
🌾🌾🌾🌾🌾
Dakwah yang harus di lakukan di luar pesantren membuat Faisal harus pergi keluar. Tentu tidak dengan Tasya, karena dia harus istirahat perjalanan juga jauh hingga membuat Faisal hanya mengajak Ilham saja.
Sebenarnya tadi Hasan yang ingin menemani tapi Ilham sendiri yang meminta jadinya dia mengurungkan niatnya untuk ikut.
Keduanya terlihat begitu menikmati perjalanan, kali ini Ilham yang menyetir tapi nanti akan bergantian pada Faisal jika Ilham sudah lelah.
"Mas, bagaimana ngidamnya haru ini, udah mau makan apa aja?" tanya Ilham. Dia selalu saja merasa lucu kalau mengingat apa yang selalu terjadi pada Faisal.
Hal yang seharusnya hanya di alami para wanita saja untuk kehamilan Tasya malah Faisal yang mengalami semuanya, akan sangat jarang laki-laki yang mengalami hal ini, jadi lucu saja bagi Ilham.
"Udah banyak."
"Enak nggak, Mas?"
"Enak lah, Mas. Kan apapun yang ingin kita makan kita bisa mendapatkannya, kita bisa mencari sendiri bahkan kita bisa minta sama yang lain. Bukan itu saja, tapi yang jelas kita bisa terus bermanja-manja dengan istri."
Faisal tersenyum, membayangkan betapa dia sangat bahagia ketika bisa bermanja-manja dengan istrinya. Apalagi dia juga mendapat perhatian lebih dari.
"Hem enak juga ya." Ilham mengangguk.
"Enak, Mas. Tapi nggak enaknya ya saat masalah mual pusing itu datang. Rasanya sungguh luar biasa pokoknya."
"Tapi merasakan itu juga bisa senang, kalau yang mengalami istri pasti malah tidak akan tega. Dia sudah harus mengandung kesusahan tapi masih saja mengalami runtutan permasalahannya. Apalagi wanita hamil kan butuh nutrisi yang banyak, kalau setiap makan kembali keluar ya kasihan toh, Mas."
Semua yang di katakan oleh Faisal memang benar, tapi kan tidak semua para suami yang akan merasakannya. Kebanyakan adalah para istri hingga sang suami hanya bisa melas melihat semua itu terjadi tanpa busa berbuat hal yang lebih.
Pyarrr...
Ckitt....
Ilham mendadak menghentikan laju mobil dan membuat Faisal hampir terbentur dasbor karenanya. Semua itu tanpa tidak adanya alasan, tapi alasannya adalah tiba-tiba ada yang melemparkan telur hingga berhasil mendarat di kaca depan mobil. Jelas saja Ilham langsung berhenti.
"Astaghfirullah!" Seru Faisal.
Begitu juga dengan Ilham yang berucap kata yang sama. Tapi Ilham lebih ke kaca yang sudah kotor akibat pecahan telur yang bukan hanya dia saja, kalau Faisal karena ingin terbentur karena Ilham mengerem mendadak.
"Maaf, Mas. Tapi itu..." Ilham langsung menunjukkan.
"Astaghfirullah, siapa yang melakukan ini?" Faisal begitu bingung, matanya langsung mengedar tapi tak dia lihat ada siapapun di sana.
"Tidak tau, Mas. Tapi melihat ini sepertinya memang sengaja. Kalau dia hanya iseng pastilah dia juga akan melakukannya pada mobil yang lain." Yang di katakan Ilham memang ada benarnya.
Faisal berniat turun, untuk memeriksa siapa yang melakukannya juga sekaligus untuk membersihkan supaya bisa melanjutkan perjalanan, tidak mungkinkan ada telur yang tiba-tiba terlempar dengan sendirinya.
"Siapa yang melakukannya?" Matanya mengedar penuh ke segala penjuru, melihat-lihat siapa yang telah melakukannya. Tak ada siapapun, daerah itu tampak sepi dari orang yang lalu lalang, tapi tidak untuk kendaraan yang terus melintas.
"Mas, bagaimana?" Ilham juga ikut turun untuk melihat siapa keadaan yang telah terjadi.
"Parah banget tuh orang, siapa sih yang cari gara-gara seperti ini?" Ilham mengawasi mobilnya, jelas sangat kotor oleh dua telur. Untung daja bukan telur busuk.
"Sudah, bersihkan saja, Mas. Tidak ada orang mungkin dia sudah pergi." Faisal bergerak ke pintu mobil lagi, mengambil tisu untuk membersihkannya.
Bukan hanya Faisal, tapi Ilham pun juga ikut membersihkan.
Pyarr...
Faisal dan juga Ilham langsung bergerak cepat, untung mereka menyadarinya kalau tidak mungkin mereka yang akan terkena telur itu.
Faisal menoleh, mengawasi sekitar. Tidak jelas dia sembunyi di sebelah mana tapi dapat di pastikan dia masih ada di sekitar sana.
"Siapa kamu, keluar kalau berani!" Ilham yang berteriak.
Tidak ada jawaban dari siapapun, tetap saja sepi tak ada yang keluar dari persembunyian.
Faisal berjalan, mencari apakan ada orang di sana. Semakin jauh dan semua sudah dia cari tapi tak ada siapapun. Lucu, orang itu lari kemana?
"Tidak ada. Lebih baik kita secepatnya bersihkan ini Mas, setelah itu kita pergi dari sini secepatnya." perintah Faisal.
"Iya, Mas."
Keduanya kembali melanjutkan membersihkan mobilnya dan setelah selesai mereka bergegas untuk secepatnya pergi.
Mobil kembali berjalan, meninggalkan tempat itu yang tidak ada orang, atau mungkin hanya karena mereka berdua tidak menyadarinya saja.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung....