
🌾🌾🌾🌾🌾
Meski sangat susah dan juga di kepung alhamdulillah Faisal juga Tasya bisa terus bekerja sama untuk bisa saling membantu. Ternyata sangat mudah jika bekerja sama.
Ternyata keahlian Faisal yang belum lama latihan bisa mengimbangi Tasya, bahkan lebih darinya. Tidak mungkin dia akan kesusahan karena semua keturunan dari Saputra akan sangat mudah untuk menguasai, begitu halnya Faisal sekarang.
Sementara para pelayan yang membantunya kini mereka kembali tertangkap dan sudah di kurung di salah satu ruangan yang sangat gelap dan sempit. Mereka tidak akan bisa keluar dari sana tentunya.
"Hem, ternyata pintar juga kamu bisa masuk ke sini," pertanyaan tuan Alex terdengar begitu meremehkan Faisal. Jangankan masuk ada jalan yang bisa di lalui, keluar Saputra pasti akan bisa masuk dengan cara-cara yang tidak bisa di bayangkan sebelumnya.
Pintu rahasia yang seharusnya menjadi jalan keluar satu-satunya yang bisa mereka berdua lalui sekarang di kunci kuat dan di jaga, bahkan sekarang mereka benar-benar tengah di kepung.
Keduanya berdiri dengan saling memunggungi dan juga terus waspada supaya bisa melawan ketika benar-benar ada serangan mendadak.
"Lebih baik kalian menyerah saja. Kamu akan enak dan menjadi ratuku sementara kamu? kamu akan menjadi pengawal pribadi ku, kalian akan terjamin di sini," kata tuan Alex.
berusaha membujuk Tasya dan Faisal supaya menyerah kepadanya. Bagaimana mungkin akan menyerah, mereka tidak akan tunduk pada siapapun terlebih lagi orang seperti tuan Alex yang tidak bisa menghargai orang lain.
"Silahkan saja anda bermimpi, tapi kami tidak akan tunduk kepadamu!" ucapan Tasya lebih sinis dari tuan Alex.
Tasya yang notabene emang perempuan yang kasar pasti mudah mengatakan hal itu. Semua kata-kata kasar belum sepenuhnya hilang darinya dan mungkin akan tidak bisa di hilangkan. Hanya saja Tasya akan menyesuaikan saat menggunakannya.
"Orang seperti mu bahkan tidak pantas untuk hidup di dunia ini bagaimana untuk di ikuti. Cuih!" Tasya meludah begitu saja di sebelahnya.
Meski tidak mengenai tuan Alex tapi mampu membuat pria tua itu terlihat sangat marah.
Matanya melotot sangat tajam ke arah Tasya, rupanya dia tak bisa membuat Tasya takut sama sekali, dia yang sangat di takuti siapapun ternyata itu tidak berlaku untuk kedua orang yang tengah menantangnya.
"Baiklah, kalau kalian tidak mau dengan cara baik-baik maka saya punya cara lain untuk melakukannya."
"Tangkap!" serunya.
Orang-orang yang ada di sana langsung berlarian untuk menangkap Faisal juga Tasya. Dengan para anak buahnya dia sangat yakin kalau mereka akan tertangkap dan dia bisa melakukan apa yang dia ingin.
Bugh....
Tanpa basa-basi Ikhsan yang melihat langsung berlari dan menendang tuan Alex hingga berhasil terhuyung ke depan beberapa langkah dan hampir membentur tembok jika saja tangannya tidak bergerak cepat.
"Oh, ternyata hanya tua bangka yang ingin bermain-main. Hem, sebenarnya sangat kasihan jika harus melawan orang tua seperti ini tapi karena kejahatannya tidak bisa di maafkan jadi mau bagaimana lagi," ucap Ikhsan.
Dengan begitu santai Ikhsan menyatukan jari-jarinya dan menekankan secara bergantian hingga suaranya terdengar begitu menggerutuk.
"Siapa kalian!" semakin marah tuan Alex dengan kedatangan mereka berdua.
Akhsan yang sudah berdiri di hadapan Ikhsan terlihat begitu santai juga meski mereka langsung di kepung.
