XR Restaurant sekarang! Aku akan mengirim lokasinya" ucap Ray
"Tentu, jangan lupa pesankan kesukaanku bos" ucap Tiger lalu menutup teleponnya.
Melihat Ray yang sudah selesai menelepon sambil mengerutkan keningnya. Reno angkat suara karena penasaran.
"Dia bilang apa Ray?" tanya Reno
"Seperti biasa" ucap Ray
"Hah, tuh anak nggak berubahnya dari dulu" ucap Reno
Di sini yang bingung cuma Galang yang tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, namun ia diam saja dan tidak ingin terlibat
Lima belas menit kemudian, Tiger sampai di XR Restaurant menggunakan mobil miliknya yang memang ada di ibukota. Saat ia turun, matanya tidak sengaja melihat keindahan di depan matanya.
Dengan langkah pasti ia menghampiri gadis cantik yang ada di sana.
"Hai cantik" ucap Tiger menghampiri gadis cantik itu.
"Bisa minggir! Kau menghalangi jalanku" ucap gadis itu dengan datar.
"Oowwss, santai cantik. Aku cuma mau kenalan saja, namaku Tiger" ucap Tiger tersenyum semanis mungkin.
"Tidak tertarik!" ucap gadis itu melangkah pergi namun di tahan oleh Tiger.
Saat Tiger menyentuh bahu gadis itu, ia di banting dengan keras di lantai. Untungnya tidak ada orang di sana.
Tiger meringis, ia tidak menyangka gadis kurus dan kecil seperti itu mampu membanting tubuhnya yang tinggi. Sebenarnya ia bisa saja melawan, tapi saat itu di tidak siap karena itu terjadi tiba-tiba.
Gadis itu tidak menghiraukan Tiger dan melangkah pergi.
"Aw, sakit ternyata, hah menarik, apa pesonaku sudah luntur setelah meninggalkan negara ini" ucap Tiger.
Setelah di rasa tubuhnya baik-baik saja, Tiger kemudian masuk ke dalam restoran, saat ia masuk, ia menjadi pusat perhatian harena ketampanannya.
Ya, bahkan ketampanan Tiger hanya satu level di bawah Ray, yang tentunya memiliki pesonamya sendiri yang membuat para wanita bertekuk lutut.
Tiger merasa heran kenapa gadis cantik tadi tidak terpengaruh oleh ketampanan miliknya. Ia kemudian menanyakan ruangan yang di pesan Ray, pelayan di sana mengantarnya langsung ke sana.
"Hai brother, lama tidak jumpa" ucap Tiger heboh saat masuk ke ruangan pribadi itu.
"Hmm..." jawab Ray dengan dehaman.
"Hei bos. jawab yang panjangan dikit Napa, kebiasaan" ucap Tiger yang kini sudah duduk.
"Pesanan aku mana?" tanya Tiger lagi menoleh ke kanan dan ke kiri, ia mengernyitkan kening melihat Galang.
"Bukan dia kan? Hei bos, aku masih normal!!" ucap Tiger.
"Uhuuukkk...." Galang tersedak saat mendengar itu. Kini ia tahu yang di maksud pesanan oleh Tiger, tak lain adalah wanita.
"Ngaco kamu, dia itu asisten Ray" ucap Reno.
"Oh kirain, terus mana pesanan ku?" ucap Tiger lega.
"Mana?" ucap Ray memotong pembicaraan mereka.
Tiger tahu yang di maksud Ray itu adalah tentang tugas yang Ray berikan padanya.
"Ini... semuanya ada di File RAY" ucap Tiger.
Ray mengambil laptop milik Tiger, ia kemudian membuka file RAY yang di maksud Tiger. Ada beberapa dokumen di sana, dan semuanya sudah di lihat oleh Ray.
"Kirim ke media dan instansi terkait, pastikan mereka tidak bisa lolos" ucap Ray
"Oke" ucap Tiger kemudian mengambil laptopnya kembali dan memainkan jarinya di keyboard dan Klik'.
Semua yang di perintahkan Ray langsung terkirim ke berbagai intansi dan juga media sosial, yang membuat semua orang gempar karenanya.
...•••••...