Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Kenyamanan



🌾🌾🌾🌾🌾


"Lepas, lepaskan saya!" Alex terus saja berontak, dia sangat marah karena di bawa ke kantor polisi.


Gagal sudah semua rencananya, ingin membawa Tasya pergi sejauh-jauhnya juga untuk mencelakai Faisal. Sekarang hanya tinggal angan saja yang gak akan pernah sampai.


"Diam!" Bentak polisi yang sudah menerima dari kedua penjaga yang membawanya datang.


Kedua polisi terus memeganginya dengan sangat kuat, membuat Alex tak dapat bergerak lagi. Dia hanya bisa sekedarnya saja tapi tak bisa melepaskan diri. Sungguh tidak beruntung nasibnya sekarang.


"Tolong pastikan dia tidak lagi kabur dan membuat ulah lagi, Pak." ucap salah satu penjaga Faisal tadi.


"Tentu, kami akan memastikan semua itu. Terima kasih sudah membantu kami menangkapnya." Begitu berterima kasih pihak kepolisian.


Sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu Alex menjadi buronan, dia sangat susah di temukan tapi ternyata dia keluar dengan sendirinya dan seperti menyerahkan diri.


"Lepas!" kembali Alex berontak.


"Diam!" Giliran polisi yang membentaknya. Dengan kasar Alex di bawa masuk dan akan di kurung di penjara, di sanalah tempatnya sekarang.


"Lepas! Saya tidak bersalah, lepas!" ucapnya. Terus Alex berusaha untuk berontak tapi polisi lebih kuat daripada dirinya.


Berakhirlah pelarian Alex sekarang, dia tidak akan pernah bisa keluar lagi dan akan terus di pastikan akan terus mendekam dalam penjara dengan ganjaran yang setimpal yang sebanding dengan perbuatannya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Tasya terus tersenyum, dia begitu bahagia terus mendapatkan suapan dari Faisal. Menikmati makanan yang di bawakan oleh mertuanya.


Dia sudah sangat lapar, apalagi dia baru saja mengeluarkan tenaga yang banyak untuk melawan Alex jelas saja tenaganya seperti terkuras habis. Di tambah lagi dengan dia yang terkena obat bius dari Alex.


"Makan yang banyak supaya kamu kembali sehat. Begitu juga dengan anak kita." ucap Faisal dengan tangan bergerak menyuapi.


Tasya mengangguk senang, dia menerima suapan demi suapan suaminya yang duduk berhadapan di atas ranjang yang sama.


Sementara kedua mertuanya sudah pergi untuk memastikan Alex benar-benar sampai di penjara, juga memastikan kalau dia harus mendapatkan hukuman yang sangat berat karena usahanya untuk melenyapkan Faisal dan membawa pergi menantunya.


"Kamu tidak apa-apa kan? Kami begitu kuat tadi memukulnya." tanya Faisal. Khawatir juga kan karena gerakan Tasya yang cepat juga kuat, bagaimana kalau sampai mempengaruhi kandungannya.


Faisal tersenyum, dia senang karena Tasya tidak mengalami hal yang tidak diinginkan.


"Maaf ya, aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik. Seharusnya aku yang melindungimu tapi malah kamu yang melindungiku."


"Apa sih, Mas. Dalam rumah tangga kan memang harus saling melindungi. Saling bekerja sama untuk bisa baik dalam segala hal. Ada kalanya Tasya yang harus bertindak, begitu juga ada kalanya mas yovan harus bergerak."


"Kamu benar." jawab Faisal. Kembali tangannya bergerak menyuapi, perlahan-lahan hingga berkurang. Bukan hanya menyuapi Tasya saja tapi Faisal juga menyuapi dirinya sendiri, jadi mereka berdua makan menggunakan satu wadah yang sama dengan Faisal yang terus bekerja.


Sungguh enak Tasya, dia hanya tinggal mengunyah karena Faisal memang ingin melakukan itu. Dia tidak mengizinkan Tasya menyentuh sendok sama sekali.


"Udah kenyang?" tanya Faisal. Makanannya hampir habis bahkan di wadah yang ada di tangan Faisal memang sudah habis.


"Sudah, Mas. Tasya sudah kenyang, nggak kuat lagi perutku." Jawabnya.


Tangan Faisal terangkat, mengusap bibir Tasya yang terkena kuah merah.


"Alhamdulillah kalau sudah kenyang. Terus sekarang mau ngapain?"


"Mau ngapain? Hem..., tau?" Kedua bahu Tasya terangkat. Mau ngapain dia sama sekali tidak tau, emang apa yang bisa di lakukan di rumah sakit, kalau di rumah pasti banyak kerjaan. Tapi ini sangat lain.


"Ya sudah, sini," Faisal meletakkan wadah yang ada di tangannya di atas nakas, duduk dengan bersandar bantal dan menarik Tasya untuk bersandar pada dirinya.


"Tidak usah, Mas. Nanti mas sakit." tolak Tasya. Tapi apa yang Tasya katakan tetap tidak terpengaruh oleh Faisal, dia tetap menarik Tasya hingga benar-benar bersandar pada dirinya.


Satu tangan merangkul bahunya dari belakang dan yang satu mengelus pelan perut Tasya dan mulai melantunkan shalawat.


Nyes...


Sungguh adem hati Tasya mendengar hal itu dan mendapatkan perhatian dari Faisal seperti ini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung.....