Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Lakukan yang penting



🌾🌾🌾🌾🌾


Langkah kaki yang penuh dengan keyakinan yang sangat besar mulai masuk ke bangunan di pesantren. Bibirnya terus tersenyum dengan membawa kebahagiaan yang sangat besar.


Hatinya terus berbunga-bunga dengan perasaan yang sangat bangga dan juga sangat puas. Sebentar lagi apa yang dia inginkan akan segera terwujud dan akan mimpinya akan segera menjadi nyata.


Tak pernah terpikir kalau gurauan dari Faisal akan membuatnya penuh dengan keyakinan hingga dia bisa datang dengan sendiri ke panti dengan membawa niat untuk meminang wanita yang menjadi pujaan hatinya.


''Alhamdulillah,'' gumamnya penuh rasa syukur. Sekarang hanya tinggal membicarakan dengan keluarga dan semuanya akan segera di resmikan hubungan mereka dan mengubah menjadi hubungan halal yang bebas dalam segala hal.


Langkah kaki itu terhenti karena sebuah suara yang menyapa dan terdengar seperti mengejek.


''Cie cie cie... kayaknya ada ada yang sedang berbunga-bunga nih. Pasti baru mendapatkan bintang jatuh,'' gurau suara itu dan ketika Ilham menoleh ternyata yang datang adalah Faisal dan juga Hasan namun jelas yang mengatakan hal itu adalah Hasan karena Faisal belum tentu akan mengatakan hal itu.


Di lihat keduanya semakin dekat saja dengan Ilham yang yang menghentikan langkah sementara mereka berdua yang berjalan mendekati dirinya.


Faisal diam dengan senyuman tipisnya sementara Hasan dia meringis dengan memperlihatkan gigi-gigi bagian depannya namu belum kembali bicara.


Mata keduanya terus terpusat pada satu arah saja yaitu Ilham sementara Ilham? Ilham memandangi mereka berdua dengan bergantian hingga mereka berdua berhenti di depannya.


''Mas Hasan, Mas Faisal!?'' Ilham seolah bertanya-tanya dalam hatinya, sejak kapan kedua temannya itu ada di sana? kenapa dia sama sekali tidak melihat keberadaan mereka, apa mungkin karena dia terlalu fokus dengan pikirannya sendiri tadi? mungkin memang seperti itu kejadiannya.


''Bagaimana mas, di terima?'' kali ini Faisal yang bertanya.


Faisal sudah sangat tidak sabar untuk mendengar berita baik yaitu tentang hubungan Ilham dan juga Dina yang sebenarnya sudah terjalin sejak lama tapi mereka hanya saling diam dan tak ada kata sebelum Faisal yang mengancamnya akan melamarkan Dina untuk Ilham kalau dia tidak mau.


Ternyata cara Faisal cukup berhasil juga dan berhasil membuat Ilham bergerak cepat dan melakukan apa yang Faisal katakan tempo hari.


''Alhamdulillah, Mas,'' Ilham terlihat malu-malu saat mengatakan hal itu. Dia juga tersenyum namun menunduk dan berusaha untuk menyembunyikan wajahnya pada kedua temannya yang kini juga tersenyum sama seperti dirinya.


Masih dengan malu-malu Ilham terus tersenyum dan juga terdiam dia sangat bingung apa yang ingin dia katakan. Saking bahagianya dia sampai tak bisa berkata-kata lagi dan hanya bisa diam terpaku.


Hal ini tentulah di pahami oleh Faisal yang sudah lebih dulu merasakannya. Merasakan tumbuhnya cinta yang semakin lama akan semaki besar dan akan tumbuh dengan sangat subur hingga akhirnya akan berbunga.


''Mas Faisal, apakah orang yang sedang jatuh cinta akan menjadi seperti ini? apakah dia juga akan tersenyum sendiri seperti orang yang kehilangan akal?'' tanya Hasan dengan berbisik pelan.


Hasan memang ada temen perempuan yang sedang ingin dekat tetapi dia tidak sampai seperti yang Ilham lakukan sekarang ini?


Meski hanya berbisik sangat pelan namun Faisal sangat mendengar dengan sangat jelas. Faisal menoleh dengan mengernyit hingga terdapat beberapa baris di keningnya.


''Emangnya kamu belum pernah merasakan jatuh cinta? lalu bagaimana dengan perempuan itu?" suara Faisal lirih dan tak akan terdengar oleh Ilham.


Ilham hanya diam namun rasa bingung terlihat sangat besar padanya. Tepat di dalam hati tentunya.


''Hehehe, tapi kan belum sampai sejauh ini mas. kami hanya baru pendekatan saja belum sampai obrolan yang serius apalagi," malu-malu Hasan menjawab.


Bagaimana mungkin mau ada obrolan serius kalau Hasan saja juga jarang bertemu dengan perempuan itu. Sebenarnya ingin tapi karena rasa malu karena belum punya kerjaan tetap juga takut kalau sampai akan ada fitnah.


"Makanya yang serius, Mas Hasan. Lakukan sesuatu yang berguna dan yang paling di butuhkan dulu. Maksudnya di butuhkan itu bukan hanya dibutuhkan di saat ini saja, tapi juga yang di butuhkan di jangka waktu panjang," jawab Faisal, jelas yang di maksud adalah pekerjaan kan?


Kalau Hasan fokus mencari pekerjaan dan mendapatkannya pasti tidak akan susah untuk dia menjalani yang lainnya. Uang bukan segalanya, tapi di jaman sekarang semua membutuhkan uang. Benar begitu kan?


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung...