Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Ternyata Salah



🌾🌾🌾🌾🌾


Faisal menoleh ke arah Tasya, dan benar saja apa yang dia pikirkan. Bukan senyum kebahagiaan dari Tasya melainkan wajah yang penuh dengan amarah yang sangat besar.


Faisal tersenyum meski mendapatkan wajah cemberut menyeramkan dari gadis yang kini sudah menjadi istri sahnya. Sah di mata hukum agama juga di mata hukum negara.


Tangan Faisal terulur meski dengan gemetar, ini adalah pertama kalinya dia akan menyentuh seorang perempuan.


Tapi sayangnya, apa yang di lakukan Faisal tidak di sambut baik oleh Tasya, dia melengos tanpa menerima uluran tangan dari Faisal.


'Sabar, Sal. mungkin ini memang belum saatnya. Meski kamu sudah bisa mengikatnya dengan pernikahan tapi kamu masih harus bisa membuat hatinya terbuka dan bisa memaafkan mu. Sabar,' batin Faisal menasehati dirinya sendiri.


Memang, Faisal harus bisa sabar untuk bisa mendapatkan semuanya termasuk hati Tasya yang kemarin sudah dia dapat tapi sekarang telah berbalik lagi dan membencinya.


Rayyan yang melihat hanya menyentuh bahu Faisal, memintanya lebih sabar lagi menghadapi semuanya. Faisal hanya tersenyum, yang di katakan oleh bapaknya dengan cara isyarat adalah benar dia harusnya bersabar menghadapi semua yang telah terjadi.


🌾🌾🌾🌾🌾


Begitu senang Sudiro setelah acara pernikahan selesai. Beberapa orang yang di undang juga sudah pulang begitu juga dengan pak penghulu. Kini hanya ada Faisal dan kedua orang tuanya juga Tasya yang duduk dengan diam di kursi juga Sudiro yang tak terus tak sabar.


Senyum Sudiro begitu lebar, tangannya sudah gatal ingin memegang uang yang banyak. Apalagi matanya, sudah terus membulat terus memandangi Faisal juga Rayu bergantian.


"Heh! kamu tidak membohongi ku kan? aku sudah menikahkan kamu dengan anakku kalau sampai kamu bohong awas saja kau," ancamnya yang dia tujukan pada Faisal.


"Kalau kamu bohong, kalian semua bakal habis di sini," imbuhnya lagi.


"Sebentar lagi datang, Pak. Apa yang seharusnya di dapat akan anda dapatkan," begitu santai Faisal berbicara. Tak ada rasa takut meski mendapatkan ancaman dari Sudiro.


Sudiro semakin tidak sabar menunggu orang datang yang akan membawa uang yang menjadi keinginannya. Bayangan uang yang begitu banyak sudah ada di depan matanya pasti sangat banyak bukan?


Berkali-kali Sudiro melihat ke arah pintu namun belum juga ada orang yang datang bahkan Sudiro juga beranjak dan berjalan keluar saking tidak sabar.


Bukan hanya Sudiro saja yang tidak sabar dengan apa yang akan terjadi setelah ini bahkan kedua orang tua Faisal juga Tasya sendiri juga sama seperti Sudiro.


Sudiro menunggu tidak hanya dengan tangan kosong saja tetapi dia juga membawa senjata yang akan dia gunakan jika Faisal telah berbohong kepadanya maka apa yang dia katakan tadi akan menjadi nyata mereka semua akan habis di tangannya kecuali Tasya yang akan langsung dia berikan kepada tuan Alex.


Sudiro kembali masuk dan duduk di tempat semula dia benar-benar seperti cacing kepanasan yang tidak bisa diam di satu tempat terus saja bergerak.


"Selamat siang," kedatangan beberapa orang langsung mengejutkan mereka semua terlebih lagi Sudiro matanya sudah langsung terbelalak melihat orang-orang yang datang itu mengenakan seragam Kepolisian.


"Apa-apaan ini!" Sudiro langsung berdiri dengan marah, mata melotot namun dengan wajah tegang. Dia menunggu orang-orang yang akan membawa uang untuknya kenapa yang datang malah polisi dengan seragam lengkap dan bukan hanya satu orang tetapi lima orang sekaligus.


Tasya juga sangat terkejut sebenarnya apa yang Faisal rencanakan karena yang datang malah polisi bukan orang yang membawa uang untuk ayahnya. Lalu, dengan maksud apa polisi-polisi itu datang?


"Terima kasih Ustadz Faisal telah membantu kami untuk memberikan hukuman kepada orang-orang yang sangat meresahkan seperti dia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ucap Pak Hans.


"Sama-sama Pak. Saya juga berterima kasih untuk bantuan pak Hans," jawab Faisal dengan senang hati.


"Tangkap dia." perintah Pak Hans kepada anak buahnya dan tentu mereka langsung bergerak dan menangkap Sudiro.


"Kamu kurang ajar! kamu telah menipuku. Aku tidak rela kamu perlakukan aku seperti ini. Tunggu saja pembalasanku kamu akan menyesal!" teriak Sudiro yang sudah tidak bisa berkutik lagi karena telah tertangkap.


"Saya minta maaf Pak. Mungkin hanya dengan cara ini anda bisa menyadari apa yang menjadi kesalahan bapak, dan anda bisa menjadi lebih baik lagi setelah anda keluar dari penjara. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Faisal yang sebenarnya sangat menyesalkan kejadian ini, ini tidak seharusnya terjadi Jika saja Sudiro bisa memperlakukan putrinya dengan baik.


"Dasar pembohong! penipu! Tunggu saja, aku akan membalas semuanya, camkan itu baik-baik! tunggu saja pembalasan ku! " teriak Sudiro dengan sangat lantang meski dia sudah dipaksa untuk keluar dari rumah tersebut.


Tasya sangat tidak percaya dengan semua ini, apakah ini mimpi? Apakah benar dia bisa bebas sekarang dari ayahnya?


Ternyata pemikiran Tasya salah mengenai Faisal Dia pikir Faisal benar-benar melakukan apa yang dia pikirkan dan merendahkannya bahkan mungkin menginjak-injak harga dirinya tetapi ternyata semua itu adalah salah, Faisal tidak melakukan itu tapi dia melakukan apa yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Menyesal. yah! Tasya merasa menyesal karena telah memiliki pikiran buruk kepada Faisal. Dia juga sempat membencinya tadi bahkan dia sempat ingin mengutuk Faisal untung itu tidak terjadi kalau sampai terjadi maka Tasya akan benar-benar sangat menyesal bahkan dia tidak akan pernah menjadi seorang istri yang baik untuk pria sebaik Faisal.


Bukan hanya Tasya yang tidak percaya dengan semua ini bahkan kedua orang tua Faisal pun juga tidak. Dan semua yang Faisal lakukan tadi semata-mata hanya untuk bisa melepaskan dari tuan Alex dengan mudah dan juga mengecoh Tuan Sudiro supaya tidak memutuskan untuk menerima penawaran dari tuan Alex.


Begitu bangga Rayan juga Keisha dengan apa yang dilakukan oleh Faisal. Kini keduanya mendekat dan memberikan pelukan kepada anaknya tersebut. Bukan hanya pelukan karena rasa bangga tapi juga pelukan pengucapan selamat karena kini Faisal telah resmi menikah dengan Tasya.


Sementara Tasya dia hanya berdiri diam, mulutnya seakan keluh untuk berkata. Apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dia katakan kepada Faisal karena dia sempat marah-marah kepada Faisal karena menganggap Faisal adalah laki-laki yang sama seperti ayahnya.


Selesai dengan kedua orang tuanya Faisal mendekati Tasya yang kini terus menunduk tak berani mengangkat wajahnya untuk memandang Faisal.


"Alhamdulillah sekarang kamu benar-benar bebas dari ayahnya. Ayahmu pantas mendapat hukuman itu, tapi saya juga minta maaf karena tidak mengatakan ini dari awal kepadamu. Jika berkenan maafkan aku, dan jika kamu mengakui pernikahan ini maka ikutlah denganku, dan menjadi istriku," ucap Faisal.


Tasya sangat gugup untuk mengatakan apapun kepada Faisal, dia benar-benar malu sekarang karena telah berprasangka buruk sebelum dia mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Apakah kamu mengakui ku sebagai suamimu?" tanya Faisal dengan mengulurkan tangan kehadapan Tasya. Jika Tasya menerima berarti dia mengakui Faisal sebagai suami dan menerima pernikahan ini, tetapi jika tidak itu berarti Tasya masih marah dan tidak mengakui pernikahan yang sudah terjadi.


Tergantung tangan Faisal di hadapan Tasya beberapa saat, Faisal terus menunggu dengan sabar hingga akhirnya perlahan menurunkan karena tak kunjung mendapatkan pengakuan dari Tasya.


Faisal sudah ikhlas, mungkin memang dia harus kembali berusaha untuk mendapatkan hati Tasya meski sudah sah menjadi suami istri.


Tapi, sebelum tangan Faisal benar-benar turun Tasya sudah langsung meraihnya dan mengecup punggung tangannya, "maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Tasya.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung...