Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Jaring Laba-laba



🌾🌾🌾🌾🌾


Satu persatu belanjaan Tasya dikeluarkan olehnya sendiri, tetapi dia sangat ragu untuk mengeluarkan semua hanya beberapa baju saja yang dia keluarkan dan diperlihatkan kepada Faisal.


Tasya juga bingung akan ditaruh di mana semua baju-bajunya. Dia sangat bingung karena Faisal juga masih diam dan belum mengatakan akan ditaruh ke mana semuanya.


Faisal hanya melihat dengan fokus baju-baju yang Tasya keluarkan dari paper bag tersebut. Faisal mengernyit karena Tasya tidak mengeluarkan isi di dalam kedua paper bag yang kini malah dia sembunyikan di belakang punggung, dan hal itu tentu memantik rasa penasaran dari faisal hingga dia bertanya secara langsung.


"Itu kenapa tidak dikeluarin sekalian?" Faisal melongok miring mencoba untuk melihat kedua paper bag tersebut dan seolah menegaskan bahwa Faisal sangat penasaran dengan isi di dalam keduanya.


Tasya tersenyum kaku. Hanya menoleh kecil ke arah belakang dan melihat kedua tersebut yang begitu enteng bersembunyi di belakangnya.


"Hehehe, itu bukan apa-apa kok," Tasya meringis dan jelas tidak akan jujur apa yang ada di dalamnya. Dia akan sangat malu kalau sampai Faisal mengetahuinya.


"Baiklah, aku percaya kepadamu. Semoga itu bukan jaring laba-laba," ucap Faisal dengan menyunggingkan bibirnya dengan acuh.


"Jaring laba-laba? maksudnya?" ternyata Tasya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Faisal. Jaring laba-laba yang dimaksud olehnya tentu bukan sembarang baju bukan?


Meski Tasya terlihat begitu penasaran dan menunggu jawaban dari Faisal tapi sama sekali jawaban tidak dia dapatkan sepatah kata pun, membuat rasa kesal hadir di dalam hati Tasya apalagi Faisal malah beranjak dari hadapannya dan masuk ke kamar mandi.


"Apa maksudnya jaring laba-laba? apa aku tanya saja sama oma?" gumam Tasya.


Mungkin dengan bertanya kepada Oma dia akan mendapatkan jawaban dari kata yang penuh teka-teki dari Faisal yang tidak dia ketahui.


Tasya tercenung sejenak masih terus memikirkan kata-kata istilah yang digunakan oleh Faisal, Itu sangat membingungkan untuknya yang tidak tahu akan istilah-istilah seperti itu.


"Mungkin nanti deh, aku akan bertanya kepada Oma. Aku yakin Oma pasti akan menjawab dan tidak menyembunyikan semuanya dariku seperti dia," matanya tertuju ke arah pintu kamar mandi yang masih setia tertutup sepertinya Faisal betah di sana. Apa yang dia lakukan?


Dan yang dilakukan oleh Faisal di dalam kamar mandi dia berada di depan kaca besar yang terdapat wastafel di depannya. Faisal terkikik sendiri mengingat istilah yang dia katakan kepada Tasya barusan. Ternyata istrinya benar-benar sangat polos, belum tahu apapun meskipun dia pernah menjadi anak jalanan yang biasanya akan selalu mengetahui hal-hal apapun yang begitu intim.


"Tasya Tasya," hanya itu yang Faisal katakan itu pun dengan wajah menggeleng juga terus tersenyum geli.


Cepat Faisal membasuh mukanya, dan dengan air yang menyapa wajahnya seolah kembali menjernihkan pikirannya dan dia bisa berhenti tersenyum. Bisa-bisa dia dikatain gila oleh Tasya kalau dia keluar dalam keadaan yang terus merenges seperti itu.


🌾🌾🌾🌾🌾


Rasa penasaran dalam diri Tasya ternyata benar-benar sangat besar. Setelah dia membereskan semua baju-bajunya dan memasukkan ke dalam lemari yang sama dengan baju Faisal kini dia bergegas pergi ke kamar Oma untuk menanyakan hal tersebut kepada Oma.


Sementara Faisal tidak tau kepergian Tasya karena dia tengah mengajar anak-anak setelah maghrib.


Tasya begitu ragu untuk mengetuk pintu kamar Oma setelah sampai, Dia terlihat menimang-nimang keputusan apakah dia benar-benar akan masuk untuk sekedar bertanya kepada Oma tentang jaring laba-laba yang Faisal katakan atau kembali ke kamar lagi.


"Kalau aku tidak tanya kepada Oma, lalu kepada siapa lagi?" ucapnya. Hingga akhirnya Tasya benar-benar memutuskan akan masuk ke kamar Oma.


Perlahan tangannya terangkat, mengetuk pintu dengan sangat pelan dan mengucapkan salam juga dengan pelan juga.


"Assalamu'alaikum, Oma," ucapnya.


Belum ada jawaban dari dalam yang dia dengar. Sekedar memastikan apakah ada jawaban atau tidak Tasya menempelkan telinga di depan pintu. Terdengar suara Oma yang tengah membaca Al-Qur'an namun tidak lama suara itu tak lagi terdengar apakah mungkin Oma sudah mendengar salam darinya?


"Sepertinya aku mengganggu waktu Oma deh, lebih baik aku kembali saja," ingin Tasya bergegas kembali ke kamarnya tetapi belum juga sampai tiga langkah pintu kamar Oma terbuka dan suara dari Oma menghentikan langkah dari Tasya.


"Wa'alaikumsalam, baru juga datang kenapa mau pergi? sini masuk," jawab Oma yang langsung meminta untuk Tasya masuk ke dalam kamar.


Tasya menoleh kedua tangannya saling bertautan dan memijat satu sama lain dengan langkah yang penuh keraguan.


"Oma sudah selesai. Ayo masuk." Oma langsung menarik tangan Tasya dan membuatnya tak bisa mengelak lagi.


Dengan terpaksa Tasya mengikutinya. Oma juga menutup pintu setelah mereka berdua masuk.


Selalu saja penuh dengan kasih sayang dari Oma untuk Tasya, selalu kelembutan yang membuat Tasya merasa nyaman dan betah jika berlama-lama dengan Oma.


Keduanya duduk di sofa dengan saling berhadapan tangan Oma masih memegang tangan Tasya dengan mata yang memandang wajah wanita muda itu yang terlihat gugup dan penuh dengan keraguan.


Oma sangat yakin ada sesuatu yang ingin Tasya tanyakan, tetapi keraguan begitu besar sehingga Tasya hanya terus diam meski sudah ada bersama Oma.


"Apa ada masalah?" tanya Oma memulai pembicaraan mereka. Oma berharap kalau Tasya akan mengatakan apapun dan tidak akan ada yang disembunyikan darinya atau paling tidak dari


Faisal.


"Ti_tidak ada oma, Tasya hanya kebetulan lewat saja dan sekalian pengen bertemu Oma. Di kamar sepi karena nggak ada temen." jawab Tasya berbohong.


Oma sangat tahu kalau Tasya memang sangat merasa kesepian di saat sendiri dalam kamar karena dia dulu juga pernah mengalami hal itu ketika suaminya harus menjalankan kewajiban untuk mengajar anak-anak. Tetapi Oma masih bisa mengerjakan hal apapun karena pekerjaannya juga sangat banyak berbeda dengan Tasya yang tidak memiliki usaha.


Tetapi ada gelagat lain yang diterima dari mata sang Oma. Bukan itu yang sebenarnya menjadi alasan Tasya datang, karena sangat jelas kalau Tasya tengah berbohong.


"Apa kamu tahu, berbohong itu tidak akan pernah berakhir baik, jadi Oma harap kamu tidak akan pernah berbohong entah kepada Oma atau kepada Faisal," ucap omah.


Perkataan Oma membuat Tasya langsung mengangkat wajah dan matanya membulat. dia memang tidak suka berbohong tetapi dia sangat ragu untuk bertanya.


"Oma, sebenarnya...? tadi Tasya dan Mas Faisal belanja." Tasya berhenti sejenak.


"Terus?"


"Tasya membeli beberapa baju, dan setelah sampai rumah Tasya mengeluarkan semuanya dan membereskan untuk di masukkan ke dalam lemari tetapi ada dua paper bag yang tidak Tasya keluarkan isinya. Mas Faisal sangat penasaran dengan isi di dalamnya tetapi Tasya tetap tidak mau mengeluarkannya karena itu adalah baju rahasia Perempuan, Oma pasti tahu kan?" jelas Tasya.


Jelas Oma tersenyum juga mengangguk karena dia tahu apa yang Tasya maksud.


"Terus?" omah semakin penasaran.


"Katanya Mas Faisal percaya kepada Tasya. Tetapi dia mengatakan semoga itu bukan jaring laba-laba. Maksudnya jaring laba-laba apa Oma?"


Mata Oma membulat dengan hati dongkol namun menahan tawa.


"Astaghfirullah hal adzim, Faisal Faisal." Oma hanya menggeleng membuat Taysa semakin penasaran.


"Itu bukan apa-apa, Nak. Yah hanya baju kurang bahan. Hanya baju yang ketika pembuatan mesinnya rusak jadinya bajunya berantakan."


"Oh, jadi maksudnya bajunya itu berlubang-lubang gitu persis kayak jaring laba-laba gitu ya oma. Tapi kenapa dijua, emang ada yang beli Oma?" ucap Tasya.


Istilah yang diberikan Faisal benar-benar luar biasa sampai Oma sendiri bingung untuk menjelaskan kepada Tasya yang masih sangat polos.


"Benar-benar perlu di jitak, kamu ya Sal,' batin Omah.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung.....