Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Takdir terindah



🌾🌾🌾🌾🌾


Hamil bukan berarti tidak bisa melakukan apapun. Meski dengan keadaan hamil Tasya sangat sehat tidak seperti pada umumnya, dia tidak mengalami keluhan apapun karena yang mengalami semua adalah Faisal suaminya.


Sungguh enak bukan?


Jika di suruh milih setiap wanita yang hamil ingin merasakan apa yang dia alami Tasya sekarang. Hamil namun tidak begitu kepayahan. Tapi juga ada nggak enaknya juga sih karena tidak bisa menikmati masa-masa yang paling berharga dalam menghadapi semua runtutan masalah pada kehamilan.


Tasya begitu keenakan karena tidak mengalami semua dan bisa menjalani hari-harinya seperti biasa, sementara Faisal? Faisal selalu saja kewalahan dengan dia yang mengalami semuanya.


"Sudahlah, Mas. Lebih baik mas istirahat dulu saja, daripada di paksain nanti malah pusing lagi," ucap Tasya. Berusaha membujuk suaminya yang ingin mengajar.


Sebenarnya tidak mau sih melarang Faisal karena itu memang tugas dan tanggung jawabnya, tapi melihat keadaannya sekarang dia yang sebagai seorang istri tentu saja merasa kasihan.


Wajah pucat, jalan yang sempoyongan siapa yang akan diam saja, Tasya tentu tidak akan membiarkan itu kan?


"Tidak apa-apa, Sya. Mas masih kuat," jawab Faisal. Dia mulai bangun lagi dari duduknya yang ada di atas kasur berniat untuk mengambil kitab yang ada di atas meja yang akan dia bawa untuk mengajar.


"Mas, nah kan?" Baru saja Tasya akan membiarkan suaminya berjalan sendiri dia sudah kembali duduk di tempat semula, niatnya untuk melangkah ke meja rupanya tidak berhasil. Dia gagal di langkah yang pertama dan dia kembali mundur dan duduk.


Semakin berusaha tapi semakin dia merasakan pusing, ah..., sungguh hari-harinya akan di warnai drama kalau sudah seperti ini.


Dia sangat ingin bisa mengerjakan apapun yang sudah menjadi tugasnya, tapi kau bagaimana lagi kalau keadaan yang sangat tidak memungkinkan.


Obat pereda mual dan pusing yang seharusnya di konsumsi oleh Tasya kini sudah setiap hari Faisal yang mengonsumsi, itupun masih saja tidak berkurang sama sekali.


Sungguh besar cinta Faisal pada Tasya hingga semua dia yang merasakan efek dari kehamilannya. Sementara Tasya? Dia tidak merasakan apapun, diamah santai-santai saja dari awal.


"Tunggulah sebentar, Mas. Biasanya kalau udah agak siangan kan sudah reda dan agak enakan. Setelah itu baru mas pergi," ucap Tasya memberikan saran. Memang seperti itu kan biasanya, biasanya semua itu hanya ketika pagi saja paling parah-parahnya kalau sudah siang udah mendingan bahl sudah tidak di rasakan sama sekali.


"Mas di sini dulu biar Tasya buatkan teh hangat," ucap Tasya. Tasya langsung beranjak meski Faisal belum menjawab, sepertinya Faisal lagi kurang konek karena pengaruh semua rasa yang tengah dia rasakan saat ini.


Tak lama Tasya kembali, dia sudah membawa teh hangat yang tadi dia katakan. Menyerahkan pada Faisal supaya bergegas di minum supaya lebih enakan.


"Nih, Mas. Di minum dulu." Tasya kembali duduk di gempa yang tadi, memberikan gelas yang dia bawa pada Faisal.


"Makasih, Sya." Perlahan Faisal mulai meminumnya, semoga saja benar lebih baik dan tidak kembali mual.


"Mas, maafkan Tasya ya. Gara-gara Tasya mas jadi kayak gini deh." Tentu saja tersirat rasa menyesal dalam diri Tasya, semua ini terjadi karena dia juga kan?


Tapi bukan hanya Tasya sih, semua ini kan memang keinginan mereka berdua. Faisal juga tidak tau kalau dia yang akan merasakan semuanya. Tapi dia sangat senang bisa merasakannya, dia mungkin akan sangat tidak tega jika semua Tasya yang akan mengalami kepayahan.


"Kenapa minta maaf, kan aku juga yang mau. Justru aku malah bersyukur, jadi kamu tidak usah berpikir yang macam-macam ya. Nikmati saja semuanya."


Faisal tersenyum, tangan terangkat dan membelah i wajah Tasya dengan beberapa jarinya saja.


"Beneran mas tidak apa-apa?" Masih saja Tasya tak enak, dia sangat kasihan karena Faisal yang terus mengalami hal ini setiap pagi.


Bukan itu saja, tapi Faisal selalu saja menginginkan sesuatu yang ingin di makan dan dia sendiri yang kebingungan mencari, sungguh kasihan kan?


"Tidak apa-apa, asalkan kamu dan anak kita selalu sehat aku tak masalah mengalami semua ini. Jadi kita impas kan, kamu yang mengandungnya, aku yang mengalami semua masalahnya. Kalau semua kamu yang tanggung kan nggak enak di aku."


Kembali Faisal tersenyum, dan kata-katanya juga mampu membuat Tasya tersenyum dan bahagia. Jelas Tasya merasa sangat bangga karena bisa mendapatkan suami yang sangat perhatian seperti Faisal.


Takdir Allah memang sangat indah.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....