
🌾🌾🌾🌾🌾
Tidak seperti tadi Tasya yang terus berbicara kali ini dia diam karena masih merasa sangat menyesal dan merasa sangat bersalah akan kejadian yang tadi. Bahkan sampai rumah pun Tasya terus diam dan hanya akan menjawab sekedarnya saja ketika Faisal mengajak bicara.
Ketika mobil berhenti Faisal menoleh ke arah Tasya dan istrinya itu masih terus menundukkan wajah tak berani melihat ke arah Faisal meski dari tadi Faisal sudah mengatakan kalau dia sudah memaafkan.
Seandainya saja Dia tidak terus ngeyel dan memaksa Faisal untuk mengikuti Tuan Alex maka mereka berdua tidak akan berada dalam masalah. Semua ini adalah kesalahannya dan Tasya sangat menyadari akan hal itu.
"Sya, kenapa?" Faisal berbicara dengan sangat lembut kepada Tasya. Tubuhnya juga menghadap ke arahnya dan tangan juga seketika menyentuh tangan Tasya yang berada di pangkuannya sendiri.
Faisal selalu saja bisa sabar ketika menghadapi Tasya. Memang tidak mudah bagi Faisal untuk bisa menerima semua sikap Tasya yang kadang-kadang masih terkesan sangat urakan dan tidak baik, tetapi Faisal terus berusaha untuk bisa mengubah Tasya dengan perlahan hingga menjadi lebih baik.
Faisal sadar tidak akan mungkin Tasya bisa berubah begitu saja. Semuanya butuh proses juga membutuhkan waktu, meski harus dengan waktu yang sangat panjang Faisal akan terus berusaha karena itu memang sudah menjadi pilihannya.
Dalam hubungan pernikahan memang harus saling menerima kekurangan dan bukan hanya menerima kelebihannya saja. Tetapi, semua yang ada harus diterima dengan ikhlas dan jika bisa maka selayaknya berusaha bersama-sama untuk membenahi supaya menjadi lebih baik.
"Seandainya saja Tasya tidak memaksa, pasti kita tidak akan pernah berada dalam masalah dan juga tidak berada dalam marabahaya."
Tasya masih saja menundukkan wajah meski dia sudah mulai berbicara.
"Apakah mas akan menyesal jika Tasya tidak bisa menjadi yang diinginkan oleh mas dan juga seluruh keluarga? Bagaimana kalau Tasya hanya akan selalu membuat masalah pada Mas dan seluruh anggota keluarga?"
Tasya benar-benar sangat takut jika sampai dia mengecewakan seluruh keluarga Faisal yang begitu baik kepadanya dan selalu memberikan limpahan kasih sayang. Begitu juga dengan Faisal?
"Apakah mas akan menyesal jika semua itu terjadi?" tanyanya.
"Apakah mas pernah bilang kalau mas menyesal?" tanya Faisal dan Tasya menggeleng.
"Jangan pernah berpikir macam-macam. Apapun yang terjadi mas tidak akan pernah menyesal. Kita jalani bersama-sama, dan kita belajar bersama untuk bisa membuat hubungan ini selalu bahagia dan juga selamanya. Semua memang membutuhkan proses, dan kita nikmati proses itu."
Selalu saja dengan kelembutan Faisal mengatakannya membuat Tasya semakin merasa malu. Dia terus berpikir, apakah dia bisa seperti Faisal yang begitu lemah lembut, atau hanya akan terus seperti itu?
"Mas tak akan pernah memaksa kamu untuk menjadi orang lain, jadilah dirimu sendiri yang lebih baik dari sekarang."
"Sekarang kita masuk dan bersikaplah seperti biasanya jangan sampai semua orang merasa khawatir karena kamu yang seperti ini. Kamu tidak usah khawatir dengan semua masalah ini biar mas saja yang memikirkannya yang terpenting kamu memikirkan bagaimana belajar kamu."
Tasya pikir Faisal meminta hal yang lain yang harus dia pikirkan dan dia lakukan tetapi ternyata yang dia minta adalah kebaikan untuk dirinya sendiri.
"Terima kasih, Mas. Tapi Tasya juga minta maaf. Tasya akan terus berusaha untuk menjadi seseorang yang benar-benar diinginkan oleh Mas juga seluruh anggota keluarga. Tetapi Tasya minta waktu untuk."
Tentu Tasya akan meminta waktu untuk semua itu karena semua tidak akan pernah terjadi dalam waktu yang singkat.
"Mas akan terus menunggu sampai waktu itu tiba," jawab Faisal dengan sangat yakin bahwa Tasya akan menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.
Faisal sangat sadar bahwa tidak mudah bagi Tasya untuk bisa berubah begitu saja. Dari Dirinya yang begitu barbar dan menjadi wanita muslimah sejati yang diinginkan oleh Faisal juga seluruh anggota keluarga.