"Siapa? Hem, mau kenalan dulu atau mau berkelahi dulu? nanti siapa yang kalah harus memperkenalkan diri. Bagaimana? permainan bagus kan?"
Ikhsan menyungging sinis pada tuan Alex. Meski mata orang tua itu melotot tajam tapi itu tidak membuat Ikhsan dan Akhsan takut.
Sementara Faisal dan Tasya mereka sudah kembali berdiri tegak diam karena penyerangan itu terhenti.
"Tadi bang Ikhsan menelfon ketika masih di jalan dan Tasya kasih tau. Tapi Tasya nggak tau kalau ternyata mereka tau sampai kita di sini?" jelas Tasya sangat bingung.
Sementara Faisal, Faisal hanya mengangguk dan menyungging saja karena dia tau dari mana abang kembarnya itu tau.
Mereka sangat pintar akan hal itu jelas tidak akan sulit untuk mereka berdua bisa menemukan mereka berdua.
"Tidak udah tau, yang terpenting kita mendapatkan bantuan dari mereka. Pasti kita akan selamat."
Meski tidak tau apa yang akan mereka lakukan tapi Faisal jelas sangat yakin, ya meski dia sendiri juga tidak pernah tau bagaimana ketika abang kembarnya itu beraksi.
"Bedebah, berani kamu meremehkan ku!" mata dari Tuan Alex semakin melotot jelas ketika karena perkataan dari Ikhsan. Tentu dia tidak mau di remehkan seperti itu karena dia akan merasa dia lah yang paling kuat di sana.
"Saya tidak mengatakan itu," tetap saja Ikhsan terlihat tenang.
Hanya mendapat gertakan seperti itu mana bisa membuat Ikhsan takut, karena orang pertama yang Ikhsan takuti hanyalah istrinya saja.
Tak ada gertakan yang bisa membuat Ikhsan mengkerut kecuali gertakan dari istrinya apalagi jika istrinya mengatakan kalau dia di suruh tidur di luar, ah itu hal yang sangat menakutkan baginya.
"Tangkap mereka semua!" titah dari tuan Alex.
Semua langsung beraksi untuk menangkap mereka berempat. Peralihan terjadi pada mereka semua. Dari kubu Faisal melawan kubu tuan Alex yang sama-sama menginginkan kemenangan.
Sekarang tak susah untuk bisa melawan dari kubu tuan Alex meski kalah jumlah. Kekuatan mereka pasti akan sangat besar dan akan mudah mengalahkan.
Sebenarnya Ikhsan ingin menghakimi mereka semua dengan senjatanya tapi itu tidak dia lakukan karena dia juga sudah memanggil pihak kepolisian.
Ikhsan melakukan itu karena dia melihat berbagai aktivitas yang di larang agama dan negara di sana. Bukan hanya aktivitas tempat wanita-wanita penghibur saja tapi di ruangan belakang yang lebih tertutup lagi terdapat aktivitas pembuatan obat-obatan terlarang.
Pantes saja tuan Alex sangat kaya karena usahanya seperti itu apalagi itu sudah terjadi hingga bertahun-tahun lamanya.
"Jangan bergerak!"
Dorr!!
Semua langsung menghentikan perkelahiannya. Ada yang langsung kabur melarikan diri tapi ada juga yang langsung berjongkok dengan menutup telinga dengan kedua tangan.
Polisi datang untuk menangkap mereka semua termasuk dengan tuan Alex yang lari tunggang langgang untuk menyelamatkan diri dari polisi. Jelas dia tidak mau sampai tertangkap.
"Terima kasih atas kerja samanya, Tuan. Karena bantuan anda kami akhirnya bisa menangkap orang yang selama ini menjadi pencarian kami," salah satu polisi berhenti di hadapan Ikhsan dan menyalami untuk mengucapakan terima kasihnya.
"Sama-sama, Pak. Tolong tangkap mereka semua terutama bos dari mereka," jawab Ikhsan. Polisi itu mengangguk dan langsung berlari menyusul temannya untuk menangkap tuan Alex.
"Alhamdulillah," ucap mereka semua. Akhirnya mereka semua selamat.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung..