Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Berusaha kabur 1



🌾🌾🌾🌾🌾


"Mau kemana kalian!" suara yang begitu lantang dan sangat berat menghentikan laju kaki dari Faisal, Tasya dan juga dari lima pelayan yang berusaha untuk kabur.


Dengan was-was dan juga saling tatap semuanya langsung kaku untuk bergerak. Akankah mereka akan ketahuan?


'Mati!' pekik Tasya dalam hatinya. Matanya melotot ke arah depan.


Sementara Faisal? 'Innalillahi,' dia juga ikut membatin.


Mereka benar-benar berhenti dari sana dengan menunggu dia penjaga yang tengah berpatroli itu mendekat.


"Kalian mau kemana?!" tanyanya lagi lebih menegaskan.


"Ka_kami?" Faisal yang gugup menjawab. Suaranya dia buat-buat lebih berat dari biasanya, kalau tidak pastilah dia akan ketahuan kalau dia bukan dari bagian rumah itu.


"Ka_kami di minta tuan Alex untuk mempersiapkan pesta untuk nanti malam di ruang belakang," cepat salah satu pelayan menjawab.


"Ya! Kita mau mempersiapkan segalanya. Lihatlah apa yang kami bawa, semua ini adalah permintaan dari tuan Alex," sahut Faisal dengan menunjukkan tangannya yang membawa kardus yang entah apa isinya.


Bukan hanya Faisal saja yang membawa barang tapi mereka semua juga membawanya. Ada yang membawa minuman yang jelas minuman haram, membawa lilin-lilin dan perlengkapannya, lampu-lampu kecil dan juga bunga.


"Oh, cepat kerjakan dan jangan sampai ada kekurangan dalam pesta tuan Alex. Kalau sampai salah pastilah pesta kami juga akan gagal," ucapnya penjaga itu lagi. Sementara yang satunya, dia hanya tersenyum seraya menganggukkan wajahnya.


Mereka percaya begitu saja dengan kebohongan yang mereka katakan bahkan tanpa pikir panjang kedua penjaga itu langsung pergi dari hadapan mereka.


Lega. Itulah yang mereka semua rasakan. Hembusan nafas panjang karena sangat lega keluar dari mereka semua tak terkecuali dengan Tasya dan juga Faisal.


Bisa saja mereka melawan tapi kalau dengan pakai akal saja bisa kelabui mereka berdua kenapa harus pakai tenaga? Kalau pakai tenaga bisa saja akan datang hal yang lain dan ujung-ujungnya mereka yang akan rugi.


"Alhamdulillah, akhirnya lepas juga. Sekarang kita harus cepat," pinta Tasya.


Semuanya mengangguk dan segera bergegas pergi dari sana dan berusaha secepatnya bisa keluar dan meninggalkan tempat yang sangat buruk itu.


Kelima pelayan itu juga sangat berharap lebih pada Faisal dan Tasya. Berharap apa yang di janjikan akan segera terwujud.


Kami mereka berjalan juga tetap dengan waspada tetapi setelah berhasil keluar dari bangunan itu ada penjaga lagi yang datang dan berteriak.


"Tawanan tuan Alex kabur! Kota harus secepatnya mencarinya!" teriaknya begitu lantang.


Mata mereka langsung terbelalak, ternyata cepat segala mereka menyadari kalau yang ada di dalam kamar bukanlah Tasya tapi guling saja yang di selimuti dengan rapat.


"Gawat, mereka sudah menyadari. Sekarang kita harus secepatnya bisa keluar dari sini," ujar Faisal.


"Bagaimana caranya, kita tidak akan bisa keluar sekarang, pintu utama dan pintu-pintu keluar pasti sudah di jaga ketat," satu pelayan menjawab nampak begitu panik. Jelas dia dan semua begitu panik karena takut akan kembali tertangkap.


Usahanya untuk kabur saja hukumannya sudah sangat mengerikan bagaimana sekarang? Mereka akan di tambah dengan hukuman karena membantu Tasya kabur. Hukuman akan berlipat-lipat mereka dapatkan.


"Kita pasti akan celaka sekarang, kita tidak akan selamat," ucap yang lainnya yang sudah sangat takut. Wajahnya begitu pucat terlihat membayangkan sesuatu yang sangat besar yang akan terjadi kepadanya. Faisal sangat penasaran, sebenarnya sekejam apa tuan Alex itu.


Setelah semua mendengar akan Tasya yang berhasil kabur dari kamar tentu penjagaan akan semakin diperketat dan mereka tidak akan mudah untuk bisa keluar dari sana.


Kalau Tasya mungkin bisa saja melakukan karena sepertinya dia juga ahli dalam hal itu tapi semua orang perempuan itu? Tidak mungkin mereka juga bisa kan.


"Kalian, cepat cari wanita yang menjadi tawanan dari tuan Alex. Kita harus bisa secepatnya menemukannya jangan sampai dia lolos dan bisa kabur dari tempat ini."


Satu penjaga mendatangi mereka dan mengatakan hal itu dengan sangat tergesa-gesa, meminta kepada mereka untuk melakukan hal yang sama seperti lain.


Mereka semua mengangguk meski tidak mengatakan apapun dan hal itu sudah menjadi jawaban untuknya dan penjaga itu ingin lari kembali. Tetapi belum juga genap tiga langkah pertanyaan dari Faisal menghentikan langkahnya.


"Hem, bagaimana kalau kita menuju ke pintu rahasia keluar dari sini saya yakin wanita itu pasti akan melewati pintu itu."


Padahal Faisal sama sekali tidak tahu kalau tempat itu ada dan tidaknya pintu rahasia, tetapi mengingat tempat yang seperti ini pastilah ada pintu rahasia yang menjadi jalan keluar masuk dari sana.


"Kamu benar juga. Ayo kita lihat ke sana." Tidak tahu saja kalau satu penjaga itu telah dibodohi oleh Faisal dan sekarang malah menjadi penunjuk jalan bagi mereka supaya bisa keluar dari tempat itu.


Tasya terus tersenyum dengan berlari mengikuti penjaga, ternyata suaminya memiliki akal yang cerdas juga. Meski hanya mengada-ada saja karena tidak mungkin dia tahu seluk-beluk tempat itu.


Semua berlari di belakang penjaga menuju pintu rahasia yang ada di salah satu ruangan yang pastinya juga dijaga oleh beberapa orang.


Sembari berlari Faisal terus berpikir bagaimana dia akan mengecoh para penjaga yang kemungkinan tidak hanya satu yang berada di pintu rahasia tersebut.


Faisal menoleh ke belakang dan melihat kelima pelayan itu yang terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi mereka juga akan bisa keluar dari tempat itu. Harapan mereka untuk bisa bertemu dengan sanak saudara akan segera terwujud.


Entah sudah berapa tahun mereka ada di sana, dikurung dan seolah dipenjarakan hanya untuk menjadi pelayan saja. Bukan hanya pelayan untuk melayani semua orang sekedar makan dan membersihkan tempat, tetapi mereka juga harus menjadi pelayan yang akan memuaskan gairah mereka semua ketika mereka menginginkannya.


Sungguh, itu adalah nasib yang paling terburuk yang mereka alami dalam hidup mereka yang hanya sekali.


Awalnya mereka dijanjikan akan diberi pekerjaan dengan gaji yang sangat besar. Hingga mereka bisa membayar hutang-hutang orang tua mereka dan juga bisa membeli apa yang mereka. Tapi kenyataannya?


Setelah mereka berhasil keluar dari kampung mereka sejak saat itu juga mereka tidak pernah kembali hingga sekarang. Jangankan mendapat gaji yang besar mendapat kehormatan sebagai wanita saja mereka tidak mendapatkan.


Pantas saja Tuan Alex sangat kaya raya karena usahanya adalah usaha hal yang sangat dilarang oleh agama namun begitu disukai oleh orang-orang tertentu yang menginginkan kenikmatan dunia. Tentu mereka semua yang datang akan memberikan uang yang banyak asalkan kenikmatan mereka dapatkan.


Bukan Hanya mereka saja yang menjadi pelayan di sana, tadi begitu banyak dari daerah-daerah lain. Banyak yang melakukan dengan secara terpaksa karena tidak ada jalan lain supaya bisa tetap hidup, tetapi ada juga jadi mereka yang menjadi terbiasa hingga akhirnya menikmati hidup mereka yang seperti itu.


"Bagaimana, apakah ada wanita itu datang ke sini?" Tanya penjaga tadi dengan penjaga yang menunggu di pintu rahasia itu.


Mereka yang berjumlah 5 orang itu menggeleng karena dari tadi memang tidak ada yang datang selain sekarang para pelayan dan juga Faisal yang mereka pikir adalah penjaga.


"Dimana wanita itu, saya yakin dia belum keluar dari tempat ini," ucap salah satu dari penjaga.


"Terus, kenapa para pelayan itu ke sini!"


Mata mereka langsung terbelalak dengan tubuh yang gemetar.


"Bagaimana ini?" gumam salah satu dari mereka yang sudah sangat ketakutan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung...