Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Kewajiban Berjilbab



🌾🌾🌾🌾🌾


Dalam satu minggu Tasya di beri waktu oleh Faisal untuk memberikan jawaban selama satu minggu itu juga Tasya terus berpikir dan tak bisa konsentrasi dalam hal apapun.


Mana hari ini adalah hari di mana Tasya harus memberikan jawaban pada Faisal dan Tasya yakin sebentar lagi Faisal akan datang. Entah akan bersama siapa dia datang.


Tasya hanya terus mondar-mandir di dalam kamar dengan menggigit jari juga satu berkacak pinggang, berpikir dengan sangat bingung tentang jawaban apa yang akan dia katakan pada Faisal nanti.


"Mas Faisal sangat baik, aku juga sangat yakin dia bisa menjadi imam terbaik untukku. Dia juga bisa mengajariku semua tentang agama yang jelas-jelas belum aku ketahui."


"Tapi, apakah benar harus secepat ini? Kata Bu Yulia dalam islam tidak ada pacaran, tapi ta'aruf. Apakah pernikahan hanya dengan cara ta'aruf bisa berjalan baik? Tapi nyatanya orang yang bertahun-tahun berpacaran juga banyak yang bercerai. Berarti semua itu tidak bisa di pastikan dengan sebentar atau lamanya kenal dong ya," gumam Tasya.


Terus saja Tasya berjalan bolak-balik dengan menunduk seolah menghitung ubin. Kini kedua tangannya sudah berada di pinggang semua.


"Kak Tasya! kak Faisal datang!" suara teriakan begitu keras terdengar oleh Tasya seketika matanya terbelalak memandangi pintu yang mungkin akan terbuka oleh seseorang dari luar.


Tasya langsung panik, dengan wajah yang tegang dan jantung yang terus berdetak dengan sangat kuat.


"Maraton nih jantung ku, kenapa cepat sekali sih padahal satu minggu loh kok kayak baru kemarin saja," gerutunya.


Mau keluar begitu gugup nggak keluar juga mau bagaimana lagi?


"Sya, Tasya!" suara seorang ibu-ibu terdengar bersamaan dengan suara pintu yang di ketuk dari luar.


Dia adalah bu Yulia, pengasuh anak-anak yang secara khusus di datangkan oleh Faisal untuk mengajari anak-anak dan juga membimbing dalam hal apapun.


Bu Yulia tidak sendiri di sana tapi ada suaminya juga dengan satu anaknya yang masih kecil sekitar umur tujuh tahun.


"Kak Tasya, ayo keluar!" sepertinya Salwa yang lebih tak sabar lagi dia langsung membuka pintu dan masuk dan segera menghampiri Tasya. Tangannya segera meraih tangan Tasya dan menarik dengan tak sabar.


"Salwa, aku... aku..." begitu gugup juga ragu Tasya saat ini bahkan untuk tersenyum saja rasanya sangat susah.


"Ayo, Kak!" Salwa terus memaksa.


"Salwa sayang, bisa ibu bicara dulu sebentar dengan kak Tasya nya? kamu boleh menghampiri kak Faisal nya nanti biar ibu yang mengajak kak Tasya," ucap bu Yulia dengan sangat lembut. Tubuhnya sedikit membungkuk dan memberikan pengertian pada Salwa.


"Tapi, Bu?" Salwa masih sangat enggan dia ingin keluar bersama Tasya dan menghampiri Faisal berdua. Tapi jika dia keluar lebih dulu itu tidak akan terjadi.


"Baik deh, tapi beneran ya bu ajak kak Tasyan_nya keluar. Salwa kan pengen main sama kak Faisal dan kak Tasya," sedikit lesu Salwa berbicara tapi setelah bu Yulia mengangguk Salwa lalu tersenyum dan juga langsung berlari keluar.


"Kak Tasya, jangan lama-lama ya!" teriaknya dengan senang.


Tasya dan bu Yulia tersenyum melihat kepergian Salwa, anak kecil itu begitu menggemaskan.


"Duduk sini," bu Yulia menarik tangan Tasya duduk di ranjang.


Dengan bu Yulia Tasya seakan mendapatkan kasih sayang lagi dari seorang ibu. Meski belum lama mengenalnya tapi ikatan mereka berdua sudah begitu dekat selayaknya ibu dan anak.


"Bagaimana, kamu sudah pikirkan jawabannya kan?" tanya bu Yulia.


"Bu, apakah setelah menikah dengan saya harus mematuhi semua yang suami katakan? apakah saya harus berjilbab satu itu juga?"


Nampak Tasya sangat ragu untuk bertanya.


"Seorang istri memang harus taat kepada suami, apa yang di katakan harus di lakukan selama itu adalah hal kebaikan. Dan jika untuk berjilbab, ibu yakin, nak Faisal tidak akan langsung meminta kamu berubah secara total. Semua bisa bertahap, Sya. Tapi, seorang suami wajib mengingatkan istri untuk menutupi auratnya karena jika tidak seorang suami harus mempertanggung jawabkan di akhirat kelak. Apakah kamu mau suamimu akan terbakar api neraka karena kamu tidak bisa menutup aurat mu, tidak kan?" ucap bu Yulia menjelaskan.


"Sebenarnya, kewajiban menutup aurat itu semenjak seorang menginjak masa baligh. Dan setelah menikah kewajiban suami untuk selalu mengingatkan karena semua yang istri lakukan akan di pertanggung jawabkan oleh suami," imbuhnya.


"Begitu ya, berarti Tasya harus berhijab ya. Berarti, menikah dan tidaknya Tasya sebenarnya harus tetap menutup aurat ya, Bu?"


"Iya, menutup aurat itu wajib. Jadi kalau tidak di lakukan akan mendapatkan dosa."


Tasya mengangguk mengerti. Ternyata seperti itu yang sebenarnya.


"Tasya akan berusaha, Bu."


"Alhamdulillah, semoga istiqomah." bu Yulia terlihat senang.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....