Faisal memang tidak pernah memaksa dan semua itu adalah keinginan Tasya sendiri. murni karena keinginannya.
🌾🌾🌾🌾🌾
Dalam kesendirian Faisal saat ini sang Oma datang menghampirinya karena merasa sangat penasaran. Sebenarnya apa yang telah dipikirkan oleh cucunya tersebut.
Dari kejauhan sangat terlihat kalau ada masalah yang tengah dipikirkan oleh Faisal dan itu yang memantik langkah Oma untuk mendekati.
Di halaman belakang Faisal berada. Tempat yang begitu sepi yang tidak banyak orang lewat tetapi kebetulan Oma yang lewat karena memang ingin menuju ke pendopo Faisal untuk bertemu dengan Tasya.
Langkah kaki yang begitu tertatih berhenti di samping Faisal dan duduk di bangku yang sama seraya menyentuh pundak Faisal dan mengejutkannya.
"Oma," Faisal seketika sadar dia langsung menoleh ke arah Oma yang sudah duduk dan memberikan senyum kepada cucunya tersebut.
"Ada apa, Sal? apakah ada masalah?" sang Oma langsung bertanya kepada Faisal. Oma memang tidak pernah menyukai basa-basi dan langsung bertanya untuk mendapatkan jawaban.
"Tidak apa-apa kok Oma, Faisal hanya sedang ngadem saja di sini. Dari tadi rasanya sangat gerah, cuacanya benar-benar tidak enak di tubuh sepertinya juga karena mau hujan."
Faisal mendongak dengan sedikit memajukan tubuhnya supaya bisa melihat langit yang memang terlihat sangat mendung saat ini. Mungkin itu sebabnya Faisal merasa sangat gerah atau mungkin memang ada hal lain membuat Faisal berada di tempat itu sendiri.
"Memang cuacanya sangat tidak enak, tetapi melihat wajahmu Oma merasa lebih tidak enak lagi. Sebenarnya apa yang terjadi? katakan kepada Oma."
Sepertinya sang Oma tidak akan bisa dibohongi oleh Faisal. Penglihatannya masih sangat tajam dia masih bisa membedakan mana orang yang berada dalam keadaan baik-baik saja tanpa masalah atau orang yang sedang penuh dengan masalah. Dan Faisal terlihat dalam masalah yang besar saat ini.
"Oma, sebenarnya?"
Faisal masih sangat ragu untuk mengatakan semua kepada Oma. Tentu Faisal sangat takut kalau Oma ikut berpikir dan akan mengganggu kesehatannya.
"Sebenarnya ada apa? katakan semuanya dengan jujur kepada Oma. Meski Oma tidak bisa membantu dengan tenaga setidaknya Oma masih bisa membantu dengan pikiran yang Oma memiliki."
Memang tenaga sudah termakan usia, tetapi untuk kepintaran dan kecerdasannya meski dengan usia yang sudah tidak lagi muda Oma masih bisa diandalkan. Jadi Faisal tidak akan rugi jika mengatakan semuanya kepada Oma. Solusi terbaik pasti akan dia dapatkan.
"Sebenarnya...," semuanya Faisal ceritakan kepada Oma. Tidak ada satupun yang terlewatkan dalam kata yang keluar dari bibirnya.
Sang Omah terus manggut-manggut mendengar semua cerita yang Faisal katakan. Perlahan dia tahu masalah yang sedang dihadapi oleh Faisal, dan Oma begitu senang karena Faisal mau bercerita kepadanya.
Solusi benar-benar Faisal dapatkan dari Oma tercinta. Memang tidak mudah tetapi Faisal harus tetap melakukannya demi keamanan mereka bersama dan tentunya untuk kelangsungan hubungan pernikahan Faisal dengan Tasya supaya semuanya akan selalu baik-baik saja.
"Terima kasih, Oma. Faisal merasa sangat lega sekarang setelah bercerita kepada Oma. Beban Faisal terasa berkurang dari sebelumnya. Terima kasih Oma," ucap Faisal yang benar-benar sangat berterima kasih kepada sang Oma.
"Jangan pernah merasa sungkan untuk bercerita apapun kepada Oma. Oma akan selalu mendengarkan semua ceritamu, dan jika Oma memiliki solusi Oma akan berikan. Jadi kamu tenanglah dan jangan pernah merasa bahwa kamu sendiri. Semua keluarga ada bersamamu."
Sebenarnya Faisal tidak mau menceritakan karena dia tidak mau merepotkan semua keluarganya. Ini adalah hidupnya dan dia sangat percaya untuk bisa mandiri dan menghadapi semua masalah dengan mandiri selama dia masih bisa.
Tetapi, bukan berarti Faisal tidak akan menerima solusi atau saran dari siapapun, dia akan menerimanya tetapi dia akan mempertimbangkan sebelum melakukan.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....