Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Berusaha kabur 2



🌾🌾🌾🌾🌾


Tak mudah untuk si kembar bisa keluar dari ruangan lucknut itu, para perempuan itu terlihat sangat tertarik kepada mereka berdua. Bagaimana tidak? Mereka berdua terlihat sangat tampan sangat jauh berbeda dari orang-orang yang biasa datang.


Biasanya orang-orang yang datang hanyalah laki-laki gendut, tua bahkan berperut buncit juga botak, sama sekali tidak menarik.


Tapi, dengan kedatangan mereka tidur seolah membuat mereka semua menjadi mendapat makanan enak yang akan memuaskan mereka semua.


"Ayo lakukan sekarang," pinta Akhsan dengan tegas.


Tetapi apa yang dikatakan olehnya membuat para wanita itu merasa senang dan mereka juga merasa bahwa itu adalah perintah dari Akhsan untuk segera memuaskannya, tentu mereka sangat bersedia dan segera melakukan dengan senang hati.


"Rupanya kalian malu-malu kucing ya, kalian sok jual mahal padahal sebenarnya kalian mau, hem..." ucap salah satu dari wanita itu.


Tangan dari beberapa wanita sudah siap menggerilya tubuh Akhsan yang kini membulatkan matanya, dia semakin merinding dan ingin secepatnya bisa keluar dari tempat itu sebelum sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi.


"Ikhsan, cepatan!" suara Akhsan melengking tinggi.


"Nggak mau nikmatin kucing-kucing liar dulu, Bang?"


Meski dengan tangan yang terus menolak sentuhan dari tangan para wanita itu sempat-sempatnya Ikhsan bergurau hal yang seperti itu, sungguh itu membuat Akhsan ini meninju kepala adiknya yang agak melenceng pikirannya.


"Ikhsan!" suara Akhsan begitu melengking tinggi karena mendengar kata-kata dari Ikhsan barusan. Tentu hatinya sangat dongkol kan.


"Hehehe, iya Bang." Ikhsan meringis dengan tampang tak berdosa di hadapan Akhsan.


"Dasar kucrut, sepertinya kamu sangat ingin dapat bogem dari Fatma."


"Hah! Jangan jangan!" tak akan Ikhsan biarkan itu terjadi hingga akhirnya tangannya cepat bergerak dengan mengambil sesuatu di saku celananya.


Sebuah barang yang entah apa namanya tapi setelah di jatuhkan asap begitu mengepul dan membumbung tinggi hingga memenuhi tempat itu.


"Sekarang, Bang!" seru Ikhsan.


Akhsan juga Ikhsan langsung menutup hidung mereka berdua dan sempat melihat semua yang ada di sana terlihat panik dan juga batuk-batuk hingga akhirnya mereka semua tidak sadarkan diri.


Keduanya bergegas keluar karena tidak mau mereka juga akan pingsan di dalam ruangan itu bisa sangat bahaya kan?


Untung sekarang ketika mereka berdua keluar sama sekali tidak ada penjaga yang berada di sana, entah apa yang terjadi tetapi mereka berdua dapat melihat beberapa penjaga yang terus berlarian seolah bingung mencari sesuatu.


"Akhirnya, bisa keluar juga," Akhsan bernafas lega. Akhirnya bisa keluar dari ketegangan yang begitu menyiksanya.


"Bagaimana rasanya, Bang. Enak?" Ikhsan malah meringis seolah tak ada habis-habisnya untuk menggoda Akhsan.


"Dasar semprul," semakin kesal si Akhsan tapi Ikhsan malah terkekeh.


"Bang, tunggu adek bang!" teriak Ikhsan tertahan dengan tangan melambai-lambai seperti perempuan genit.


"Ya Allah, kenapa Engkau beri aku kembaran semprul seperti ini," gerutu Akhsan dengan kaki yang terus melangkah.


Satu hal yang mereka dapatkan dari tempat itu yaitu tempat itu adalah tempat para hidung belang mencari kepuasan. Siapa pemilik dari tempat ini dan itulah yang membuat keduanya sangat bingung, tapi yang jelas mereka harus mencari tahu dan mengakhiri semua ini.


