Mas Ustadz I Love You

Mas Ustadz I Love You
Usaha melindungi Tasya



🌾🌾🌾🌾🌾


Dadang, Agus dan juga Kipli berjalan mengendap-endap membuntuti Bimo yang terus mencari keberadaan Tasya, lebih tepatnya mencari alamat di mana Tasya dan Faisal tinggal sekarang. Tentu yang Bimo lakukan bukan karena keinginannya sendiri melainkan perintah dari tuan Alex.


Begitu mudah Bimo percaya dengan semua kata-kata yang keluar dari mulut Tuan Alex yang begitu lembut dan seolah benar-benar menjanjikan. Bimo sangat yakin dia bisa mendapatkan Tasya dari Faisal dengan bantuan Tuan Alex.


Padahal kalau dipikir-pikir itu tidaklah mungkin, kalau seandainya Tuan Alex benar-benar membantu Bimo untuk bisa mendapatkan Tasya bukankah seharusnya Tuan Alex dan para anak buahnya yang mencari keberadaan Tasya dan bukannya Bimo?


Bimo bener-bener sudah terhasut oleh kata-kata lembut itu hingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih bahkan tidak bisa membedakan mana yang mau membantu atau menjadikan Bimo sebuah batu loncatan saja.


Bimo menoleh ke belakang karena dia merasa ada yang membuntutinya, dengan cepat ketiga temannya itu langsung bersembunyi tentu mereka tidak ingin sampai Bimo mengetahui kalau dia dibuntuti.


"Mungkin hanya perasaan ku saja," Bimo kembali berjalan karena tidak melihat siapapun yang ada di belakangnya.


Sementara ketika temannya merasa sangat lega, hampir saja mereka ketahuan oleh Bimo.


"Untung saja Bimo tidak melihat kita," ucap Dadang.


"Iya, kita harus lebih berhati-hati. Kalau tidak kita bisa ketahuan," jawab Agus dengan suara yang setengah berbisik.


"Benar-benar, jangan sampai kita ketahuan. Entah apa yang ingin Bimo lakukan kalau berhasil menemukan Tasya," Kipli pun tak mau kalah.


Mereka bertiga kembali berjalan dengan sangat pelan untuk mengejar Bimo yang sudah semakin jauh. jangan sampai mereka kehilangan jejak Bimo dan tidak mengetahui apa yang akan dia lakukan.


Namun langkah mereka bertiga dihentikan oleh beberapa orang yang datang dan menghadang mereka bertiga. Jelas mereka tahu kalau orang-orang tersebut adalah anak buah dari tuan Alex.


"Kalian mau kemana?" tanya salah satu dari mereka dengan basa-basi seolah tidak tahu apa tujuan mereka bertiga padahal mereka tahu benar bahwa ketiga pemuda itu ingin mengajar Bimo.


Mereka tidak akan pernah membiarkan rencana dari tuan mereka gagal hanya karena ketiga pemuda itu. Semua yang menjadi penghalang harus dimusnahkan, itulah kata Tuan Alex yang selalu dikatakan kepada mereka semua.


"Kalian mau kemana, Hah!" berganti orang yang berbicara dengan suara yang lebih kasar juga mata yang melotot tajam kepada mereka bertiga. Jelas mereka bertiga langsung waspada dan saling berhimpitan menjadi satu.


"Kami hanya mau jalan saja, apa tidak boleh?" Agus begitu berani menjawab pertanyaan mereka. Memang dari mereka bertiga Agus_lah yang paling berani, bukan hanya sekedar kata-katanya saja tetapi tindakan dia juga lebih berani daripada Dadang dan juga Kipli.


"Jalan? untuk menghentikan apa yang harus di lakukan Bimo?" ternyata apa yang mereka lakukan langsung ke tebak oleh mereka. Tetapi hal itu tetap tidak membuat mereka bertiga gentar dan takut. Niat mereka baik pastilah Allah akan melindungi mereka bertiga, mereka sangat yakin akan hal itu. Itulah yang selalu dikatakan oleh Tasya dulu dan mereka percaya.


"Bukan urusan kalian," kata-kata Agus semakin berani bahkan terdengar seolah ingin menantang mereka.


"Weh, berani juga nih anak. Sudah bosan hidup ternyata," ucapannya terdengar pelan namun terdapat ancaman di dalamnya.


Jika hanya orang biasa yang mendengarnya pastilah akan ketakutan tapi tidak untuk mereka bertiga. Mereka sangat berani meski tidak yakin kalau bisa melawan mereka semua.


Dadang, Agus juga Kipli langsung pasang kuda-kuda untuk melawan mereka. Mereka berdiri saling memunggungi karena mereka di kepung oleh enam orang.


"Lebih baik kalian kembali saja dan jangan campuri urusan Bimo. Biarkan dia menjalankan tugasnya. Apakah kalian tidak mau dia bahagia setelah bertemu dengan perempuan tercintanya?" salah satu dari mereka terkekeh.


Benar, mungkin Bimo akan bahagia setelah menemukan Tasya dan melihatnya tapi mereka juga sangat yakin kalau Bimo tidak akan bahagia setelahnya di saat Tasya di ambil paksa oleh anak buah tuan Alex dan di serahkan padanya. Bimo akan sedih setelah itu.


Iya kalau Bimo masih di biarkan hidup, kalau tidak?


"Justru kalian yang seharusnya pergi dari sini dan jangan ganggu perjalanan kami. Kami tahu sebenarnya tujuan kalian, kalian hanya memanfaatkan Bimo saja untuk bisa menemukan Tasya dan setelahnya kalian akan merebut Tasya dari Bimo," ucap Dadang yang mencoba berani seperti Agus.


"Hahaha, ternyata pintar juga kalian ya," mereka semua tertawa menggelegar setelah mendengar penuturan dari Dadang barusan, karena yang dia katakan memang benar. Itulah tujuan mereka yang sebenarnya.


"Beri mereka pelajaran!" titahnya lagi.


Pertarungan hampir saja terjadinya dari mereka semua tapi belum juga itu terjadi bunyi dari sirine mobil polisi terdengar dan semakin mendekat, tentu para anak buah dari tuan Alex ketakutan dan langsung lari kocar-kacir meninggalkan tempat itu.


"Huu! katanya berani. Hanya begitu saja takut Huu!" teriak Kipli.


Tetapi dengan kejadian itu mereka semua menjadi sangat lega setidaknya mereka tidak usah mengeluarkan tenaga untuk melawan dan tentunya mereka tidak perlu babak belur jika akhirnya mereka kalah.


Padahal mereka bertiga yakin kalau mereka pasti akan kalah melawan mereka semua. Bukan hanya karena tenaga saja tetapi juga kalah jumlah.


Plukk....


"Kalian tidak boleh besar kepala tanpa kami. Hahaha!"


Mereka bertiga langsung menoleh kearah suara yang datang. Ternyata itu adalah orang yang pernah di tolong oleh Tasya dulu, lebih tepatnya yang pernah ingin menindas Tasya juga namun di ampuni olehnya dan sekarang dia menjadi pendukung Tasya.


Mereka bertiga terpaku ternyata bunyi sirine tadi adalah ulah dari ketiga orang yang kini ada di hadapan mereka. Bahkan mereka juga menunjukan sirene itu pas mereka bertiga.


"Kalau ada rencana ajak-ajak dong, jangan main sendiri." katanya.


"Ayolah," jawab Agus.


Bertambah lagi orang yang akan ada di pihak Tasya. Itulah, jika kita menanam kebaikan maka orang-orang itu pasti akan membalas dengan baik juga.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung....