Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Jalan bersama



🌾🌾🌾🌾🌾


Bisa bejalan-jalan bersama dengan Faisal adalah hal yang sangat membahagiakan. Meski tidak harus mendatangi tempat-tempat yang mewah tapi mampu membuat Tasya merasa sangat bahagia.


Seumur-umur baru kali ini ada orang yang benar-benar peduli dan menginginkan akan kebahagiaannya. Jelas saja Tasya merasa sangat tersanjung.


Faisal benar-benar telah memanjakan Tasya yang sangat dia sayang. Dulu hanya sebatas mengagumi, dan setelah pernikahan maka semua Faisal berikan pada Tasya. Tak akan ada yang di sisikan bahkan tak ada yang di sembunyikan, tapi hanya satu saja yang masih dia belum katakan yaitu adalah kebenaran dari oma Tasya yang sekarang telah menjelma menjadi wanita yang begitu alim.


Karena Faisal tidak katakan apapun membuat Tasya sangat penasaran dengan semuanya. Bagaimana mungkin semua keluarganya bisa terlihat begitu kuat dan juga sangat ahli dalam segala hal bahkan mereka juga tak ada rasa ketakutan sama sekali pada siapapun.


Di saat kakinya melangkah menuju ke sebuah taman yang menjadi destinasi mereka di saat akhir pekan Tasya yang sudah sangat penasaran berniat menanyakannya pada Faisal, berharap akan mendapatkan jawaban. Bukan itu saja tapi Tasya berharap tak ada amarah yang datang pada Faisal jika yang dia tanyakan adalah hal yang akan menyinggung hatinya.


''Kenapa?'' Tasya yang menghentikan langkah membuat Faisal juga melakukan hal yang sama.


Wajahnya mengernyit karena merasa sangat penasaran dengan Tasya yang terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.


''Mas, jika Tasya tanya sesuatu apakah mas tidak akan marah? dan apakah boleh?''


''Kita duduk dulu di sana dan kita baru bicara,'' Faisal menunjukan pada Tasya tempat yang akan menjadi tempat duduk mereka yang tidak jauh di depan mereka.


Tasya mengangguk dan setuju dengan apa yang Faisal katakan. Dengan duduk akan lebih enak untuk bicara, benar begitu kan?


''Tanya apa?'' keduanya duduk dengan saling bersebelahan namun dengan wajah yang saling berhadapan.


''Mas, sebenarnya keluarga mas itu kayak gimana sih?''


Faisal malah tersenyum lebih dudu sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan Tasya. Merasa sangat lucu saja kan?


''Berarti kau belum benar-benar memahami keluarganya kita?" Faisal pikir kalau Tasya sudah tau segalanya entah dari siapa tapi ternyata tidak. Tasya belum tau apapun tentangnya.


Tasya menggeleng dengan cepat juga dengan wajah sangat penasaran juga dengan bibir yang sedikit manyun.


''Sebenarnya keluarga kita ya seperti sekarang ini,'' jawaban dari Faisal jelas bukan jawaban yang Tasya ingin dengar, Hal lain yang ingin dia ketahui.


Tasya sangat sungkan untuk mengatakan kata preman pada Faisal jelas karena mendengar nama preman saja sudah sangat di pastikan orangnya kayak bagaimana.


''Kenapa kamu berpikir salah satu keluarga ada yang mantan preman?'' Faisal sangat penasaran dari segi mana Tasya bisa beranggapan hal yang seperti itu.


''Ya, kan kalau di lihat-lihat memang ada sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang terlihat sekarang. Kalian semua bisa tenang dalam situasi apapun tak ada rasa takut pada siapapun. Bahkan mas yang, maaf, kemarin saja terlihat seperti tak punya apapun tapi pas ada masalah besar mas langsung bisa tangani.''


''Mas dan semuanya itu terlihat mempunyai aura yang sangat berbeda dari semua orang. Dan yang paling terlihat sangat mencolok itu adalah oma,'' imbuh Tasya.


Faisal semakin tersenyum mendengar penjelasan dari Tasya, ternyata penilaiannya memang sangat benar. Aura yang sangat kuat itu jelas yang pertama adalah oma karena dialah yang membuat semua keluarga memiliki darah pemberani seperti dirinya.


"Kenapa tersenyum, apakah ada sesuatu yang sangat serius?" Tasya semakin penasaran.


"Hem, kamu benar. Sebenarnya oma memang akar dari semua itu. Beliau yang memberikan darah itu pada kami semua."


"Maksudnya?" Tasya semakin mendekat.


"Akan mas ceritakan semuanya tapi tidak sekarang. Sekarang adalah waktunya kita bersenang-senang di sini. Kita lihat pemandangan ini dan jangan melewatkan kebersamaan kita," Faisal seketika berdiri lebih dulu dan juga bergegas menggenggam tangan Tasya.


"Hem, baiklah," Akhirnya Tasya hanya pasrah dan mengiyakan apapun yang Faisal inginkan. Yang dia katakan juga benar tidak seharusnya bercerita tentang keluarga di tempat terbuka seperti sekarang ini, bagaimana kalau ada yang mendengar.


Dengan bergandengan tangan mereka melangkah bersama-sama, sesekali saling menoleh dan juga tersenyum sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang mereka.


Sungguh, kesempatan seperti sekarang ini sangat membahagiakan bagi semua pasangan terlebih lagi pada Faisal juga Tasya.


Tak ada rasa malu ketika ada mata-mata yang melihat mereka berdua, mereka juga datang bersama pasangan mereka bahkan belum tentu juga mereka adalah pasangan halal, iya kan?


Kalau mereka saja bisa seperti itu kenapa mereka berdua tidak bisa?


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....