Tempat-tempat maksiat yang seperti ini tidak seharusnya ada dan terus berjalan bahkan terus berkembang meski di pelosok Desa sekaligus. Di kota atau di desa semua harus di akhir karena membawa pengaruh buruk bagi semuanya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Meskipun sudah berdandan seperti seorang pelayan dan juga wajahnya yang dipoles begitu buruk tetapi salah satu penjaga tetap mengenali Tasya hingga dia menghampiri untuk memastikannya.


Tidak ada pelayan di sana yang menutup kepalanya, tentu hal itu membuat penjaga itu sangat curiga.


"Siapa kamu!" Matanya melotot ke arah Tasya yang sangat terkejut dan sontak mengangkat wajahnya untuk melihat penjaga yang sudah ada di hadapannya.


Bukan hanya Tasya saja yang terlihat sangat terkejut karena penjaga itu mencurigainya, tetapi Faisal dan para pelayan mereka juga langsung membalikkan badan dan melihat ke arah Tasya dengan mata melotot tak percaya.


Bagaimana mungkin Tasya bisa ketahuan? Ini akan sangat berbahaya kan?


"Di_dia adalah pelayan baru di sini. Di_dia baru datang kemarin dari kampung sebelah."


Satu pelayan langsung memegangi lengan Tasya dan mengatakan hal itu kepada penjaga dengan tersenyum kikuk dan juga suara terbata-bata.


"Pelayan baru? Kenapa saya tidak mendengarnya?" ucapnya yang sama sekali tidak percaya dengan yang dikatakan oleh pelayan.


"Coba aku lihat," tangan penjaga itu sudah terangkat untuk membuka kerudung Tasya yang pakai Tidak seperti biasanya yang hanya menutupi rambutnya saja tetapi lehernya tetap terbuka.


"Jangan harap kamu bisa menyentuh saya," tangan Tasya langsung bergerak menahan tangan penjaga itu. Bahkan dia langsung menangkap dan memuntir hingga membuat penjaga itu kesakitan.


Para penjaga menjadi panik dan langsung mendekati Tasya untuk membantu temannya itu yang tangannya masih saja belum Tasya lepaskan dan Tasya mana melintirnya semakin kuat.


"Jangan mendekat, atau kalian juga akan merasakan patah tulang seperti dia," ucap Tasya dengan tegas. Tentu apa yang dikatakan oleh Tasya sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka dan mereka ingin melawan Tasya.


Jelas Faisal tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan langsung menyerang mereka sebelum sampai ke hadapan Tasya hingga perkelahian terjadi di sana.


Sekarang para penjaga baru tahu kalau mereka adalah tawanan Tuan Alex yang berusaha kabur dari tempat itu. Tetapi laki-laki ini siapa?


Tidak menghiraukan siapa laki-laki yang telah membela Tasya tetapi yang jelas mereka harus kembali menangkap Tasya dan juga menghancurkan orang yang ingin membantunya. Yaitu Faisal.


Kini Faisal juga Tasya berjuang bersama untuk melawan mereka berenam supaya bisa keluar dari tempat itu melalui pintu rahasia tersebut.


Ternyata kekuatan mereka berdua akan sangat besar jika bersatu, Jika saja Faisal kemarin tadi mengizinkan Tasya untuk ikut dengannya pastilah hal ini tidak akan terjadi dan Tasya tidak akan tertangkap.


Tetapi yang sudah biarlah terjadi yang terpenting sekarang mereka harus berjuang bersama untuk bisa keluar hingga selamat dan tidak akan kembali tertangkap oleh Tuan Alex.


Kelima pelayan mereka tercengang melihat Tasya dan Faisal memang benar-benar ahli dalam ilmu bela diri, mereka berharap bahwa mereka benar akan bisa keluar dari tempat ini sekarang.


Untuk mempercepat bisa keluar dari kepungan mereka kelima pelayan itu juga membantu dengan mengambil balok-balok kayu yang ada di sana sebagai senjata untuk melawan para penjaga.


Tidak mudah untuk bisa melumpuhkan mereka berenang apalagi setelah mendengar kegaduhan di tempat satu persatu anak buah Tuan Alex berdatangan, ini tidak akan baik tapi mereka akan tetap berusaha.


"Tangkap mereka!" seruan begitu lantang menggema keras dari arah masuk suara itu jelas Faisal dan Tasya kenali, dia adalah tuan Alex.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung..