Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Kedatangan Alex



🌾🌾🌾🌾🌾


Tidak henti-hentinya Tuan Alex berusaha untuk merebut Tasya dari Faisal. Dia begitu kekeuh untuk bisa mendapatkan Tasya kembali dia akan merebutnya dengan cara apapun juga.


Dengan segudang cara licik yang sudah dia susun untuk bisa mendapatkan Tasya dia mulai bergerak, dia tahu kalau Faisal masih berada di rumah sakit dan dia bisa leluasa untuk mengambil Tasya dari sana.


"Aku akan dapatkan kamu sekarang, Tasya." Ucapannya begitu sangat meyakinkan untuk dirinya sendiri, dia sangat percaya diri akan bisa berhasil dalam misinya.


Perlahan dia bergerak masuk ke dalam rumah sakit dengan penyamaran. Tidak ada yang menyadari kalau dia memiliki niat jahat untuk salah satu pasien disana dan juga istrinya.


Dia melangkah begitu percaya diri dan tidak ada keraguan sedikit. Meskipun melewati beberapa penjaga dia tetap tidak takut, apalagi hanya melewati atau berpapasan dengan para suster atau dokter? Mereka semua tidak tahu apa yang dia rencanakan.


Tetapi, langkah Tuan Alex berhenti sebelum sampai di depan ruangan Faisal berada. Terdapat dua penjaga yang ada di sana, terlihat biasa saja bagi Alex namun tidak akan sama jika dilihat oleh orang-orang biasa.


"Sial, saya pikir tak akan ada yang menjaganya." anak terlihat kebingungan, berpikir untuk mencari cara lain yang terpenting dia bisa mengambil Tasya sekaligus untuk mencelakai Faisal kembali. Dia akan pastikan kalau Faisal tidak akan bisa menolong Tasya lagi.


Keberuntungan berpihak padanya, dia berdiri tepat di depan ruangan ganti. Dia mengintip sebentar, memastikan tak ada orang di dalamnya kali dia baru masuk.


Satu baju dokter dia pakai, dia memakai masker bahkan juga memakai kacamata.


"Hem, dengan seperti ini tidak akan ada yang menyadarinya." gumamnya. Alex tersenyum dia sangat optimis kalau dia akan berhasil.


Sebelah keluar dia memastikan jas itu terpakai dengan benar, setelah benar dia juga menyambar stetoskop supaya dia benar tidak diragukan kalau dia adalah seorang dokter.


Langkahnya begitu meyakinkan keluar dari ruangan itu, Alex lalu jalan menuju kamar Faisal. Meskipun dia terlihat begitu cemas karena takut ketahuan, tapi tetap saja dia harus berusaha untuk bisa terlihat meyakinkan bagi kedua penjaga yang ada di depan pintu.


"Maaf, saya harus memeriksa pasien," ucap Alex.


"Hem," tak ada rasa curiga di hati kedua penjaga itu, hingga akhirnya membuat Alex dengan bebas bisa masuk.


Lega rasanya Alex bisa masuk tanpa di curigai. Di tersenyum penuh kemenangan dan tentunya itu tidak terlihat karena tertutup oleh masker.


Sampainya di dalam Alex tidak melihat akan keberadaan Tasya, dia hanya melihat Faisal saja yang sedang tertidur pulas, mungkin Tasya tengah keluar buktinya penjaga begitu ketat di luar sana. pikir Alex.


Kesempatan untuk Alex bisa mencelakai Faisal tanpa ada yang tahu. Dia langsung mengambil bantal yang ada di atas sofa dia ingin menggunakan itu untuk mengakhiri hidup Faisal. Semoga saja berhasil itulah harapannya.


Dengan gerakan cepat Alex langsung membekap Faisal, tentu saja bantal itu akan menutupi semua wajahnya.


"Mati kamu, kamu pikir bisa melawanku." ucapnya. Tangannya semakin kuat menekan bantal, semakin kuat dan lama maka Faisal akan kehabisan nafas.


Faisal tentu saja berontak, tangannya terus berusaha menyingkirkan tangan Alex, tapi kalah kuasa.


"Emm.. emm..." hanya suara itu yang bisa keluar dari bibir Faisal.


Alex semakin semangat, tak peduli rasa sakit juga jeritan tak bersuara dari Faisal.


Kaki Faisal terus menendang-nendang berharap ada yang mendengar tapi sejauh ini tak ada yang mendengar.


"Ma... sss...."' mata Tasya langsung membulat setelah keluar dari kamar mandi. Melihat suaminya berusaha di bunuh orang siapa yang tidak panik.


Tidak mengatakan apapun tapi Tasya langsung berlari dengan cepat. Seketika tangannya bergerak dan...


Bugh...


Pukulan keras mendarat pada telinga Alex, tentu Alex langsung terkejut dia juga hampir tersungkur. Kekuatan Tasya ternyata besar juga karena mampu menyingkirkan Alex.


Tak peduli dengan Faisal yang terlihat buru-buru mengambil nafas Tasya terus menatap tajam Alex. Tangannya mengepal erat, dia sangat marah. Matanya kuga sudah merah.


Alex ingin kabur, ingin lompat dari jendela tapi dengan cepat Tasya mencengkram baju di bagian punggung dan menariknya.


Bruk...


Alex terjatuh.


Dengan sangat kasar Tasya menarik masker yang dikenakan oleh Alex hingga terlihat jelas lah wajahnya di mata Tasya. Melihat wajah Alex Tasya semakin marah tatapan matanya semakin menakutkan tentunya dengan tak ada rasa takut.


Sekarang Tasya tau, jelas yang telah membuat Faisal celaka adalah Alex.


"Terwujud juga keinginan ku sekarang. Kamu tidak akan lepas dariku. Kamu akan babak belur sebelum ke penjara."


"Tasya, jangan," ucap Faisal, suaranya sangat pelan dan tak terdengar oleh Tasya.


Tasya sudah siap, dia ingin menghajar Alex. Tasya seolah lupa dengan dirinya yang tengah hamil.


Alex yang belum bangun langsung kembali di pukul oleh Tasya, pukulannya sangat keras bahkan membuat Alex kembali terjatuh. Jelas saja akan sangat kuat, Tasya kan sang juara.


Tidak hanya sekali bahkan Tasya memukulnya hingga berkali-kali.


Tangan Alex bergerak, mengambil sesuatu yang ada di sakunya. Sebuah suntikan yang ingin dia suntikan pada Tasya.


Ternyata Tasya menyadarinya. Hingga terjadilah saling rebut suntikan itu.


"Tasya," dalam keadaan lemah Faisal berusaha turun, dia ingin membantu Tasya tentunya.


"To..."


"Hey!" belum juga Faisal selesai berteriak meminta tolong dia penjaga yang ada di luar ternyata menyadarinya.


Bless...


Suntikan berhasil mengenai lengan Tasya.


Alex begitu panik, dia ingin kabur karena tak akan bisa juga membawa Tasya pergi.


Bugh...


Masih kuat Tasya memukul Alex hingga terjatuh dan tepat di hadapan dua penjaga itu. Alex langsung di tangkap namun bersamaan dengan itu Tasya mulai pusing, dia mulai kunang-kunang hingga akhirnya...


Brukkk...


Tasya gak sadarkan diri.


"Tasya!" teriak Faisal berusaha sekuat-kuatnya tapi tetap saja tak bisa kuat.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung...