
🌾🌾🌾🌾🌾
Begitu senang semua keluarga Faisal ketika anak dan menantunya itu kembali pulang dengan selamat dan dalam keadaan sehat-sehat saja. Semua juga menyambut di depan pintu setelah mendapat pesan bahwa mereka sudah hampir dekat dan akhirnya senyum pun terpancar dari semua orang.
Semua sudah berkumpul dan mereka menyambut juga memberi pelukan hangat untuk keduanya.
Oma, kedua orang tua dan juga kedua sahabatnya Hasan dan Ilham mereka berada di sana mereka berkumpul hanya untuk menyambut kepulangan dari Tasya dan Faisal.
Namun dalam seketika senyum Faisal mulai pudar ketika melihat wajah Ilham yang penuh dengan luka lebam. Faisal langsung melangkah untuk menghampirinya tentu untuk menanyakan apa yang terjadi kepadanya.
"Mas, mas Ilham kenapa?" Faisal langsung bertanya dengan Ilham Dia sangat penasaran kenapa wajah Ilham menjadi seperti sekarang ini dan begitu banyak luka.
Pasti ada sesuatu yang terjadi hingga membuat wajah Ilham menjadi seperti itu.
"Nanti saja saya ceritakan, lebih baik sekarang Mas ajak istri mas untuk istirahat. Kalian pasti sangat lelah karena perjalanan panjang."
Tidak mungkin Ilham akan mencarikan katakan kejadian yang telah menimpanya saat itu juga apalagi dalam keadaan Faisal yang terlihat sangat lelah begitu juga dengan Tasya.
"Tapi sudah di obati kan?" Faisal begitu khawatir dengan sahabatnya itu karena lukanya terlihat begitu banyak dan juga parah.
"Sudah, Mas tenang saja. Saya baik-baik saja Ini hanya luka kecil."
Perkataan dari Ilham yang begitu meyakinkan membuat Faisal percaya bahwa dia baik-baik saja dan tidak perlu dikhawatirkan terlalu berlebihan.
Atas permintaan semua yang ada di sana akhirnya Faisal mengajak Tasya kembali ke kamar yang sudah satu minggu tidak mereka tempati.
Jelas bukan hanya Faisal saja yang sangat curiga dengan apa yang terjadi dengan Ilham bahkan Tasya pun juga sama dia sangat penasaran meski dia tidak berani bertanya dengan Ilham tapi dia akan bertanya dengan Faisal sang suami, pasti dia akan mengatakan segalanya jika sudah.
Tasya maupun Faisal akhirnya bernafas lega karena mereka berdua bisa kembali ke rumah mereka dengan selamat dan kini kembali istirahat kamar pertama yang membuat mereka saling mengenal satu sama lain, hingga akhirnya sekarang mereka berdua begitu dekat bahkan sangat dekat dan juga sudah menyatu dalam Cinta.
"Mas, Mas Ilham tadi kenapa?" Tasya sudah sangat penasaran hingga dia tidak kuat lagi untuk menahan untuk tidak bertanya dengan Faisal yang kini tengah membantu Tasya untuk membereskan semua barang-barangnya.
"Mas belum tau, tetapi Mas yakin akan secepatnya tahu apa yang terjadi kepada Mas Ilham. Semoga saja tidak ada masalah serius."
Faisal kembali melanjutkan membereskan semuanya dan setelah selesai mereka berdua membersihkan diri dengan pergantian lalu istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah yang diakibatkan karena perjalanan yang jauh.
🌾🌾🌾🌾🌾
Rasa tidak sabar untuk mengetahui semua masalah yang telah menimpa Ilham akhirnya Faisal menemuinya setelah salat ashar selesai. Faisal mengikuti Ilham hingga sampai ke kamar Ilham yang sebenarnya tidak jauh dari pendopo milik Faisal.
"Duduk dulu mas," pinta Ilham dan dia lebih dulu duduk.
Faisal mengikuti apa yang dilakukan oleh Ilham dan dia langsung tutup dihadapi Ilham di kursi yang berbeda dan tengah-tengahnya ada sebuah meja yang berbentuk kotak.
"Sebenarnya apa yang terjadi Mas Ilham? Kenapa bisa sampai seperti ini, siapa yang melakukannya?"
Faisal sudah sangat tidak sabar dan langsung bertanya kepada Ilham dengan terdengar sangat tergesa-gesa.
"Kemarin ada orang yang mencari mas Faisal. Dia terus mendesak untuk mengatakan tetapi saya tidak mau, ya akhirnya jadi seperti ini," jawab Ilham jujur dan tidak di buat-buat.
"Mereka siapa?" Faisal merasa dirinya tidak memiliki musuh yang begitu kejam hingga menyakiti orang-orang di sekitarnya seperti ini. Tapi, kalau sudah seperti ini Faisal harus waspada kan?
Faisal terdiam mencerna setiap kata dan mengingat siapa yang kemungkinan besar menjadi dalang dibalik semua ini.
Tidak mungkin yang melakukan ini adalah ayahnya Tasya kan? Atau kalau tidak! Apakah orang yang waktu itu menginginkan Tasya hingga mereka saling tawar-menawar.
Diamnya Faisal memantik rasa penasaran pada Ilham dia melihat dengan fokus Faisal yang masih diam tanpa kata seolah menyimpan beribu-ribu kata di dalam benaknya.
"Mas, apakah mas ada masalah?" Akhirnya pertanyaan itu lolos juga dari mulut Ilham. Dia sangat penasaran, maka dari itu dia bertanya supaya bisa mendapatkan jawaban dari Faisal.
"Sebenarnya bukan masalah yang besar tapi sepertinya kali ini akan menjadi besar," jawab Faisal yang membuat Ilham semakin berada dalam rasa penasaran.
"Sebenarnya masalah apa?" Ilham terus mendesak dia ingin tahu masalah apa yang sebenarnya dialami oleh Faisal karena dia terlihat selalu baik-baik saja dan juga tidak terlihat kalau sedang ada masalah yang besar.
Mengingat keseharian Faisal sampai sekarang rasanya tidak mungkin kalau dia memiliki masalah. Dia begitu mulus dan selalu saja bertindak-tanduk begitu baik kepada semua orang bahkan kepada orang yang sama sekali tidak dia kenal sebelumnya.
"Sebenarnya..."
Akhirnya Faisal menceritakan semua yang terjadi sebelum akhirnya dia menikah dengan Tasya dan kenapa pernikahan mereka sangat buru-buru dan juga tidak melibatkan semua keluarga dan hanya kedua orang tua Faisal saja yang tahu.
"Astaghfirullah hal adzim..." begitu tidak percaya kalau nasib Tasya begitu menyedihkan karena memiliki seorang ayah yang benar-benar sangat kejam bahkan tidak memiliki perasaan.
Bagaimana bisa ada seorang ayah yang tega menjual anaknya sendiri dan menempatkan anak seperti barang yang dilelang dan akan diberikan ketika ada yang menawar harga yang begitu tinggi.
"Saya mohon, jangan katakan kepada siapapun saya tidak mau sampai Tasya kembali sedih karena mengingat semuanya. Biarkan semua itu menjadi masa lalu dan semoga setelah keluar dari penjara ayahnya sudah berubah dan membuat Tasya bahagia."
Hanya itulah yang menjadi harapan Faisal untuk Tasya dan juga ayahnya. Biar bagaimanapun dia adalah ayah yang harus selalu dihormati dan Faisal ingin Tasya melakukan itu ketika ayahnya benar-benar sudah berubah.
Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah menghendaki. Dan juga terus dialiri doa dari anak yang solehah dan Faisal ingin Tasya bisa selalu mendoakan ayahnya supaya bisa berubah menjadi yang lebih baik.
"Saya tidak akan mengatakan kepada siapapun Mas bisa percaya kepada saya. Dan untuk masalah ini jangan sungkan-sungkan kepada saya, saya akan selalu bersedia membantu kapan pun mas membutuhkan saya."
"Tetapi, Mas juga harus tetap hati-hati kalau memang benar orang itu adalah orang suruhan darinya maka bisa dipastikan kalau dia sangat berbahaya. Kita tidak bisa mengabaikan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Sekedar saran lebih baik Mas Faisal bisa belajar ilmu bela diri."
Benarkah Faisal harus melakukan hal itu? Padahal dia sangat malas jika berurusan dengan namanya ilmu bela diri dia lebih senang mempelajari ilmu agama.
Tetapi, sepertinya yang dikatakan Ilham ada benarnya Faisal harus berlatih setidaknya untuk melindungi dirinya sendiri terlebih lagi untuk melindungi Tasya.
"Insya Allah, Mas. Saya akan pikirkan," jawab Faisal.
Padahal baru saja dikatakan tetapi Faisal juga langsung memikirkan apakah dia harus melakukan itu atau tidak.
"Saya minta maaf ya, Mas. Karena masalah saya Mas menjadi seperti ini."
"Tidak apa-apa, Mas. Faisal tidak perlu merasa bersalah kayak sama siapa saja," Ilham tersenyum dan akhirnya juga membuat Faisal senyum meski tidak terlalu lepas dan hanya sebentar saja.
'Semoga saja Mas Faisal mampu menghadapi segala masalah yang mungkin akan menghalangi kebahagiaan rumah tangganya dengan Tasya,' batin Ilham.
🌾🌾🌾🌾🌾
Bersambung.....